Tips Bisnis Kuliner ala Chef Arnold

Dinar | Selasa, 17 Desember 2019 16:12
Tips Bisnis Kuliner ala Chef Arnold

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kamu ingin merintis bisnis ala chef yang satu ini?

Dream - Membuka bisnis kuliner bukanlah hal yang mudah. Kamu harus punya strategi tepat untuk bisa bertahan di industri tersebut.

Chef Arnold Poernomo berbagi tips untuk bisnis kuliner. Arnold menyarankan untuk belajar masak agar bisa membuat masakan yang berkualitas.

“ Pertama-tama yang dilakukan adalah self empowerment. Belajar masak dulu sampai matang,” kata Arnold di Jakarta, Selasa 17 Desember 2019.

Selanjutnya, kamu bisa mencari pengalaman kerja di sebuah tempat untuk mengenal bisnis kuliner. Jika keterampilan sudah oke, barulah bisa meluncurkan bisnis.

“ Sekarang social media sangat berguna dan ada platform yang bisa menjadi retail kalian,” kata dia.

2 dari 7 halaman

Jangan Lupa Orisinalitas

Memperhatikan bahan dan kualitas makanan merupakan salah satu cara untuk bisa bertahan di industri kuliner. Tapi, orisinalitas dan keunikan juga diperlukan agar makanan buatanmu unik dan hanya bisa ditemukan di satu tempat.

“ Banyak yang copycat, enggak ada originality dari hidangan atau product. Kalau sudah pakai bahan original dan sudah punya identitas, pasti mempromosikan dan menjualnya lebih pede. Kalau cuma beda branding, tidak akan bertahan lama,” kata dia.

Maka dari itu, Arnold tidak menyarankan membuka bisnis makanan hanya karena mengikuti hype, seperti boba dan geprek. Karena tren akan cepat berlalu dan bisnisnya tidak akan bertahan lama.

“ Bisnis makanan hype itu tidak sustain. Hype akan terlalu ikutin tren. Tren akan cepat turun. Contohnya boba dan geprek-geprekan. Bikin makanan yang bisa dinikmati setiap hari,” kata dia.

3 dari 7 halaman

Tips Memulai Bisnis Kuliner yang Diminati Generasi Kekinian

Dream - Generasi kekinian selalu jadi pasar yang menggiurkan bagi dunia industri. 33 persen dari populasi anak muda Indonesia gemar mencoba hal-hal baru, kreatif dan inovatif.

Pakar kuliner sekaligus chef, Yuda Bustara, mengatakan kaum muda kekinian merupakan segmen yang sulit dipuaskan dan mudah bosan. Sehingga, mereka akan terus mencari hal baru terutama soal kuliner.

Nah, jika ingin berbisnis di bidang kuliner, Sahabat Dream perlu rajin melihat tren yang berkembang di media sosial seperti YouTube atau Instagram. Ini agar bisa mengikuti selera anak kekinian.

" Bisnis kuliner itu nggak bakal mati kalau orang masih makan. Asal selalu berinovasi saja," ujar Chef Yuda Unilever Food Solutions Gelar Kompetisi 'Ngulik Rasa' di Seia Restaurant, Jakarta Pusat, Kamis 21 November 2019.

Selalu pantau media sosial

Chef Yuda mengatakan ciri generasi kekinian adalah mudah bosan. Mereka biasanya memanfaatkan media sosial sebagai referensi.

" Jadi dikulik-kulik saja, buka Youtube atau Instagram," kata dia

 

4 dari 7 halaman

Bikin Yang Menarik, Baik Menu Atau Tempatnya

Menu atau lokasi Instagrammable

Sediakan menu yang menarik dan unik. Sehingga mereka penasaran dan ingin memajang gambarnya di Instagram.

Atau setidaknya, buatlah restoran dengan desain Instagrammable. " Supaya bisa foto di tempatnya," kata Chef Yuda.

