Tony Fernandes `Buka-bukaan` Kenapa Air Asia Bisa Sukses

Dinar | Senin, 19 Maret 2018 13:01
Tony Fernandes `Buka-bukaan` Kenapa Air Asia Bisa Sukses

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai dari ogah memilih nama binatang sampai resep kesuksesan.

Dream – Siapa yang tidak mengenal Tony Fernandes? Setelah membangun bisnis maskapai selama 16 tahun, pria ini sukses membawa Air Asia terbang tinggi.

Dari yang awalnya punya dua pesawat dan 250 karyawan, kini Fernandes punya 220 pesawat dan 20 ribu karyawan. Belum lagi, Air Asia punya fintech pembayaran, BigPay.

Tapi, ada yang unik dari Fernandes. Dia justru membangun bisnis maskapai dari industri yang sama sekali tidak diketahui.

“ Saya berasal dari industri musik dan benar-benar tak tahu apa-apa tentang airlines dan saya tak tahu apa-apa tentang fintech. Jadi, kami berpikir untuk sukses,” kata dia di Singapura, dikutip dari Business Insider, Senin 19 Maret 2018.

Fernandes mengatakan ada garis tipis antara kebodohan dan kecemerlangan ketika menjalankan bisnisnya.

Pria ini tak segan membeli maskapai ini dari DRB Hicom dengan harga 1 ringgit (Rp3.517). Sang pemilik tak ragu melepas AirAsia karena maskapai ini terlilit utang.

“ Saat itu, saya berpikir, ‘Saya seharusnya berkata, ‘Bayar aku supaya bisa mengambil maskapai ini’,” kata dia. (ism) 


2 dari 5 halaman

Nama Binatang Jadi Nama Maskapai?

Ketika mengambil Air Asia, Fernandes tak mengambil nama hewan untuk dijadikan nama baru maskapai. dia juga keheranan mengapa maskapai doyan sekali memakai nama satwa untuk merek nama penerbangan.

“ Di Malaysia, ada maskapai bernama Firefly (artinya kunang-kunang), ini sangat bodoh karena serangga ini tidak berumur panjang. Ada juga yang bernama Tiger (baca: macan). Oh tak ada lagi Macan, itu pelari cepat,” kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Strategi Rute Penerbangan

Dream - Walaupun terbilang sukses, Fernandes mengakui Air Asia kerap jatuh bangun. Tapi, dia optimistis ada hikmah dan peluang di balik musibah. Contohnya, pada 2002-2003, ada wabah SARS yang membuat warga Malaysia takut terbang. Saat itu, dia dan karyawannya untuk menggencarkan pemasaran dan banting harga.

Berhasil? Ya.

“ Saya tahu orang Malaysia dengan baik. Kalau kamu menaruh harga serendah mungkin, mereka akan mengambilnya. Kami memang tak memenuhi target, tapi bisa menghasilkan sedikit uang dan bertahan,” kata dia.

Fernandes tak segan berbagi rahasia kesuksan Air Asia. Dia berkata Air Asia mengambil celah pasar dalam berbagai jalan.

Misalnya, mereka mengambil rute “ kurus” alias jarang diambil maskapai lain. Ada 60 persen rute penerbangan Air Asia yang mengambil rute ini.

“ Kami mulai dengan satu penerbangan per hari. Kini, kamu punya 22 penerbangan per hari dan lebih besar daripada Air Macau,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Enggan Berpenampilan Necis

Dream - Pria kelahiran Kuala Lumpur ini juga memegang teguh prinsip bahwa aset terbesar perusahaan adalah pegawainya. Dia juga sebisa mungkin berpakaian sederhana.

Faktanya, Fernandes tidak berpenampilan necis di depan karyawan. Karena tidak terlihat seperti bos-bos besar, taipan pemilik Queen Park Rangers (klub sepak bola Inggris) ini malah kerap disangka sebagai imigran ilegal oleh bandara Malaysia.

Tapi, ada makna di balik gaya pakaian Fernandes.

“ Ketika kamu terlihat lebih baik, akan ada jarak (dengan karyawanmu). Kalau kamu berdandan lebih buruk dari karyawan, mereka akan nyaman berbincang-bincang denganmu,” kata dia.

Satu hal lagi, dia juga berpesan kepada perusahaan untuk mempercayai tim dan ide-idenya karena pemikiran itu bisa membuahkan hasil yang baik.

 

5 dari 5 halaman

Punya Pilot Wanita, Salah Satunya Mantan Miss Thailand

Dream - Fernandes mengatakan Air Asia menjadi maskapai pertama di Malaysia dan ASEAN yang memiliki pilot wanita. Sepuluh persen pilot Air Asia adalah wanita.

Jumlah ini lebih banyak dari maskapai di Kanada dan Amerika Serikat, di mana pilot wanitanya hanya 5 persen. Ada juga pilot wanita Air Asia yang merupakan Miss Thailand 2005, Chananaporn Rosja.

“ Kami juga satu-satu maskapai di dunia dengan Miss Thailand. Kalahkan ini, Singapore Airlines,” kata dia.

Meskipun bercanda, Fernandes menyampaikan perusahaan sebaiknya membuka pintu untuk orang-orang yang ingin mengejar mimpi.

“ Sehingga setiap orang bisa percaya bahwa mereka dapat meminta sesuatu, berinivasi, atau bermimpi untuk maju atau maju dalam perusahaan,” kata dia. (ism) 

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id