Taruhan Nyawa, Segini Besaran Gaji Tukang Bersih Kaca Burj Khalifa

Dinar | Rabu, 17 November 2021 07:13

Reporter : Alfi Salima Puteri

Pekerjaan ini dapat beresiko jika angin sedang kencang.

Dream - Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya bagaimana cara membersihkan jendela gedung pencakar langit. Salah satu gedung tertinggi di dunia yang kita akan bahas kali ini adalah Burj Khalifa dengan ketinggian 828 meter.

Burj Khalifa dibangun pada awal 2004 dan selesai pada Oktober 2009, lalu dibuka untuk umum pada awal 2010. Untuk menjaga agar kaca jendela gedung ini selalu bersih, Burj Khalifa memiliki tim pembersih kaca.

Tentu saja, semakin tinggi pembersih kaca naik, semakin kencang pula angin yang menerpa mereka. Memeriksa dan mengukur kecepatan angin adalah bagian terpenting sebelum mulai membersihkan kaca. Hal ini bertujuan untuk memastikan besaran atau hembusan angin di atas sana.

Emaar Dubai, perusahaan pengembang real estate yang bertanggung jawab untuk Burj Khalifa, menyatakan bahwa pembersih kaca aman untuk bekerja pada kecepatan angin 20 knot atau sekitar 23 mil per jam, namun mereka akan berhenti jika kecepatan anginnya melebihi 12 knot atau sekitar 14 mil per jam.

Sebab pekerjaan ini dapat beresiko jika angin sedang kencang.

Taruhan Nyawa, Segini Besaran Gaji Tukang Bersih Kaca Burj Khalifa
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 6 halaman

Pembersih kaca harus bekerja setiap hari

 Ilustrasi© shutterstock

Dengan resiko yang tinggi, gaji untuk pembersih kaca Burj Khalifa sebesar UDD50 ribu atau sekitar Rp710 juta, yakni sebesar Rp60juta perbulannya.

Pembersih kaca harus bekerja setiap hari sepanjang tahun, karena untuk membersihkan semua jendela Burj Khalifa ini memakan waktu sekitar tiga bulan, dan dilakukan sebanyak empat kali setahun.

Tapi tenang saja, tim pembersih kaca tidak bekerja sendirian. Mereka dibantu kru yang mengoperasikan teknologi dan mesin canggih.

Perusahaan yang dikontrak untuk membersihkan Burj Khalifa, Cox Gomyl, merancang dan membangun sistem mesin pembersih jendela yang menguras biaya sekitar USD5,7 juta.

Hal ini untuk membuat semuanya menjadi lebih efisien.

3 dari 6 halaman

24 ribu jendela dengan 36 orang pembersih

 Ilustrasi© shutterstock

Untuk kondisi yang sulit dijangkau di puncak Burj Khalifa, ada mesin tak berawak yang dapat membersihkan bagian gedung yang lebih tinggi. Jika sedang tidak digunakan, mesin ini disembunyikan di berbagai ketinggian di sekitar gedung.

Meskipun Burj Khalifa memilik tinggi 828 meter dengan 24.000 jendela yang harus dibersihkan, tim pembersih kaca ini hanya terdiri dari 36 orang.

Tim ini masih menggunakan cara tradisional untuk membersihkan kaca, yakni menggunakan air sabun dan juga wiper pembersih jendela.

Sumber: Windowcleaningforums.co.uk

4 dari 6 halaman

Dubai Ingin Bangun 'Menara Gantung' di Langit, Asteroid Jadi Pondasinya

Dream - Dubai saat ini mungkin dikenal sebagai negara dengan banyak ambisi dalam urusan pembangunan gedung pencakar langit. Negara ini telah berhasil mengubah gurun tandus menjadi sebuah kota metropolis ditandai dengan hadirnya Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia.

Tak puas hanya memiliki bangunan tertinggi sejagat yang jadi simbol kebanggan negara, Dubai kini memasang target membangun menara gantung pertama di dunia.

Dilansir dari laman siakapkeli.my, konsep menara gantung ini pertama dikenal sebagai Analemma Tower. Desain bangunan tersebut diperkenalkan sebuah firma arsitektur di New York, Clouds AO, sekitar lima tahun lalu.

Menara ini tidak dibangun di atas tanah seperti bangunan biasa. Clouds AO berencana menggantungkan bangunan raksasa ini di batu asteroid yang membuatnya melayang di langit.

5 dari 6 halaman

Misi ‘Tangkap’ Asteroid

Untuk mendapatkan asteroid sebagai pondasi bangunan yang kokoh, Dubai sudah bekerjasama dengan lembaga antariska milik Amerika Serikat, NASA.

Diketahui NASA telah menjadwalkan misi 'menangkap' asteroid yang diharapkan bisa terwujud tahun ini.

 Ilustrasi© Clouds AO

Hal ini diupayakan karena Badan Antariksa Eropa ini telah berhasil membuktikan kemampuannya untuk mendarat di komet yang bergerak pada tahun 2015 silam.

Bangunan yang tergantung di asteroid ini nantinya akan berputar dalam bentuk delapan angka setiap hari dan kemudian akan kembali ke tempat asalnya di Dubai.

6 dari 6 halaman

Akan Dibangun Ruang Ibadah

Analemma Tower akan dilengkapi dengan ruang untuk berbagai aktivitas. Ruang kantor berada di lantai dasar, diikuti dengan ruang tamu, ruang ibadah dan berbagai ruang lainnya di lantai yang berbeda. Bahkan di menara ini juga terdapat ruang pemakaman di lantai paling atas.

 Ilustrasi© Clouds AO

10 Foto Adu Gaya Larissa Chou Vs Henny Rahman saat Momong Anak, Siapa Lebih Idaman?

Pembangunan menara gantung tersebut tentunya membutuhkan banyak dana. Namun sejauh ini masih belum ada informasi mengenai perkembangan proyek Analemma Tower di Dubai ini.

Ide Revolusioner

Ide revolusioner dari sebuah perusahaan arsitektur Clouds AO ini bertujuan untuk menyiasati keterbatasan lahan di Bumi. Mereka merancang konsep untuk mendirikan gedung pencakar langit dengan menggantungkannya pada asteroid.

Dengan demikian, gedung yang diberi nama Analemma Tower ini bisa menjadi pencakar langit tertinggi yang pernah ada.

Sosok Keluarga Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah yang Jarang Tersorot, Kini Dipercaya Asuh Gala

 Ilustrasi© Clouds AO

Sebagai informasi, rancangan Analemma Tower ini telah menjungkirbalikkan tradisi gedung yang dibangun di atas lahan di Bumi. Pasalnya pondasi Analemma Tower dipasang di asteroid yang mengorbit pada Bumi.

Jika benar-benar terwujud, maka Analemma Tower bisa jadi contoh bangunan yang mengeksplorasi strategi desain sistem planet.

Pancangnya menggunakan kawat raksasa dari ketinggian puluhan ribu kilometer di atas permukaan Bumi yang kemudian ditambatkan ke asteroid. Oleh sebab itu menara tersebut dapat diposisikan di mana saja dan diangkut ke lokasi tertentu, seperti di Dubai atau Kota New York.

Join Dream.co.id