Jangan Asal Tergiur Cuan Saham Para Artis, Sudah Paham Hal Dasar Ini Belum?

Dinar | Rabu, 6 Januari 2021 18:45

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Baca ini dulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham.

Dream – Unggahan artis yaitu Raffi Ahmad dan Ari Lasso yang mendapatkan keuntungan besar usai investasi saham jadi perhatian otoritas bursa saham. Meski mengaku tak mendapat endorse, keduanya mengatakan gain tersebut berasal datri kenaikan harga saham MCAS.

Dalam unggahannya di akun media sosial, Raffi mengaku keuntungannya mencapai lebih dari 20 persen dalam hitungan minggu untuk satu emiten. Dengan akun yang memiliki banyak follower, Raffi blak-blakan menyebut saham yang menjadi tempat investasinya.

Di luar persoalan Raffi dan para artis yang mengumbar keuntungannya bermain saham, pasar modal saat ini memang menawarkan imbal hasil menjanjikan. Tak heran banyak orang mulai menjajal menyemplung ke pasar saham karena tergiru untung tersebut.

Namun yang luput dari perhatian mereka bahkan berinvestasi saham tak semata-mata mendapat untung. Ada juga risiko besar yang harus ditanggung saat saham yang dimiliki turu harga bahkan sampai separuhnya.

Umumnya orang akan memperlajari dahulu dunia pasar modal sebelum memutuskan menanamkan uangnya di saham pilihan. Dengan begitu mereka akan tahu risiko yang dihadapi.

Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI), ada pengetahuan dasar yang harus dikuasai calon investor untuk terjun ke pasar saham. Yuk pelajari biar Sahabat Dream nggak buntung.

 

Jangan Asal Tergiur Cuan Saham Para Artis, Sudah Paham Hal Dasar Ini Belum?
Investasi Saham Ini Prinsipnya High Risk High Return, Jangan Asal Ikut-ikutan, Ya. (foto: Ilustrasi/Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Apa Itu Saham?

Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia, Rabu 6 Januari 2021, saham merupakan salah satu instrumen keuangan yang paling populer. Hal umum yang paling banyak diketahui adalah saham memberikan tingkat keuntungan yang menarik daripada instrumen keuangan lainnya.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ada dua cara mendapatkan keuntungan dari saham. Pertama, dividen yang berupa pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan. `Bonus` ini diberikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dari RUPS.

Cara kedua mendapat untung dari saham adalah capital gain yang merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp3 ribu kemudian menjualnya dengan harga Rp3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp500 untuk setiap saham yang dijualnya.

3 dari 4 halaman

Risiko Saham

Investasi saham ini menganut prinsip “ high risk, high return”, yaitu keuntungan yang diberikan memang besar, tapi risikonya pun tak kalah besar.

Ada dua risiko yang dihadapi oleh investor saham. Pertama, capital loss. Kondisi ini adalah investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT XYZ yang di beli dengan harga Rp2 ribu per saham, kemudian harga saham tersebut terus turun hingga mencapai Rp1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp600 per saham.

Kedua, risiko likuidasi. Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini, hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Namun, jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu, seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Karena risiko-risiko tinggi, investasi saham ini lebih cocok bagi investor yang berkarakter agresif. Orang-orang ini sudah terbiasa dengan fluktuasi dan tak takut untuk menanamkan modalnya di instrumen yang berisiko tinggi. Kalau kamu bukan termasuk tipe investor ini, ada produk-produk investasi lainnya yang cocok untuk dicoba. (Baca: 3 Tipe Investor Syariah Dilihat dari Profil Risiko, Kamu Tipe Mana?)

4 dari 4 halaman

Hal yang Dikuasai Sebelum Investasi Saham

Ada empat hal yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham. Pertama, kamu harus berkenalan dulu dengan saham. Jangan buru-buru buat keputusan, lakukan penjajakan dulu apalagi untuk kamu yang baru kenal alias masih awam.

Kedua, mengacu kepada indeks. Keberadaan indeks saham dapat membantu para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham.

Ketiga, analisis saham. Saat analisis saham, ada dua jenis pendekatan yang bisa kamu gunakan. Analisis fundamental cocok bagi Sahabat Dream yang ingin menerapkan strategi value investing.

Keempat, selalu update. Pastikan kamu selalu memperbaharui pengetahuan terkait dengan isu pasar yang dapat memengaruhi harga saham. Informasi-informasi ini misalnya pertumbuhan ekonomi, ekspor, impor, inflasi, hingga kebijakan-kebijakan yang dapat memengaruhi harga saham. (Baca: Tertarik Investasi Saham? Baca Dulu 4 Tips Ini)

Join Dream.co.id