Tren Pembiayaan Konsumen BCA Syariah Naik, Laba Kuartal III-2021 Tumbuh 14,7%

Dinar | Senin, 1 November 2021 16:36

Reporter : Syahid Latif

BCA Syariah masih optimistis bisa mencapai target pertumbuhan 8-10 persen di tahun 2021.

Dream - Bisnis pembiayaan PT Bank BCA Syariah mulai menunjukan tren meningkat meski sektor produktif masih mendominasi. Kinerja ini membuat anak usaha PT Bank Central Asia Tbk ini mencatat kinerja keuangan positif di kuartal III-2021.

BCA melaporkan aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan mencatat pertumbuhan positif selama kuartal III lalu. Hal ini berdampak pada meningkatnya laba perusahaan.

“ Penyaluran pembiayaan masih menjadi tantangan di kuartal III 2021 akibat dampak pandemi yang masih berlangsung. Namun BCA Syariah tetap berupaya menjalankan fungsi intermediasi perbankan dengan baik dan berusaha menjaga kualitas pembiayaan di level yang baik," ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam keterangan tertulisnya.

Aset Bank Umum Syariah (BUS) ini tercatat sebesar Rp9,8 triliun di akhir September 2021, meningkat sebesar 13,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan September 2020 yang sebesar Rp 8,6 triliun. Pertumbuhan Aset didukung pertumbuhan DPK yang mencapai Rp6,8 triliun (naik 12,8%) di akhir kuartal III tersebut.

 

Tren Pembiayaan Konsumen BCA Syariah Naik, Laba Kuartal III-2021 Tumbuh 14,7%
(Liputan6.com/Miftahul Hayat)
2 dari 3 halaman

Laba Bersih Rp64,9 Miliar

Untuk bisnis pembiayaan, BCA Syariah yang mencatat adanya pertumbuhan mengakui masih ada tantangan pemulihan dunia usaha yang masih berjalan. Faktor lain adalah tren risiko kredit yang relatif masih tinggi.

Pembiayaan BCA Syariah per September 2021 tercatat sebesar Rp5,9 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari bisnis pembiayaan ini, BCA Syariah mencatat adanya tren meningkat 22,85 persen dari sektor konsumer dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong permintaan pembiayaan rumah dan kendaraan bermotor seiring adanya promosi margin ringan dan angsuran pasti melalui kegiatan KPR BCA ONLINEXPO dan kerja sama strategis dengan beberapa developer ternama.

Dengan kinerja positif tersebut, BCA Syariah melaporkan NPF (Non-Performing Financing) berada pada 1,2 persen secara gross dan 0,01 persen secara nett.

Kinerja positif dari tiga indikator tersebut membuat BCA Syariah mencatatkan laba sebelum pajak di September 2021 sebesar Rp64,9 miliar, atau naik 14,7 persen dibandingkan September 2020 sebesar Rp56,6 miliar.

3 dari 3 halaman

Fitur Baru Buat Nasabah BCA Syariah

Optimis mampu mengejar target akhir tahun 2021 di kisaran 8-10 persen, BCA Syariah berupaya menggenjot bisnis perusahaan di sisa kuartal yang ada. Salah satunya adalah memperkuat sinergi dengan BCA sebagai induk usaha melalui berbagai pengembangan pada layanan cabang dan peningkatan fitur perbankan elektronik.

Sinergi BCA Syariah dan BCA diantaranya dilakukan dengan hadirnya Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) di 100 kantor cabang BCA. Dengan layanan ini, nasabah bisa melakukan setoran awal biaya haji di cabang LSBU BCA terdekat.

Di sisi teknologi, BCA Syariah mencoba meningkatkan layanan melalui penambahan fitur Setor Tunai di ATM BCA sehingga nasabah BCA Syariah dengan mudah melakukan setoran tunai melalui ATM dan saldonya langsung efektif di rekening BCA Syariah. Nasabah juga sudah bisa melakukan top up Flazz di ATM BCA.

" “ Kami terus berupaya untuk melakukan percepatan layanan digital banking untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan nasabah bertransaksi di tengah keterbatasan kegiatan masyarakat," ujar Yuli.

Join Dream.co.id