Triwulan III 2021, Laba Bersih BSI Rp2 Triliun Lebih

Dinar | Jumat, 29 Oktober 2021 09:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh berbagai aspek, termasuk transaksi digital.

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebanyak Rp2,26 triliun pada triwulan III 2021. Angka ini naik 37,01 persen secara year-on-year (yoy) dari triwulan III 2020 yang sebanyak Rp1,6 triliun.

“ Laba bersih BSI naik 37 persen dari tahun lalu,” kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja kuartal III, Kamis 28 Oktober 2021.

Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kinerja yang baik dari berbagai sektor. Misalnya, dana pihak ketiga (DPK) yang naik 9,17 persen dari Rp200,5 triliun pada September 2020 menjadi Rp215,19 triliun. Pertumbuhan DPK ini meningkat berkat tabungan wadiah yang naik 16,22 persen yoy jadi Rp30,35 triliun pada Rp30,35 triliun. Total tabungan BSI naik 11,57 persen yoy jadi Rp91,43 triliun.

“ Mengapa (naik)? Karena tabungan wadiah nggak pakai bagi hasil, tetapi diminati masyarakat,” kata Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna.

Triwulan III 2021, Laba Bersih BSI Rp2 Triliun Lebih
Laba Bersih BSI Naik 37 Persen Pada Triwulan III 2021. (Foto: Bank Syariah Indonesia)
2 dari 5 halaman

Pembiayaan Tumbuh, NPF Terjaga

Sektor pembiayaan BSI naik 7,38 persen dari Rp152,09 triliun menjadi Rp163,32 triliun. Angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) dijaga di level 1,02 persen.

Pertumbuhan pembiayaan ini didukung oleh sektor consumer yang naik 21,43 persen dari Rp64,14 triliun pada triwulan III 2020 menjadi Rp77,89 triliun pada triwulan III 2021. Kemudian, gadai emas naik 15,58 persen yoy dari Rp3,82 triliun pada September 2020 menjadi Rp4,42 triliun.

Sementara itu, realisasi pembiayaan komersial BSI pada Januari-September 2021 mencapai Rp10,58 triliun atau tumbuh 7,29 persen secara yoy dari Rp9,86 triliun. Pembiayaan mikro tumbuh 4,74 persen secara yoy dari Rp14,14 triliun pada September 2020 menjadi Rp15,41 triliun.

Selain itu, aset BSI naik 10,15 persen yoy dari Rp227,92 triliun menjadi Rp251,05 triliun.

3 dari 5 halaman

Penggunaan Digital Banking yang Melesat

Hery mengatakan layanan digital banking semakin sering digunakan nasabah, terutama selama pandemi Covid-19. Transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133 persen secara yoy.

“ Akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis,” kata dia.

Hal lain juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95 persen transaksi di BSI sudah menggunakan e-Channel. Sisanya sebanyak 5 persen masih menggunakan layanan di teller.

4 dari 5 halaman

Gabung Sindikasi, BSI Kucurkan Dana Pembangunan Jalur Lintas Timur Sumatera

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Tbk turut bergabung dalam sindikasi pembiayaan jalan lintas timur (jalintim) Sumatera. Bank syariah itu mengucurkan pembiayaan untuk jalintim Sumatera di Provinsi Riau sepanjang 43 kilometer. Nilainya Rp210 miliar dari total Rp240 miliar.

Dikutip dari keterangan tertulis BSI, Kamis 28 Oktober 2021, pembangunan jalan ini termasuk jembatan dan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Dalam proyek pembangunan ini, BSI berperan juga sebagai joint mandated lead arranger dan menjadi agen fasilitas, agen escrow dan agen jaminan pembiayaan sindikasi PT Adhi Jalintim Riau (AJR).

Proyek strategis ini dibangun atas sinergi antara Kementrian PUPR (Ditjen Bina Marga) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan PT AJR sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek serta PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. Sisa dana sindikasi dikucurkan oleh SMI.

 

 Gabung Sindikasi, BSI Kucurkan Dana Pembangunan Jalur Lintas Timur Sumatera© Dream

 

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menjelaskan, dana digunakan untuk pembangunan ruas jalan di Simpang Kayu Ara, Kabupaten Pelalawan hingga Simpang Lago dengan total empat jembatan. Ke depan, proyek itu menjadi jalan tol yang dapat mempermudah akses masyarakat di Sumatra.

“ Komitmen ini merupakan bentuk dukungan kongkrit Bank Syariah Indonesia dalam partisipasi nyata membangun peradaban dan perekonomian bangsa Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan wilayah satu dengan wilayah lainnya,” kata Hery di Jakarta.

5 dari 5 halaman

Dorong Pembiayaan Wholesale

Hery menegaskan, keterlibatan dalam pembiayaan sindikasi, khususnya di sektor infrastruktur, menjadi salah satu fokus untuk mendorong pertumbuhan BSI di masa mendatang melalui segmen pembiayaan wholesale.

Sebelumnya, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sindikasi terkait proyek pengembangan infrastuktur Celebes Railway, Wika Serang Panimbang, serta Pupuk Iskandar Muda. Hingga Juni 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale senilai Rp46,4 triliun.

“ BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan pembangunan di Indonesia guna mendorong roda ekonomi Tanah Air,” kata dia.

Join Dream.co.id