 Bisnis Kuliner© Dream

Harga Terjangkau

Harga yang terjangkau tentu menjadi salah satu syarat untuk menarik pengunjung. Tak terkecuali generasi kekinian. Kamu bisa membuat diskon atau cashback.

Menggunakan Teknologi

" Biasanya milenial akan tertarik jika attached dengan teknologi. Misalnya, mereka bisa bayar pakai aplikasi dan mendapat cashback dan lain-lain," ungkapnya.

 

5 dari 7 halaman

Selalu Sajikan Menu Sehat

Mudah Didapatkan

Dengan beragam aplikasi pesan antar, tentunya millenial akan lebih tertarik pada makanan yang menyediakan layanan tersebut agar lebih cepat dan praktis ketika ingin disantap. Apalagi harga pengantarannya juga cukup terjangkau.

 Bisnis Kuliner© Dream

Menu Sehat

Seiring dengan tren gaya hidup sehat, millenial juga lebih memilih menu sehat. Meskipun tak sepenuhnya sehat, namun mereka mulai memperhatikan kualitas makanan atau minumannya.

Terlepas dari semua hal di atas, Sahabat Dream juga perlu memperdalam kemampuan berbisnis agar bisa lebih memahami pasar.

" Perdalam dulu knowledge base-nya, khususnya marketing dan bisnis. You'll run the business, kadang ada hal yang harus dicocokkan dengan market," tutup Founder CRP Group, Rex Tarigan.

6 dari 7 halaman

Bisnis Kuliner Ngehits tapi Tak Cepat Meredup? Begini Triknya

Dream – Tahun baru, semangat harus baru, dong, terutama buat kamu yang ingin merintis bisnis. Nah, buat kamu yang bingung merintis bisnis, tak ada salahnya mencoba bisnis kuliner.

Bisnis ini memang terkenal paling cepat tumbuhnya, begitu pula dengan trennya.

Setelah kejayaan cappuccino cincau, masyarakat Indonesia juga sempat keranjingan kuliner es kepal Milo. Di sudut jalan, sering ditemui penjual es kepal Milo.

Ya, pencuci mulut asal Malaysia ini memang nge-hits di Indonesia selama beberapa bulan. Setelah itu, pamornya mereda. Beberapa pelaku bisnis juga mengaku telah merugi karena telah terlanjur membeli mesin serut dan booth dengan biaya yang tidak sedikit.

Dikutip dari Vemale, Kamis 3 Januari 2018, ada empat hal yang harus kamu perhatikan ketika tetap ingin berbisnis kuliner yang lagi hype.

Pertama, kamu harus pintar melihat peluang. Bisnis musiman ini memang berjalan dalam waktu tertentu dan “ usianya” tidak panjang. Di sinilah kamu harus pintar melihat peluang. Cobalah untuk mengintip media sosial atau pembicaraan di grup-grup tentang apa yang menjadi tren.

7 dari 7 halaman

Jangan Lupa Tentukan Target Pasar, ya!

Kedua, jangan lupa mencari pasar yang sesuai. Dalam berbisnis, menentukan target pasar adalah hal yang paling penting. Dengan menentukan targetnya, kamu bisa memerinci strategi yang akan dijalankan, termasuk menentukan harga beli dan harga jual. Tentukan target pasar yang spesifik agar lebih mudah untuk mempromosikan bisnismu.

Ketiga, kualitas adalah nomor satu. Meskipun hanya berjalan beberapa bulan, ini tidak berarti kamu bisa menjual barang yang ala kadarnya.

Berikanlah layanan dan produk yang berkualitas agar pembeli tidak kecewa. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan pelanggan tetap yang setia denganmu di bisnis selanjutnya.

Keempat, inovasi adalah kunci. Menjalani bisnis musiman memang tak mudah karena biasanya banyak orang yang juga membuka bisnis sama.

Selain itu, kamu harus bersiap-siap dengan kemungkinan bisnis tidak berumur panjang. Untuk itu, teruslah berinovasi dan meningkatkan kreativitas agar menjadi pembeda dari bisnis serupa lainnya.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id