Tiga Alasan BI Keluarkan Aturan Hedging Syariah

Dinar | Jumat, 17 Juni 2016 15:14
Tiga Alasan BI Keluarkan Aturan Hedging Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

"Biaya ibadah haji rentan rugi karena kurs,"

Dream - Bank Indonesia (BI) merilis aturan transaksi lindung nilai (hedging) syariah. Bank sentral telah memikirkan berbagai pertimbangan sebelum meluncurkan aturan hedging syariah ini.

Salah satunya pertimbangan utama BI adalah transaksi valuta asing serta dana haji dan umrah. Selama ini, perhitungan biaya haji memang menggunakan patokan mata uang dolar AS.

" Ada pertimbangan yang menjadi concern mengapa hedging syariah itu perlu," kata Deputi Gubernur BI, Hendar, dalam acara " Sosialisasi Ketentuan Bank Indonesia tentang Transaksi Lindung Nilai Berdasarkan Prinsip Syariah (Hedging Syariah)" di kompleks BI, Jakarta, Jumat 17 Juni 2016.

Hendar mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan BI untuk merilis aturan hedging. Pertama, BI melihat industri perbankan syariah terus berkembang berdasarkan aset perbankan syariah serta potensi peningkatan transaksi valuta asing (valas) baik oleh perbankan maupun nasabah, seperti haji dan umrah.

Dikatakan bahwa pembiayaan valas syariah sebesar Rp14 triliun per bulan. Tak hanya itu, jumlah dana haji di lembaga keuangan syariah dan biaya haji diperkirakan akan meningkat hingga tahun 2029. " Biaya ibadah haji rentan rugi karena kurs," kata dia.

Yang kedua, kondisi perekonomian global ini masih punya risiko terhadap stabilitas nilai tukar. Kondisi pasar mata uang saat ini masih dibayar-bayangi Brexit dan Fed Fund Rate.

" Jadi, ada risiko-risiko yang bisa membuat nilai tukar ke arah yang kurang menguntungkan bagi kita, sehingga perlu mitigasi," kata dia.

Pertimbangan ketiga, kata Hendar, Indonesia sebelumnya belum memiliki aturan yang mengatur hedging syariah.

Sekadar informasi, BI telah merilis Peraturan Bank Indonesia No. 18/2/PBI/2016 tentang Transaksi Lindung Nilai Berdasarkan Prinsip Syariah pada 24 Februari 2016 dan Surat Edaran (SE) Ekstern No. 18/11/DEKS tanggal 12 Mei 2016.

Dengan dirilisnya dua aturan ini, Hendar berharap agar transaksi lindung nilai syariah ini bisa menjadi stimulus bagi perkembangan industri keuangan syariah. Hedging syariah pun diharapakan bisa mendukung pendalaman pasar keuangan syariah Indonesia sehingga bisa mendorong penerbitana sukuk valas.

" (Sehingga) pada akhirnya pembiayaan syariah juga diharapkan bisa meningkat, khususnya, pada sektor-sektor produktif maupun proyek infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah," kata dia.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id