Tips Atur Uang Agar Lebih Berkah, Gunakan Pola Ini

Dinar | Selasa, 10 Desember 2019 10:22
Tips Atur Uang Agar Lebih Berkah, Gunakan Pola Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mengelola keuangan juga diajarkan dalam Islam.

Dream - Sebagai Muslim, menjalani kehidupan sangan dianjurkan sesuai dengan syariat Islam. Misalnya, cara mengatur keuangan.

Islam telah menetapkan ajaran-ajaran finansial dalam Al-Quran dan hadis. Tujuannya agar umat Islam terjebak pada pemborosan sekaligus bisa membuat hidup sejahtera.

Dikutip dari Cermati, Selasa 10 Desember 2019, kamu bisa menggunakan formula 1-1-1 untuk mengatur keuangan dan di dalamnya sudah porsi untuk sedekah. Rumus ini pernah diterapkan oleh salah satu sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Salman Al Farisi dalam mengatur finansial.

Salman menggunakan uang 1 dirham untuk modal membuat anyaman seharga 3 dirham. Nah, pendapatannya ini dibagi untuk tiga bagian: 1 dirham untuk keperluan keluarga, 1 dirham untuk sedekah, dan 1 dirham untuk modal usaha.

Kedua, menabung dan investasi. Dua hal ini punya keuntungan untuk kehidupan di masa depan.

Awalnya memang terasa sulit karena kamu merasa pendapatan akan berkurang jika ditabung. Padahal, dengan dua cara ini kamu bisa mengumpulkan uang yang lebih banyak.

Ketiga, jangan boros. Surat Al-Furqan ayat 67 menyebutkan manusia sebaiknya tidak boros atau kikir dalam berbelanja. Memang, Islam melarang boros karena merugikan.

Kamu bisa membeli kebutuhan sesuai kadarnya, tak kurang dan tak lebih. Hindari pula membeli barang yang tak diperlukan.

Keempat, sedekah. Islam mengajarkan umatnya untuk bersedekah. Dalam 2,5 persen harta yang diterima, terdapat hak orang lain di dalamnya. Sisihkan pendapatan yang diterima setiap bulan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Lagipula, Allah SWT menjanjikan harta seseorang akan berlipatganda jika mau sedekah. Sedekah juga jadi salah satu cara kamu bersyukur atas nikmat yang diperoleh.

Selengkapnya baca di sini.

2 dari 6 halaman

Baru Punya Anak? Ini Cara Mulai Mengelola Keuangan Keluarga

Dream – Sahabat Dream, selamat atas kelahiran anak pertama. Sungguh menyenangkan, ya, punya anak.

Sekarang kamu baru melangkahkan satu kaki di dunia yang baru. Menjadi seorang ibu. Keluarga kecilmu akan semakin ceria dengan tawa si buah hati. Tapi jangan terlena dulu ya. 

Mempunyai anggota baru di tengah keluarga tentu bakal mengubah semua keadaan yang selama ini hanya dijalani bareng pasangan hidupmu. Salah satu yang harus diperhatikan adalah keuangan.

Bertambah anggota keluarga baru tentu membuat pengeluaaran rumah tangga jadi membengkak. Uang bulanan akan bertambah karena kamu harus mulai menganggarkan dana untuk membeli popok, baju, gurita, bedak, minyak bayi, dan susu bayi. Belum lagi kereta bayi dan kotak tidur bayi.

Jika tidak pintar mengelola keuangan, dompet akan “ kebakaran”.

Nah buat kamu yang baru memiliki anak atau sedang hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

 50 Nama Bayi yang Dilarang di Arab Saudi, Apa Alasannya?50 Nama Bayi yang Dilarang di Arab Saudi, Apa Alasannya? © © MEN

Pertama, pangkas anggaran pengeluaran bulanan untuk menutup kebutuhan bayi.

Langkah pertama ini harus dilakukan, apalagi kalau ibu memutuskan untuk berhenti bekerja setelah melahirkan. Otomatis pemasukan akan berkurang. Bicarakan dengan pasangan biaya apa saja yang akan dicoret dari pengeluaran, misalnya anggaran makan di luar setiap akhir pekan.

3 dari 6 halaman

Rancang Anggaran Keluarga

Kedua, mulai membuat anggaran keluarga. Bukan lagi anggaran bareng sang suami saja.

Sebelum merancang anggaran ini, suami dan istri harus saling terbuka tentang keuangan. Buatlah peraturan-peraturan keuangan, misalnya tak boleh membeli barang di atas harga Rp200 ribu tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Selanjutnya, luangkan waktu untuk berdiskusi kepada pasangan tentang anggaran keuangan.

