Menteri BUMN Lihat Sendiri Vaksin COVID-19 Tak Dibekali Chip

Dinar | Selasa, 19 Januari 2021 12:33
Menteri BUMN Lihat Sendiri Vaksin COVID-19 Tak Dibekali Chip

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga yakin vaksinasi itu juga bisa optimalkan layanan kepada pasien COVID-19.

Dream – Menteri BUMN, Erick Thohir optimistis vaksinasi periode pertama yang ditujukan kepada tenaga kesehatan (nakes) akan melindungi dan memperkuat kesehatan, serta dedikasi dalam memerangi pandemi COVID-19. Dengan telah divaksinasi, garda terdepan kesehatan nasional tersebut akan lebih terlindungi.

“ Kini para tenaga kesehatan, pelayan publik, dan masyarakat bisa divaksinasi tanpa keraguan. Vaksin Sinovac aman, berkhasiat, dan halal. Insya Allah vaksinasi disertai disiplin protokol kesehatan akan melindungi diri, orang sekitar, dan negeri,” kata Erick saat meninjau kegiatan vaksinasi para tenaga kesehatan, asisten, dan penunjang tenaga kesehatan di RS Pusat Pertamina, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 19 Januari 2021.

Dia optimistis vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga medis bisa mendorong pelayanan kepada pasien semakin optimal.

“ Saya optimistis, vaksinasi para nakes tak hanya menguatkan sekaligus melindungi kesehatan dan jiwa mereka, namun juga akan makin meningkatkan pelayanan seoptimal mungkin kepada para pasien COVID-19,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Erick juga memastikan jika vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada Nakes tidak mengandung chip. " Ada isinya dan tidak ada chip," jelas Erick seperti dikutip dari video dokumentasi Kementerian BUMN. 

2 dari 4 halaman

Vaksinasi COVID-19 kepada Nakes Bisa Bantu Indonesia Lalui Pandemi

Sekadar informasi, sebanyak 20 nakes mendapat vaksinasi COVID-19 di RS Pusat Pertamina hari itu. Mereka terdiri atas para dokter, perawat, ahli radiologi, ahli gizi, refraksionis (ahli periksa mata), apoteker, petugas kebersihan, hingga sopir ambulan dari empat perwakilan RS BUMN mengikuti inisiasi vaksinasi perdana tersebut.

“ Tolong tetap jaga protokol kesehatan dan kembali lakukan vaksinasi kedua dua minggu lagi,” kata Erick.

Dia juga mengapresasi holding RS BUMN yang sudah bekerja sama serta membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan RS swasta dan daerah lainnya selama pandemi COVID-19.

“ Insya Allah dengan vaksinasi para Nakes di seluruh RS BUMN akan makin meningkatkan dan memperkuat eksistensi RS BUMN, terutama dalam bersama-sama membawa Indonesia melalui pandemi COVID-19 dan membangun ketahanan kesehatan nasional,” kata dia.

Dirut Pertamina Bina Medika IHC, dr. Fathema Djan R, menambahkan, PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) IHC merupakan holding rumah sakit pelat merah. Ada 35 RS yang tersebar di Tanah Air dan jumlah nakesnya mencapai 18 ribu orang. Fathema memastikan dalam tiga bulan, nakes yang bertugas di RS pelat merah sudah divaksin. 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Erick Thohir: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Januari 2021

Dream – Janji pemerintah dalam pengadaan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 mulai dipenuhi. Pada Minggu malam, 6 Desember 2020, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produk Sinovac sudah tiba di Tanah Air.

Kini vaksin-vaksin itu telah disimpan dalam cold storage PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat. Vaksin ini merupakan bantuan dari pemerintah dan akan digunakan mulai awal tahun depan.

Alhamdulillah, kami bersyukur karena vaksin Covid-19 mulai tiba secara bertahap di Indonesia,” kata Erick dalam keterangan tertulis Kementerian BUMN.

Menurut Erick, penyediaan vaksin itu merupakan langkah maju yang menjadi bukti kerja sama lintas kementerian dan lembaga, baik Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Badan POM, Biofarma dan Garuda.

“ Nantinya akan juga didukung oleh semua Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,” tambah Erick.

 

 Erick Thohir: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Januari 2021© Dream

 

Ketua pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menambahkan, vaksin yang datang merupakan bantuan dari pemerintah. Sementara, vaksin yang bakal datang pada gelombang berikutnya ditujukan untuk vaksin mandiri.

“ Vaksinasi akan dilakukan sesudah mendapatkan izin BPOM dan MUI dan rencananya akan tiba di bulan Januari tahun depan,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Pemerintah Gandeng Swasta untuk Vaksin Mandiri

Vaksin mandiri ditargetkan untuk masyarakat mampu, dan pemerintah akan bekerja sama dengan KADIN dan asosiasi pengusaha lainnya.

“ Solusi dari pandemi ini adalah gotong royong. Gotong royong menjaga prokes, gotong royong membantu yang terdampak. Begitu juga dengan vaksinasi, saya ajak masyarakat mampu turut bergotong royong dan kita sudah berkomunikasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan banyak asosiasi lainnya,” kata dia.

Ketua Kadin, Rosan Roslani sudah berkoordinasi beberapa kali dengan Erick karena banyak pengusaha yang bersedia memberikan vaksinasi kepada para pegawainya. Hal ini karena kami concern dengan kesehatan karyawan.

“ Selain juga tetap menjaga produktivitas kerjanya, belum lagi para pengusaha memiliki program CSR untuk membantu masyarakat sekitarnya,” kata Rosan.

Selain vaksinasi, pemerintah terus berupaya meringankan kebutuhan rakyat dengan BLT desa, subsidi gaji, hibah bantuan presiden untuk Usaha Mikro.

Program bantuan Pemerintah akan terus dijalankan dan ditambah di tahun depan hal ini untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitannya dan juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Erick.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id