Tren Gowes Mewabah, Ini Alasan Bisnis Pembiayaan Belum Minat Beri Pinjaman

Dinar | Selasa, 4 Agustus 2020 18:45
Tren Gowes Mewabah, Ini Alasan Bisnis Pembiayaan Belum Minat Beri Pinjaman

Reporter : Syahid Latif

Gowes sepeda membuat banyak orang berburu produk-produk langka berharga supermahal. Kok perusahaan financing belum mau meliriknya?

Dream - Fenomena gowes di tengah pandemik Covid-19 tak hanya jadi berkah bagi penjual sepeda. Tren yang baru terjadi beberapa bulan terakhir ini membuat masyarakat di daerah perkotaan rela merogoh kocek dalam untuk bisa membawa pulang sepeda impian.

Tak sekadar olahraga, kini sepeda seperti menjadi status sosial bagi masyarakat. Mereka berlomba-lomba memamerkan sepeda dengan harga super mahal.

Meski sadar harga sepeda saat ini naik tak wajar, para pembeli tetap membeli alat gowes ini hingga belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Tren gowes berharga fantastis ternyata belum sepenuhnya membuat pelaku bisnis pembiayaan melirik fenomena sepeda berharga supermahal ini.

Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli mengatakan bisnis perusahaan masih akan tetap fokus pada kendaraan bermotor roda dua dan empat. Adira mengaku belum tertarik mengeluarkan pembiayaan untuk sepeda.

" Sepeda sudah bisa dibiayai sendiri, rasanya kalau orang bersepeda banyak yang beli cash karena mampu,” kata Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 4 Agustus 2020.

 

2 dari 5 halaman

Bisa Saja Dikasih Pembiayaan Sepanjang Sepeda Mahal

Dari kacamata Hafid, masyarakat masih jarang membeli sepeda secara kredit, apalagi sampai mendatangi perusahaan pembiayaan. Meski diakui, sepeda yang dibeli berharga mahal bisa saja dibantu dengan pembiayaan di Adira.

“ Semuanya jarang yang beli kredit, kecuali sepeda-sepeda yang mahal,” ujarnya.

Meski belum melirik tren sepeda sebagai sasaran penyaluran pembiayaan, Adira cukup sumringah dengan perolehan pembiayaan untuk kendaraan mobil dan motor. Meski turun, Adira Finance sepanjang Semester I-2020 telah menggelontorkan pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 10,1 triliun.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Wow, Selebgram Jamie Chua Beli Sepeda BMX Seharga 3 Mobil

Dream - Selebgram cantik Janie Chua menjadi perbincangan di sosial media setelah membeli sepeda dengan harga selangit. Dia memperlihatkan sepada itu ke Instagram.

Sepeda yang dibeli sahabat Maia Estianty ini memang bukan kaleng-kaleng. Untuk membawa pulang sepeda Bogarde Dior Bike itu, janda tajir asal Singapura itu harus merogok kocek hingga ratusan juta rupiah.

Menurut akun Instagram @fashion_selebrit, sepeda BMX dengan warna silver ini harganya mencapai Rp375 juta. Setara harga mobil.

" #Jamiechua Have #Bogarde X #Dior " Silver BMX " from thearsenele.com price $25,000/367.375.000 IDR," tulis akun @fashion_selebrit dikutip Dream, Rabu 22 Juli 2020.

Sepeda Dior© Sepeda Dior

Sontak unggahan akun tersebut langsung membuat riuh warganet. Banyak yang tak menyangka bahwa harga sepeda tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Bahkan ada netizen yang menyebut harga sepeda Janie Chuan itu bisa membeli tiga mobil mereka.

" Mobil gw dapet 3 biji, dia cuman dapet sepeda onthel sebiji pulak," kata akun @putriiiii1509.

" Aduh kalo MBAK ini udah beraksi.. kelar semua sultan indonesia," tulis akun @kevan881.

" Kemalingan sepeda 3jt udh 3 hari ga tidur, lihat ini auto bergetar ginjal, aku siapa,diriku siapa,aku dimana," kata akun @milyaasurita.

