Terjerat Utang Pinjol, Guru TK di Malang Diancam Akan Dibunuh Debt Collector

Dinar | Kamis, 20 Mei 2021 14:45

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Utangnya senilai total Rp40 juta dari puluhan aplikasi pinjol.

Dream – Seorang guru TK di Malang, Jawa Timur, dipecat dari pekerjaannya. Dia mendapatkan teror dari sejumlah debt collector pinjaman online (pinjol).

Dikutip dari akun Instagram @makassar_iinfo, Kamis 20 Mei 2021, korban bernama Tulip (nama samaran) ini memiliki utang senilai Rp40 juta. Utang ini diperoleh dari pinjaman 24 pinjol. Tulip terpaksa meminjam untuk menempuh pendidikan S-1.

Semula, dia meminjam uang dari empat pinjol karena masing-masing aplikasi dibatasi pinjamannya sebesar Rp500 ribu-Rp600 ribu. Sayangnya, bunga yang dipatok sangat besar, yaitu 100 persen dari pinjaman awal.

Tak hanya itu, tenornya pun sangat pendek, yaitu seminggu. Baru lima hari pinjam hari, Tulip sudah ditagih, bahkan diteror. Debt collector pun sampai mengancam akan menggorok leher guru ini.

Untuk menghentikan teror debt collector, dia terpaksa meminjam lagi dari pinjol lainnya demi utang bisa ditutup.

 

 Guru TK diteror utang pinjol.© Akun Instagram @makassar_iinfo

Terjerat Utang Pinjol, Guru TK di Malang Diancam Akan Dibunuh Debt Collector
Seorang Guru TK Terjerat Utang Pinjaman Online. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
2 dari 3 halaman

OJK dan Baznas Malang Turun Tangan

Kasus yang dialami guru TK ini menarik perhatian Otoritas Jasa Keuangan. Kepala Kantor OJK Malang, Sugirto Kasmuri, telah bertemu Tulip. Pertemuan ini juga dihadiri Walikota Malang, Sutiaji, yang juga memberi perhatian terhadap kasus ini.

Dalam pertemuan tersebut, sang guru mengaku telah meminjam di 19 fintech lending ilegal dan lima fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Total kewajibannya mencapai sekitar Rp35 juta, dengan rincian Rp29 juta di fintech lending ilegal dan Rp6 juta di fintech lending resmi.

OJK akan memfasilitasi penyelesaian kewajiban Susmiati pada fintech yang legal dan akan berkoordinasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengenai kemungkinan adanya pelanggaran pelayanan yang dilakukan terhadap sang guru.

Sementara mengenai pinjaman pada fintech lending yang ilegal, dalam pertemuan itu disepakati akan dibantu penyelesaiannya oleh Baznas Kota Malang sesuai arahan Walikota.

Kantor OJK Malang juga akan menindaklanjuti kasus ini dengan menemui Kapolresta Malang guna membahas penanganan terhadap fintech lending yang ilegal.

3 dari 3 halaman

Fintek Ilegal Bahayakan Masyarakat

Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, juga menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa Susmiati dan meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan fintech lending yang tidak terdaftar atau berizin OJK.

“ Kami sangat prihatin dengan peristiwa ini. Ini bukti bahwa kegiatan fintech lending ilegal ini sangat membahayakan masyarakat," kata dia.

Tongam juga meminta masyarakat yang sudah menjadi korban penagihan dengan kekerasan dari fintech lending ilegal untuk segera melaporkannya kepada Kepolisian " Kegiatan penagihan yang tidak beretika dari fintech lending ilegal dengan teror, intimidasi, atau pelecehan merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir dan harus diproses hukum. Kita percayakan penanganannya di Kepolisian," kata Tongam.

Satgas Waspada Investasi dalam operasionalnya mencegah kerugian masyarakat hingga April kembali menemukan 86 platform fintech lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Sejak 2018-April 2021 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.193 fintech lending ilegal.

Join Dream.co.id