Ari Askhara Sering Masuk Kelas Pramugari Garuda Indonesia & Minta Nomor Telepon?

Dinar | Rabu, 11 Desember 2019 13:36
Ari Askhara Sering Masuk Kelas Pramugari Garuda Indonesia & Minta Nomor Telepon?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia mendatangi Garuda Training Center untuk masuk ke kelas pramugari.

Dream - Awak kabin PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) mengungkap keanehan yang sering dilakukan oleh mantan direktur utama, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Pria yang tenar disapa Ari Askhara dituding sering masuk ke kelas pramugari.

“ Sekelas direksi yang sudah dicopot itu bisa keliling-keliling Garuda Training Center untuk masuk ke kelas pramugari,” ungkap pramugari senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia, dikutip Dream dari tayangan Indonesia Lawyer Club: Garuda Diserempet Moge, Rabu 11 Desember 2019.

Tak hanya meninjau langsung ke kelas, Yosephine mengatakan eks dirut juga mencari tahu ada tidaknya para pramugari yang sudah mengenyam pendidikan untuk menjadi awak kabin pesawat Boeing 777 dan business class.

Yang paling ganjil, ungkap Yosephine adalah Ari meminta nomor telepon masing-masing pramugari. “ Habis itu diminta nomor kontaknya,” kata dia.

(Baca: Awak Garuda Bongkar Masa Kelam Kepemimpinan Ari Askhara)

Yosephine mengatakan perlakuan mantan Dirut ini telah membuat para pramugari menjadi terkotak-kotakan. Kelompok-kelompok di kalangan awak kabin pun terbentuk. Kelompok yang istimewa ini bisa bertugas di pesawat Boeing 777 dan terbang ke Eropa.

“ Sampai buka kelas khusus 777 untuk kelas-kelasnya dia saja. Itu tercipta, ‘Oh, ternyata direksi kita gini’,” kata dia.

Hingga saat ini Ari Askhara belum memberikan komentar terkait isu tak sedap yang tengah menjadi perhatian publik. Pernyataan resmi datang dari jajaran komisaris Garuda Indonesia. 

Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol mengatakan jajaran direksi pernah mendapat teguran terkait informasi miring soal kinerja perusahaan. Meski baru spekulasi, teguran itu tetap ditanyakan kepada direksi. 

Dalam penjelasannya kepada komisaris, direksi mengatakan jika tidak ada persoalan serius dalam perusahaan. 

(Baca: Direksi Garuda Sudah Pernah Kena Tegur, Ini Jawaban ke Komisaris)

2 dari 6 halaman

Direksi Garuda Sudah Pernah Kena Tegur, Ini Jawaban ke Komisaris

Dream - Dewan komisaris PT Garuda Indonesia Tbk menegaskan telah menegur jajaran direksi setelah mendengar informasi tentang isu tak sedap terkait kondisi perusahaan dan para pramugari. 

Dalam beberapa hari terakhir publik disuguhkan informasi tentang kondisi internal maskapai penerbangan nasional ini. Isu tak sedap ini muncul setelah Kementerian BUMN memberhentikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) sebagai direktur utama PT Garuda Indonesia Airlines (Persero).

Penonaktifan Ari Askhara dilakukan setelah muncul kasus penyelundupan onderdil motro Harley dan sepeda mahal Brompton di pesawat Airbus yang baru dibeli Garuda. 

 

 Direksi Garuda Sudah Pernah Kena Tegur, Ini Jawaban ke Komisaris

 

Dalam tayangan Indonesia Lawyer Club: Garuda Diserempet Moge, Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol, menegaskan jajaran komisaris telah mendengar rumor tersebut. Sahala mengatakan dewan komisaris belum mendapatkan laporan tersebut secara tertulis.

“ Di rapat-rapat direksi dan komisaris kami memberikan teguran kepada direksi dan mempertanyakan hal tersebut,” kata Sahala di Jakarta, dikutip Dream, Rabu 11 Desember 2019.