" Sepeda serasa mobilll," kata akun @aiiumy1508.

4 dari 5 halaman

Sepeda Lipat Vs MTB, Model Mana Terbanyak Diburu di Masa Tren Gowes?

Dream - Demam gowes kembali muncul di masa New Normal. Masyarakat berbondong-bondong membeli sepeda bekas atau baru untuk mengikuti tren sekaligus berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh menghadapi serangan wabah virus Corona yang belum menjauh dari Indonesia.

Kondisi ini menjadi berkah bagi para penjual sepeda, baru dan bekas, serta pemilik bengkel. Ragam model sepeda diburu masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh di tengah pandemik Covid-19.

iPrice, situs meta-search yang berbasis di Malaysia juga mencatat adanya peningkatan pencarian sepeda melalui internet oleh masyarakat di Indonesia. Dalam riset yang dibuatnya, terdapat tiga model utama dari sepeda yang paling banyak dicara di Tanah Air.

Analisis dilakukan menggunakan data dari Google Trends untuk melihat search interest di Indonesia menggunakan keyword Sepeda Lipat, Sepeda Gunung, Sepeda Balap dan Sepeda Anak. Data dicari dengan rentang waktu mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2020.

Hasil riset iPrice menemukan bahwa Sepeda Lipat (folding bike) merupakan model sepeda paling banyak dicari sepanjang periode Maret hingga Juni 2020. Search interest untuk Sepeda Lipat meningkat hingga 900 persen sejak 1 Maret hingga 21 Juni 2020.

Menyusul di urutan kedua adalah model Sepeda Gunung (mountain bike) yang search interest nya meningkat hingga 680 persen pada periode yang sama. Model sepeda ketiga yang banyak dicari adalah adalah Sepeda Anak (Kids bicycle) berada di peringkat ketiga dengan search interest naik 142 persen.

Road bike atau sepeda balap berada di peringkat terakhir dengan peningkatan search interest sebesar 300 persen selama masa Maret hingga Juni 2020.

5 dari 5 halaman

Temuan Pasar

Temuan ini semakin menegaskan temuan pasar yang menyatakan 60 persen dari pasar saat ini lebih memilih sepeda lipat, 30 persen pasar sepeda gunung atau MTB dan sisanya adalah model sepeda lain seperti sepeda kota dan sepeda anak-anak.

Pencarian keyword sepeda juga diketahui meningkat paling tinggi di tanggal 21 Juni 2020 atau saat mulai diberlakukannya Car Free Day untuk pertama kalinya sejak PSBB berlangsung.

Jumlah pengunjung yang bersepeda diperkirakan hingga 18.813 pada hari itu. Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, mulai mencari Sepeda untuk mempersiapkan Car Free Day pada minggu selanjutnya pada tanggal 28 Juni 2020.

tren sepeda© iPrice

(Sumber: iPrice)

 

Khusus terkait sepeda lipta, iPrice yang melakukan riset menggunakan Google Keyword Planner menemukan search interest keyword Sepeda Lipat pada awal Maret 2020 hanya sebesar 90.500.

Peningkatan mulai terjadi di April 2020 sebesar 82 persen menjadi 165 ribu. Fenomena ini cukup mengherankan karena banyak daerah mulai memberlakukan PSBB di bulan tersebut. Pada bulan Mei search interest stabil dengan tidak adanya peningkatan sejak bulan April.

Lonjakan drastis terjadi pada Juni 2020 dengan peningkatan hingga 644 persen sejak Maret 2020 dengan total jumlah sebanyak 673 ribu. Diduga fenomena ini terjadi karena semakin marahknya unggahan bersepeda dari peselancar media sosial di Indonesia.

Ditinjau dari lokasinya, pencarian keyword Sepeda Lipat tertinggi ditemukan di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Angka persentase masing-masing wilayah sebesar 19,4 persen, 17,7 persen dan 16,7 persen. 

Join Dream.co.id