Deretan Profesi yang Dituding Paling Demen Sebar Hoax Covid-19

Dinar | Senin, 3 Agustus 2020 18:12
Deretan Profesi yang Dituding Paling Demen Sebar Hoax Covid-19

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Sebuah studi menyebut para selebriti dan politisi dengan jumlah followers yang banyak terbukti berperan signifikan terhadap penyebaran disinformasi virus corona Covid-19.

Dream – Semenjak pandemi corona Covid-19 menyebar di seluruh dunia, banyak berita hoax muncul dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Penyebaran berita dan informasi tersebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.

Lalu siapa yang paling berperan mempengaruhi penyebaran hoax di media sosial? Sebuah studi menyebut para selebriti dan politisi dengan jumlah followers yang banyak terbukti berperan signifikan terhadap penyebaran disinformasi virus corona Covid-19.

Aktor Woody Harrelson dan penyanyi MIA menjadi bahan kritik setelah keduanya memberi klaim tak berdasar tentang dugaan hubungan 5G dengan pandemi corona Covid-19.

Sementara presiden Brasil, Jair Bolsonaro, juga mendapat kritik tajam setelah menolak melakukan lockdown dan menganggap remeh virus yang berasal dari Tiongkok tersebut.

2 dari 5 halaman

Artis dan Figur Publik Berperan Penting

Peneliti Ungkap Cara Virus Corona Bikin Pasien Covid-19 Tak Bisa Mencium Bau© MEN

Lembaga Reuters Oxford untuk studi jurnalisme menemukan bahwa politisi, selebriti, dan tokoh publik lainnya bertanggung jawab untuk membuat atau menyebarkan 20 persen hoax tentang corona Covid-19. Postingan mereka menyumbang 69 persen dari total keterlibatan media sosial bagi penyebaran informasi mengenai corona.

Masalah ini semakin mengkhawatirkan ketika sejumlah warga Inggris mulai merusak tiang telepon seluler dalam beberapa hari terakhir di tengah berbagai klaim tak berdasar yang menghubungkan virus ini dengan layanan 5G.

Merespon keresahan tersebut, para pemilik perusahaan media sosial melakukan pertemuan dengan sekretaris budaya, Oliver Dowden. Mereka diminta melakukan tindakan untuk mengurangi bahaya penyebaran hoax tentang Corona Covid-19 pada platform media sosial, seperti WhatsApp dan YouTube.

3 dari 5 halaman

Pengaruh Hoax

Penelitian yang dilakukan Dr Daniel Allington, dosen social and cultural artificial intelligence at King’s College London, menunjukkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara orang-orang yang meyakini hoax corona Covid-19 dan para pelanggar aturan.

Berdasarkan studi eksperimental yang berkoordinasi dengan Center for Countering Digital Hate, orang-orang yang percaya tentang hubungan corona dengan tiang-tiang ponsel 5G cenderung tidak tinggal di dalam rumah, jarang mencuci tangan secara teratur atau bahkan tidak menjaga jarak sosial.

Kondisi ini makin berbahaya karena media sosial makin cepat menyebarkan hoax. Terutama dari public figure dan artis dengan jutaan pengikut di Twitter dan Instagram. Penyebaran informasi bahkan mengalahkan platform berita resmi.

" Sebagian orang memiliki jangkauan luas untuk menyebarkan berita,” ungkap Scott Brennen, seorang peneliti di Institut Reuters. " Rata-rata hoax yang tersebar berkaitan dengan kebijakan dan tindakan otoritas pemerintah, namun kami juga melihat hoax tentang medis,"

4 dari 5 halaman

Hoax WhatsApp

Ilustrasi Media Sosial© Merdeka.com

Brennen mengatakan penelitian terkait hoax corona Covid-19 juga banyak terdapat di aplikasi WhatsApp.

Dalam sebuah pesan voicemail, muncul sebuah hoax yang konon berasal dari seorang pekerja ambulans.

Ia menyebut bahwa ambulans tidak akan datang ke rumah penderita Covid-19, ada juga yang menyebut gelanggang es dijadikan kamar mayat sementara, dan dalam beberapa minggu ke depan, bayi, anak-anak dan remaja bisa meninggal tanpa gejala penyakit apapun.

Meresposn hoax yang beredar, petugas berwenang langsung bertindak untuk mengabaikan pesan tersebut.

" Informasi yang dibagikan dalam pesan voicemail tidak benar. Kami akan mendesak orang untuk mengabaikan pesan dan tidak membagikannya lebih lanjut,"

5 dari 5 halaman

Selebriti yang Tak Percaya Pandemik Covid-19

MIA

Penyanyi asal Inggris tersebut merupakan salah satu artis yang tak percaya dengan virus corona covid-19. Mia juga merupakan aktivis anti vaksin. Dalam twitter pribadinya, ia memposting serangkaian berita yang mengkritik petugas pemasang serat broadband di luar rumahnya di London. Ia menghubungkan fenomena corona dengan pemasangan peralatan 5G.

Woody Harrelson

Aktor tampan yang membintangi Cheers and True Detective juga membagikan informasi di laman Instagram pribadinya. Ia membuat klaim tak berdasar yang menghubungkan wabah corona Covid-19 dengan pemasangan peralatan 5G di kota-kota Cina.

Amir Khan

Dalam salah satu posting Instagramnya, Amir menggabungkan banyak kasus konspirasi berkaitan dengan virus corona Covid-19.

Petinju asal Inggris itu mengklaim bahwa virus corona adalah buatan manusia (dirancang untuk memusnahkan populasi dunia). Amir juga menyebut bahwa kebijakan lockdown di seluruh dunia dilakukan untuk menyediakan perlindungan bagi peluncuran 5G.

(Sah, Sumber: The Guardian)

 

Join Dream.co.id