Ketiga, atur uang sesuai dengan cara yang pas untuk Anda.

Beragam cara bisa dilakukan untuk mengelola keuangan keluarga. Setidaknya ada tiga opsi yang bisa dipilih dan diterapkan untuk keuangan keluarga setelah memiliki anak.

 Ilustrasi suami dan istri merancang bujet.Ilustrasi suami dan istri merancang bujet. © Shutterstock

Pilihan pertama adalah kamu dan pasangan sepakat untuk menjaga masing-masing uang, tapi sepakat untuk membayar tagihan berdasarkan pos yang ditentukan. Misalnya suami membayar cicilan rumah dan listrik, sedangkan istri kebutuhan sehari-hari seperti sabun, beras, dan lauk-pauk.

Jika terbuka dan percaya 100 persen satu sama lain, kamu bisa memilih opsi kedua yaitu menggabungkan uang bersama suami ke rekening bersama. Rekening bersama ini digunakan untuk membayar tagihan apa pun.

Cara ketiga ini khusus untuk kamu yang tetap menjaga uang dan pengeluaran masing-masing. Kalian juga membuat rekening bersama untuk membayar segala macam tagihan.

4 dari 6 halaman

Batasi Pengeluaran

Terakhir, kamu memberikan batasan pengeluaran untuk diri sendiri dan pasangan.

Hal keempat yang harus diperhatikan adalah Sahabat Dream bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan bayi sendiri. Contohnya, membeli popok kain untuk menghemat pemakaian popok. Popok kain bisa dicuci dan digunakan kembali. Jangan sungkan untuk menggunakan barang lungsuran.

 Keranjang bayiKeranjang bayi © http://www.arabianbusiness.com

 

Daripada membeli barang baru, lebih baik menggunakan barang-barang bekas bayi saudara, misalnya keranjang bayi. Lumayan uangnya dihemat untuk membeli susu.

Sumber: Money Advice Service, Dream

(Sah)

5 dari 6 halaman

Begini Cara Mengatur Duit Biar Tak Pas-pasan, Dijamin Bebas Stres

Dream – Uang berkaitan erat dengan stres. Saat dompet tak terisi lembaran kertas berharga, stres bisa menyerang. Tak peduli kamu masih lajang atau sudah menikah.

Apalagi saat tagihan datang di saat uang pas-pasan. Jangankan mencapai tujuan finansial yang menyenangkan, membayar cicilan kartu kredit atau utang saja rasanya sangat berat.

Di sinilah stres datang. Kamu tak bisa berpikir jernih. Semua jalan keluar seperti tertutup. Lantas, bagaimana cara menghindari stres karena masalah uang?

 

 Begini Cara Mengatur Duit Biar Tak Pas-pasan, Dijamin Bebas Stres © Dream

 

Dikutip dari Fimela, Senin 16 September 2019, pertama kamu bisa mengendurkan analitik. Banyak orang mengharapkan uang datang secara ajaib. Hal ini disebut sebagai kelumpuhan analisis dan berpotensi meningkatkan stres.

Uang adalah tentang kehidupan dan kamu tidak akan benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, seperti pengeluaran bisa menjadi matematika yang rumit.

Untuk mendekati anggaran yang lebih fleksibel, berusahalah untuk tetap on track antara pemasukan dan pengeluaran yang kamu lakukan.

6 dari 6 halaman

Mengulang Anggaran Secara Teratur

Kedua, kamu bisa mengulang anggaran secara teratur. Pembicaraan berulang tentang pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan akan memberitahumu tentang sesuatu. Ini adalah tentang kejujuran tentang uang yang kamu gunakan dan memperkecil stres.

Ketiga, menyediakan waktu untuk memprediksi hal-hal yang akan terjadi. Banyak pengeluaran yang terasa tidak terduga sebenarnya mengikuti pola yang dapat diprediksi.

Keempat, meluangkan waktu untuk berbicara tentang uang dengan pasangan. Jika sudah punya pasangan, luangkan waktu setiap hari. Setidaknya 30 menit untuk berbicara tentang uang dengan pasangan.

Walaupun bukan topik yang menyenangkan, pahamilah pembicaraan ini takkan berlangsung selamanya. Tujuannya adalah menjaga agar kamu dan pasangan memiliki rasa aman secara emosional. Masih sering stres karena masalah uang?

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis
Join Dream.co.id