Menurut Sahala, jajaran komisaris telah melayangkan teguran lisan kepada direksi maskapai BUMN ini dan sempat mempertanyakan kebenarannya. Komisaris meminta direksi untuk membenahi pengelolaannya.

“ Walaupun rumor, kami menanggapi positif. Dia menjawab tidak ada. Kami minta lakukan perbaikan dan kami tinjau kembali,” kata dia.

Sahala mengatakan jajaran komisaris terus meneliti rumor-rumor seputar kepimpinan Ari Askhara di Garuda. “ Komite audit tetap melakukan pengamatan,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Harley

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bertemu denan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia pada Sabtu 7 Desember 2019. Mereka membahas tindak lanjut pemecatan Ari Ashkara dari kursi Direktur Utama maskapai pelat merah tersebut.

" Pertemuan tersebut menyepakati pemberhentian sementara waktu bagi seluruh anggota Direksi yang terindikasi terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton," demikian pernyataan tertulis Kementerian BUMN yang diterima Dream.

Dewan Komisaris akan mengangkat pelaksana tugas untuk jabatan Direksi yang diberhentikan sementara tersebut pada kesempatan pertama. Sebelumnya, Dewan Komisaris Garuda telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor: DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

 Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Harley

 

Erick meminta Komite Audit agar tetap melakukan investigasi lanjutan terhadap kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan ferry flight pesawat Garuda Indonesia GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada 17 November di Soekarno-Hatta Cengkareng.

Terkait kasus ini, Erick berpesan agar seluruh karyawan Garuda Indonesia dapat menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak terganggu dengan adanya restrukturisasi. " Saya minta seluruh karyawan Garuda Indonesia tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para penumpang pesawat," kata Erick Thohir.

4 dari 6 halaman

Fuad Rizal Diangkat Pelaksana Tugas Dirut Garuda Indonesia

Dream - Direktur Keuangan dan Managemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal, dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Keputusan itu dibuat Dewan Komisaris Garuda Indonesia No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019.

Keputusan tersebut diambil setelah Menteri BUMN, Erick Thohir, membebastugaskan Ari Askhara dari jabatan Dirut. Ari diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dalam kargo pesawat Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia yang baru dibeli.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, mengatakan Fuad akan bertugas hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar.

" Plt Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan," ujar Ikhsan melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat 6 Desember 2019.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan Garuda akan melaksanakan segala hal untuk penyelenggaraan RUPSLN sesuai Anggaran Dasar dan peraturan yang terkait.

" Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku," ucap dia

5 dari 6 halaman

Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

6 dari 6 halaman

Siasat Sang Dirut Beli dan Angkut Moge Harley Pakai Pesawat Baru Garuda

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan motor Harley Davidson Shovelhead yang diangkut pesawat Garuda GA 9721 diduga milik salah satu pegawainya berinisial AA. Hal itu diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan komite audit. 

" Komite audit disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor HD diduga milik saudara AA," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Dari hasil penelusuran tersebut, Erick selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia memutuskan untuk memecat Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Inisial AA yang disebutkan menteri BUMN sama dengan sapaan Ari Ashkara yang merupakan nama pendek dari Dirut Garuda tersebut.

Menurut Erick, diangkutnya motor Harley menggunakan pesawat yang baru didatangkan Garuda ini berasal saat AA memberikan instruksi ke anak buahnya untuk mencari Harley Davidson Shovelhead tahun 1970.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud saat motor yang dicarinya akhir ditemukan. Proses pembelian motor klasik itu terjadi pada April 2019.

Dalam menjalankan transaksinya, uang pembelian motor oleh AA itu ditransfer melalui rekening pribadi SAS yang menjabat Senior Finance Manager Garuda.

" Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," kata dia.

Setelah dana diterima, AA meminta bantuan seseorang berinisial IJ untuk proses pengiriman Harley Davidson Shovelhead tersebut.

”Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini," kata dia.

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id