Bahayakan Pesawat, Balon Udara Tak Berizin Bisa Didenda Rp500 Juta

Dinar | Selasa, 26 Mei 2020 13:24
Bahayakan Pesawat, Balon Udara Tak Berizin Bisa Didenda Rp500 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Penerbangan balon liar bisa mengancam keselamatan penerbangan.

Dream – Airnav Indonesia memperingatkan para pilot dan pihak-pihak di sektor penerbangan untuk mewaspadai ganguan balon udara liar. Imbauan itu disampaikan melalui penerbitan notice to airmen (NOTAM) bernomor A1165/20 NOTAMN.

Dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 26 Mei 2020, Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, mengatakan NOTAM yang diterbitkan berisi mengenai peringatan kepada para pilot yang melawati ruang udara di area Pekalongan, Wonosobo, Parakan dan Kajen.

“ Kami memperingatkan agar para pilot yang melewati area ruang udara tersebut berhati-hati. Ketinggian balon udara liar diperkirakan mulai dari 0-28 ribu kaki dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui,” kata Pramintohadi di Jakarta.

Hingga saat ini AirNav Indonesia belum menerima laporan dari pilot yang melihat balon udara di area ruang udara tersebut. Pramintohadi mengingatkan para pelaku penerbangan perlu menghindari balon udara liar karena bisa mengancam keselamatan penerbangan. Sementara bagi para pemilik balon udara diingatkan adanya sanksi tegas.

Sanksi bagi pemilik balon udara tersebut merujuk pada Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

“ Pasal 411 menyatakan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Aturan Harus Dipatuhi

Pramintohadi mengatakan bahwa terdapat aturan yang harus dipatuhi dalam menerbangkan balon udara ditambatkan yang dijelaskan di dalam PM 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. Namun, beberapa pemerintah daerah bahkan saat ini sudah melarang penerbangan balon udara dengan ditambatkan, karena kondisi pandemi COVID-19 dan upaya untuk mengimplementasikan jaga jarak (physical distancing).

Pemerintah Kabupaten Wonosobo misalnya, telah melarang penerbangan balon udara tradisional dalam pencegahan penyebaran COVID-19 serta keamanan dan keselamatan penerbangan yang tertuang di dalam Surat Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor: 130/155/2020 tanggal 11 Mei 2020. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyampaikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan, penerbangan, festival maupun kegiatan sejenisnya terkait dengan balon udara tradisional.

“ Keselamatan penerbangan tidak akan dapat terwujud tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk para pegiat balon udara tradisional. Mari bersama-sama kita jaga keselamatan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air khususnya para pengguna transportasi udara, dengan cara mematuhi aturan dan regulasi yang belaku,” kata dia.

Join Dream.co.id