Bukan Cuma Jargon, Ini Cara Ubah Kegagalan Jadi Kesuksesan

Dinar | Senin, 18 Februari 2019 11:15
Bukan Cuma Jargon, Ini Cara Ubah Kegagalan Jadi Kesuksesan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Tak selamanya, `jatuh` itu menyakitkan.

Dream – Di dunia karier atau bisnis, jatuh ke titik nadir kadang menjadi jalan terbaik untuk kembali meraih puncak. Kegagalan yang dialami seseorang sebenarnya merupakan kesempatan langka untuk meraih sukses bagi orang-orang yang gagal dalam bisnis atau kehilangan pekerjaan.

Hal ini diungkapkan dalam kajian yang dilakukan oleh peneliti di University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat.

Dikutip dari studyfinds.org, Senin 18 Februari 2019, kajian ini telah dipublikasikan dalam Academy of Management Review. Kajian tersebut menyebut pekerja sering menemukan dirinya terpuruk dalam pekerjaan untuk waktu yang lama. Saat itulah, mereka bisa memilih apakah tetap terperosok atau mencari jalan baru yang akan membawanya ke “ tempat yang lebih tinggi”.

“ Ketika jatuh, kita panik dan mencoba segala hal untuk memperbaiki situasi. Kita juga menderita karena gagal,” kata pemimpin riset, Dean Shepherd.

Shepherd mengatakan situasi ini bisa diperbaiki jika orang-orang bisa membebaskan diri dari kesalahpahaman dan emosi negatif. Jika ini dilakukan, mereka bisa menciptakan kondisi untuk menemukan solusi yang lebih baik.

Dia menambahkan orang harus mencari “ identitas kerja” baru ketika kehilangan pekerjaan atau perang. Ketika kehilangan identitas, mereka akan memilih yang baru untuk bertahan hidup. Shepherd mengatakan karyawan bisa bangkit kembali dengan identitas baru yang dirasa lebih nyaman.

Cara ini juga berlaku bagi pebisnis yang usahanya di ujung tanduk atau gulung tikar. Dia bisa mengeksplorasi kembali keterampilan bisnis yang bisa diterapkan di lingkungan perusahaan. Atau, menempa diri dengan ilmu baru. Bisa juga pebisnis ini mencoba usaha lainnya yang berisiko lebih rendah.

“ Dalam kasus ini, ‘jatuh’ bisa membuka banyak sekali peluang baru,” kata Shepherd.

2 dari 2 halaman

Sayangnya, Banyak yang Merespons Kegagalan dengan Cara Negatif

Shepherd mengatakan tak semua orang merespons kejatuhan secara positif. Ada yang menanggapi kegagalannya dengan lari dari kenyataan. Ada juga yang beralih ke Narkoba atau Miras.

“ Seorang eksekutif yang gagal bisa melarikan diri ke alkohol atau menjadi kasar di rumah,” kata dia.

Kondisi ini bisa diperparah jika tak ada dukungan positif dari lingkungan sekitarnya. Misalnya, ada banyak orang yang bertanya mengapa tak kunjung mendapatkan posisi baru.

“ Ini bisa mengubah individu yang mati rasa dari emosi ekstrem ke perilaku yang destruktif,” kata dia. 

Nah Sahabat Dream, sekarang pilihan ada di tangan kamu. Mau pilih yang mana?

Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa
Join Dream.co.id