Total Aset Keuangan Syariah Indonesia di Tahun 2022 Tembus Rp2 Triliun

Dinar | Rabu, 28 September 2022 08:34

Reporter : Okti Nur Alifia

Per maret 2022, KNEKS menyampaikan total aset keuangan syariah indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp2.024,89 triliun.

Dream - Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (ME KNEKS), Sutan Emir Hidayat, melaporkan perkembangan industri perekonomian syariah di Indonesia.

Dia mengatakan perekonomian syariah memiliki resiliensi yang baik dan dapat berkontribusi nyata bagi pertumbuhan nasional.

“ Terlihat dari jumlah aset keuangan dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah yang terus meningkat, begitu juga dengan pendapatan kontribusi unit usaha yang tumbuh 11,5% (yoy) di semester I 2022,” katanya di Jakarta pada peluncuran Sharia Knowledge Centre, Prudential Syariah, Selasa, 27 September 2022.

Per maret 2022, Sutan menyampaikan total aset keuangan syariah indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp2.024,89 triliun.

Total aset keuangan syariah Indonesia ini berasal dari Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, Pembiayaan Syariah, Lembaga Non-Bank Syariah Lainnya, Suku Korporasi, Reksa Dana Syariah, serta Sukuk Negara.

Meski demikian, menurutnya pertumbuhannya masih belum optimal, seperti pangsa pasar asuransi syariah yang tercatat baru 5,3 persen di akhir 2021. 

“ Tentunya berbagai tantangan harus diatasi agar perekonomian syariah dapat berkembang dengan pesat, di antaranya terkait inklusi dan literasi, hingga diferensiasi produk-produk syariah yang masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Total Aset Keuangan Syariah Indonesia di Tahun 2022 Tembus Rp2 Triliun
Peluncuran Sharia Knowledge Centre (Foto: Istimewa)
2 dari 4 halaman

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Empat Kunci Kembangkan Tren Ekonomi Syariah Indonesia

Dream - Kinerja ekonomi keuangan syariah terus menunjukan tren positif. Hal ini bisa terlihat dari capaian Indonesia yang masuk sebagai negara dengan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah terbaik keempat di dunia untuk seluruh aspek. 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai target pengembangan ekosistem syariah Indonesi hanya bisa berhasil jika didukung langkah konkrit dan kolaborasi semua pemangku kepentingan.

Menurut Ma’ruf Amin pengembangan ekonomi keuangan syariah Indonesia harus mengedepankan empat kunci yang diyakini menjadi titik tolak keberhasilan. Dan empat kunci ini perlu dilakukan tak hanya oleh pemerintah tapi juga semua pihak yang berkepentingan.

“ Pertama, SDM yang ahli di bidang (ekonomi dan keuangan syariah) ini akan memajukan industri ini, antara lain melalui penciptaan produk yang inovatif dan perluasan pangsa pasar baru,” ujar Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutan peluncuran PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), Selasa, 5 Aapril 2022 secara virtual.

3 dari 4 halaman

Ketertarikan akan produk-produk jasa keuangan syariah ditunjukkan oleh konsumen terlepas dari agama dan keyakinannya. Untuk itu Wapres mengingatkan faktor kunci keberhasilannya yang harus didorong adalah menjaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis.

“ Kedua, terus jaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis demi menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan produk-produk jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional,” tegasnya.

Selanjutnya yang ketiga, perusahan asuransi syariah diharapkan dapat dengan seksama memilih investasi yang bersifat produktif.

“ Pemanfaatan instrumen investasi yang bersifat produktif membutuhkan kejelian untuk melihat potensi industri-industri syariah lainnya,” ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Untuk faktor terakhir yang harus dipenuhi, Wapres menekankan pentingnya penguasaan terhadap teknologi digital untuk menjawab kebutuhan para konsumen.

“ Pemanfaatan teknologi digital yang telah menjadi keniscayaan agar layanan sektor keuangan dan asuransi dapat lebih cepat, mudah dan murah di masa depan, nasabah asuransi, baik individu maupun bisnis, akan semakin mengharapkan layanan yang personal dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ma'ruf berharap hadirnya Prudential Syariah dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan perlindungan serta sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

“ Insyaallah Prudential Syariah dapat turut menjadi bagian dari solusi kebutuhan perlindungan risiko dan memberikan nilai tambah kepada publik, sekaligus menjadi pendorong laju era baru industri asuransi syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Join Dream.co.id