Profesi Dadakan Para Pekerja Terimbas Covid-19, Semua Demi Bertahan Hidup!

Dinar | Sabtu, 23 Mei 2020 14:12
Profesi Dadakan Para Pekerja Terimbas Covid-19, Semua Demi Bertahan Hidup!

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Demi tetap bisa mencari nafkah, berbagai pekerja di industri perjalanan rela alih profesi sementara.

Dream - Sejak pandemi Covid-19 menyerang seluruh negara di dunia, roda perekonomian di hampir berbagai sektor industri terhenti. Imbasnya banyak pekerjanya dirumahkan bahkan ada beberapa yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Saat menjadi korban PHK, pendapatan yang biasa diperoleh untuk bekal hidup sehari-hari juga otomatis terhenti. Sementara ada beberapa dari pegawai yang dirumahkan harus menerima separuh gaji atau pemotongan gaji.

Di tengah kondisi serba suit ini, setiap orang tetap harus berusaha mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga. Banyak dari pekerja ini memutuskan mencoba berbagai profesi lain. 

Meski suatu hal yang baru bagi mereka, beberapa orang tetap berusaha dan bekerja keras demi memastikan keluarga mereka mendapatkan nafkah. Dilansir dari World of Buzz, berikut beberapa potret pekerjaan yang dilakukan di tengah pandemi corona covid-19. 

2 dari 5 halaman

Pilot Menjadi Driver Ojek Online

 Pilot menjadi Driver Ojek Online© Pexels.com

Pekerjaan sebagai pilot tampaknya bagi kebanyakan orang merupakan salah satu pekerjaan impian. Bepergian ke berbagai negara dengan tampilan rapi dan keren membuat siapa saja salut dengan pekerjaan ini. Namun di tengah pandemi saat ini, pekerjaan sebagai pilot terpaksa tidak berjalan seperti biasa.

Berbagai maskapai penerbangan dan industri perjalanan terpaksa tutup sementara akibat penurunan jumlah penumpang yang bepergian. Para pekerjanya diminta berada di rumah guna mencegah rantai penularan corona covid-19 semakin meluas. 

Begitupun yang dirasakan salah seorang pilot, Kosit Rattanasopon yang berusia 37 tahun. Dia terpaksa mencari alternatif pekerjaan lain untuk tetap menafkahi keluarga. Rattanasopon memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu sebagai driver ojek online dengan menggunakan sepeda motor Ducati Multistrada.

Dalam sehari ia pun bisa menghasilkan hingga 1.000 bhat hasil mengantar berbagai makanan maupun barang. Meski bekerja sebagai driver ojek online, Rattanasopon tidak menyesal mengambilnya demi tetap mendapatkan penghasilan.

" Saya tahu segalanya tidak akan sama lagi untuk setidaknya satu tahun lagi, jadi saya harus terus melakukan ini," katanya.

3 dari 5 halaman

Pramugari Menjadi Penata Rambut

Selain pilot yang terkena dampak, para awak pesawat lain seperti pramugari juga ikut merasakan kondisi yang sama. Pekerjaan sebagai pramugari memang menjadi salah satu posisi yang cukup prestise di kalangan masyarakat. Namun pandemi ini menyebabkan mereka dihadapkan pada pengangguran setelah perusahaan penerbangan terpaksa tutup.

Salah satu pramugari yang alih profesi akibat pandemi adalah Thawanan Thawornphatworakul. Wanita yang 36 tahun ini mengubah bagian depan rumahnya menjadi salon kecil. Ia pun menawarkan jasa potongan rambut kepada penduduk setempat dengan harga 150 bhat per potong. 

4 dari 5 halaman

Penyelam Menjual Pasta Cabai

 Industri Scuba Diving Terpapar Pandemi© Pexels.com

Pandemi ini bukan hanya mempengaruhi pekerja di berbagai maskapai perjalanan, namun sektor pariwisata pun ikut merasakannya. Dampak Covid-19 juga dirasakan para pelaku bisnis scuba diving. Karena itu, instruktur scuba diving, Sermsak Posayajinda beralih profesi menjual pasta cabai buatannya sendiri dari resep ibunya. 

" Awalnya pekerjaan ini hanya hobi selama pandemi COVID-19, tetapi hasilnya sangat bagus, jadi sepertinya ini akan menjadi bisnis dalam jangka panjang," katanya.

Meski tidak bekerja sebagai instruktut scuba diving, syukurnya bisnis online yang dia jalankan cukup diterima masyarakat dan memperoleh untung yang cukup banyak. 

5 dari 5 halaman

Hotel Menjadi Produsen Masker

Industri perjalanan yang juga ikut terpengaruh akibat pandemi adalah hotel. Hotel menjadi bisnis yang mendapat pukulan besar akibat pandemi Covid-19.

Seorang pengusaha hotel, Asaree Jarugosol akhirnya beralih profesi membuat produksi masker. Ia pun mengajak staf-stafnya untuk membuat masker dan saat ini bahkan telah memproduksi hingga 2.500 masker wajah setiap hari.

" Pada awalnya, kami hanya memiliki satu mesin jahit yang dioperasikan oleh satu anggota staf. Tetapi sekarang kami memiliki sekitar 40 orang yang bekerja," katanya.

Jarugosol juga mengungkapkan jika kondisi telah normal kembali, ada kemungkinan ia justru akan tetap melanjutkan bisnis masker ini. 

Join Dream.co.id