'Oleh-oleh' Ridwan Kamil dari UEA, 1.500 Lowongan Kerja

Dinar | Rabu, 18 Desember 2019 13:41
'Oleh-oleh' Ridwan Kamil dari UEA, 1.500 Lowongan Kerja

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Nantinya mereka akan bekerja di Abu Dhabi dan Dubai. Tepatnya, di perusahaan ini.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendampingi Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, dalam kunjungannya ke Uni Emirat Arab. Dari kunjungannya, ada “ buah tangan” yang dibawa pria yang akrab dipanggil Kang Emil untuk warga Jawa Barat.

“ Dari semua negosiasi, setengah rezekinya Alhamdulillah berlokasi di Jawa Barat. Delapan oleh-oleh untuk warga Jawa Barat,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagramnya, @ridwankamil, Rabu 18 Desember 2019.

Pertama, ada 1.500 lowongan kerja dari Lulu Group untuk anak-anak muda Jawa Barat untuk bekerja di Dubai dan Abu Dhabi. Kedua, pengembangan kota baru berbasis teknologi 4.0 di atas lahan 1.500 hektare di Subang di Segitiga Rebana.

Yang ketiga adalah program renewable energy, floating solar farm di Waduk Cirata. Keempat. Ada kesepakatan kehadiran distrik industri baru di Balongan, Indramayu. Industri ini berbasis petrokimia.

“ Kelima, kerja sama digital antara pemerintah Uni Emirat Arab dan Indonesia melalui Universitas Telkom di Kabupaten Bandung,” tulis Ridwan Kamil.

Poin yang keenam adalah pertanian buah tropis berbasis ekspor di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ketujuh, pengembangan industri teknologi keamanan infrastruktur di Bekasi atau Karawang.

“ Kedelapan, pembangunan West Java Expo and Convention project di stasiun akhir Kereta Api Cepat di Tegal Luar,” tulis dia.

2 dari 7 halaman

Diteken Tahun Depan

Ridwan Kamil mengatakan kesemua kesepakatan ini akan ditandangani oleh pihak-pihak terkait.

Penandatangan ini akan disaksikan oleh Presiden Jokowi di Abu Dhabi dalam kunjungan kenegaraan.

Rencananya, penandatanganan ini akan dilakukan pada pertengahan Januari 2020.

“ Insya Allah ikhtiar jemput bola ini akan membawa Jabar menuju provinsi Juara,” tulis dia.

4 dari 7 halaman

Ridwan Kamil Bakal Wajibkan Pasangan Bercerai Tanam 100 Pohon

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sedang menggagas gerakan menanam pohon untuk pemulihan daerah aliran sungai (DAS). Salah satu caranya untuk melengkapi kebijakan tersebut, dia meminta pasangan yang bercerai menanam 100 pohon.

" Akan kita siapkan, seperti yang mau menikah bisa menyumbang sepuluh pohon, yang cerai 100 pohon, yang lulus SD, SMP, SMA sepuluh pohon, dan lain-lain untuk pertisipasi," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

 

 Ridwan Kamil Bakal Wajibkan Pasangan Bercerai Tanam 100 Pohon© Dream

 

Gerakan pemulihan DAS Citarus sudah dimulai dengan penanaman 17.150 pohon Blok Caringin Tilu, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Tahun depan, gerakan ini akan dimaksimalkan dengan penanaman 25 juta pohon.

" Saya amati secara teori filosofi, manusia menganggap alam sebagai supporting system bukan partner. Jadi, alam boleh dirusak, boleh ditebang untuk eksistensi manusia. Itu pikiran keliru," ujar dia.

 

5 dari 7 halaman

Aplikasi e-Tanam

Untuk mengawasi keberadaan pohon yang sudah ditanam, dia meluncurkan aplikasi e-Tanam. Aplikasi tersebut memungkinkan publik mengetahui progres penghijauan yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat.

 Ridwan Kamil Jalankan Hukuman Ngepel Jalan Braga Usai Jumatan© Dream

Aplikasi ini akan memuat informasi pohon per lokasi, mulai dari kabupaten, kecamatan, dan desa. Selain lokasi, publik juga dapat mengetahui jenis pohon, jumlah pohon, tahun tanam, sampai foto kegiatan penanamannya.

Masyarakat pun dapat terlibat dengan melaporkan sendiri pohon yang telah ditanam melalui aplikasi tersebut.

" Aplikasi ini untuk mengajak warga berpartisipasi dan mengetahui hasil tanamannya itu direkam di koordinat yang bisa dicek di e-Tanam tadi. Sehingga kalau ada 25.000 penanam, ada 25.000 titik yang sering kita monitor," ujar dia. (mut)

Sumber: Liputan6.com

6 dari 7 halaman

Syarat Lulus Sekolah, Wajib Tanam 10 Pohon

Dream - Aturan baru diterapkan pemerintah Filipina. Aturan tersebut mengharuskan setiap siswa dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi menanam 10 pohon untuk syarat kelulusan.

Undang-undang tersebut dinamai Undang-Undang Peninggalan Kelulusan untuk Lingkungan. Undang-undang tersebut disahkan pada 15 Mei 2019.

Pemerintah Filipina mengatakan, undang-undang itu berguna untuk mengajarkan generasi penerus lebih peduli pada alam sekitar.

 Kenangan di Bawah Pohon Rindang© Dream

" Dengan lebih dari 12 juta siswa yang lulus dari sekolah dasar dan sekitar 5 juta siswa dari sekolah tinggi, serta 500 ribu orang lulusan perguruan tinggi tiap tahun, inisiastif ini, akan berguna menghadirkan 175 juta pohon baru yang," kata anggota dewan dari Partai Magdalo Filipina, Gary Alejano, Rabu, 29 Mei 2019.

Dikutip dari laman NextShark, Jumat 31 Mei 2019, Departemen Pendidikan dan Komisi Pendidikan Tinggi Filipina akan bertanggung jawab menerapkan dan memastikan kepatuhan dengan undang-undang tersebut.

" Dalam satu generasi, tidak kurang dari 525 miliar pohon dapat ditanam di bawah aturan ini," ucap dia.

7 dari 7 halaman

Miliaran Pohon Baru

Undang-undang baru ini merupakan bagian dari upaya Filipina untuk memerangi perubahan iklim melalui reboisasi dan rehabilitasi hutan.

Filipina merupakan negara dengan hutan paling gundul di dunia. Total hutan di Filipina berkurang dari 70 persen menjadi hampir 20 persen pada abad ke-20 karena penebangan liar. Kurangnya pohon juga meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

Siswa dilaporkan akan menanam pohon di hutan bakau, kawasan lindung, wilayah militer, lokasi penambangan yang terlantar, dan beberapa daerah perkotaan.

" Bahkan dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 10%, ini berarti tambahan 525 juta pohon akan tersedia untuk dinikmati para pemuda, ketika mereka mengambil jubah kepemimpinan di masa depan," kata Alejano seperti dikutip.

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id