Dengan Toleransi, Dubai Menjelma Jadi Kota Internasional Dunia

Dinar | Senin, 8 April 2019 19:15
Dengan Toleransi, Dubai Menjelma Jadi Kota Internasional Dunia

Reporter :

Tak heran ini menjadikan Dubai sebagai wilayah yang modern.

Dream - Saat tingkat toleransi di Tanah Air mulai menjadi pertanyaan, rasanya langsung kaget kala melihat sebuah tulisan " Year of Tolerance" yang begitu besar di tiap sudut kantor Dubai Tourism, di kawasan Dubai World Trade, Center.

Tulisan itulah yang dilihat Jurnalis Dream, Mutia Nugraheni kala bertandang ke Dubai, Uni Emirat Arab memenuhi undangan Dubai Tourism. 

 

Ramainya ajakan hidup bertoleransi ini memang sedang digaungkan di seluruh Uni Emirat Arab (UAE) dalam tiap aspek.

Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, bahkan sempat mendeklarasikan 2019 ini sebagai tahun toleransi.

UAE rupanya menyadari perekonomian negaranya takkan lagi bisa mengandalkan minyak untuk bisa membangun negeri ini.

" Butuh industri lain dan sektor privat agar terjadi kesinambungan pembangunan. Kerja sama dengan masyarakat internasional membutuhkan toleransi yang begitu besar, ini juga jadi kunci utama kami membangun Dubai menjadi kota internasional seperti sekarang," kata CEO Dubai Tourism, Issam Kazim, ketika ditemui Dream dan beberapa media di kantornya, Senin 8 April 2019.

Bukti toleransi itu ditunjukan Kazim di kantor miliknya. Dia saat ini mempekerjakan para stafnya yang tak hanya berasal dari 1-2 negara, tetapi dari banyak negara. Keberagaman ini juga bisa dilihat dari sekolah.

“ Bahkan di sekolah anak saya di kelas tidak mungkin terdiri hanya anak Emirati (sebutan untuk masyarakat asli Emirat). Dalam kelas bisa terdiri dari 4 atau lebih warga negara. Semua bisa mendukung satu sama lain, berhubungan baik dan tak mungkin tanpa toleransi,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Toleransi Juga Jadi Kunci Bangun Industri Pariwisata

Toleransi juga jadi modal utama dalam membangun industri pariwisata Dubai yang saat ini sudah sangat mapan. Kedatangan turis mencapai 16 juta pada 2018.

Issam mengungkap pembangunan industri pariwisata didominasi modalnya berasal dari sektor privat. Pemerintah dan raja membuat kebijakan yang sangat ramah bagi pemodal sehingga semuanya berjalan dengan mudah.

" Untuk di Dubai sendiri hingga sekarang kami merasa ini bukan hanya usaha masyarakat Dubai, tapi juga dari banyak masyarakat negara lain yang menjadikan Dubai sebagai rumah mereka, tempat mereka mencari uang, lalu mengajak keluarga mereka dan hidup di sini, " kata dia.

Banyak yang penasaran mengapa Dubai bisa jadi kota modern seperti sekarang padahal sebelumnya hanya gurun pasir tandus. Toleransi ternyata jadi kuncinya.(Sah)

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id