Tarif Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong Rp500 Ribu Sekali Suntik

Dinar | Selasa, 11 Mei 2021 12:12
Tarif Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong Rp500 Ribu Sekali Suntik

Reporter : Ahmad Baiquni

Vaksinasi diprioritaskan kepada perusahaan yang sudah mendaftar ke KADIN.

Dream - Vaksinasi gotong royong untuk perusahaan sudah diizinkan Pemerintah. Demikian pula, tarif penyuntikan telah ditetapkan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan Pemerintah telah menetapkan tarif vaksinasi Covid-19 sebesar Rp500 ribu untuk satu kali suntikan. Tarif tersebut digunakan untuk biaya vaksin serta tenaga vaksinator.

" Harga sudah ditetapkan, harga vaksin Rp375 ribu per dosis dan penyuntikannya Rp125 ribu sehingga total Rp500 ribu," ujar Airlangga, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Airlangga mengatakan untuk vaksinasi gotong royong, sudah tersedia vaksin Sinopharm sebanyak 500 ribu dosis. Sementara nilai kontrak antara Pemerintah dengan penyedia vaksin tersebut mencapai 7,5 juta dosis secara keseluruhan.

 

2 dari 6 halaman

Pakai Sinopharm dan CanSino

Selain Sinopharm, vaksinasi gotong royong akan menggunakan vaksin CanSino. Pengirimannya akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

" Vaksin lain yang akan digunakan adalah CanSino dan sudah disiapkan 5 juta (dosis)," kata Airlangga.

Sementara untuk pelaksanaannya, kata Airlangga, diharapkan bisa dimulai pada akhir Mei 2021. Vaksinasi akan diprioritaskan berdasarkan zonasi penularan Covid-19 serta perusahaan yang telah mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia , dengan industri padat karya yang didahulukan.

3 dari 6 halaman

Kantongi EUA, Vaksin Covid-19 Sinopharm Bisa Dipakai Vaksinasi Mandiri

Dream - Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm, perusahaan farmasi berbasis di Beijing, China, resmi mengantongi Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin ini nantinya akan digunakan untuk Vaksinasi Mandiri atau Gotong Royong.

" Hari ini kami menyampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin produksi Beijing by Institute Biological Products," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube BPOM RI.

Penny mengatakan vaksin Sinopharm dikembangkan dengan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan. Vaksin ini didaftarkan di Indonesia dengan hak distribusi dipegang oleh PT Kimia Farma Tbk.

Dia juga memastikan pemberian EUA untuk vaksin Sinopharm sudah melalui tahapan evaluasi secara mendalam terhadap data uji klinik tahap 3.

Dari hasil evaluasi data mutu, produksi, dan studi praklinik dan klinik didapat kesimpulan pemberian vaksin Sinopharm dengan jeda antara 21-28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi.

" Efikasi serta respons untuk meningkatkan imun yang baik," kata Penny.

4 dari 6 halaman

Hasil Uji Klinis Tahap 3

Vaksin ini menjalani uji klinis tahap 3 di Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, melibatkan 42 ribu subjek. Tingkat efikasi vaksin ini mencapai 78 persen, dengan persentase antibodi yang terbentuk dalam 14 hari setelah suntikan dosis kedua berbeda pada tiap relawan.

" Pengukuran imunogenisitas setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua atau zero positive rate persentase subjek, persentase relawan yang terbentuk antibodinya pada saat uji klinik, netralisasinya adalah 99,52 persen pada orang dewasa dan 100 persen pada lansia," kata dia.

Menurut Penny, vaksin ini akan digunakan untuk orang dewasa usia 18 tahun ke atas. Jeda antara suntikan dosis pertama dan kedua sekitar 21 hingga 28 hari.

" Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan virus SARS-CoV2 dan mencegah Covid-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun," ucap dia.

5 dari 6 halaman

3,8 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba, Total Vaksin di Indonesia 67 Juta Lebih

Dream - Sebanyak 3,8 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca kembali tiba di Indonesia pada Senin malam, 27 April 2021. Vaksin ini merupakan batch ke dua yang didatangkan melalui jalur kerja sama multilateral dengan skema pengadaan GAVI.

" Alhamdulillah, Indnesia menerima batch kedua dari jalr multilateral yaitu dari COVAX facility berupa vaksin jadi AstraZeneca sebesar 3.852.000 dosis," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Batch pertama vaksin AstraZeneca, kata Retno, telah diterima Indonesia pada 3 Maret 2021 dengan jumlah 1,1 juta dosis. Kedatangan batch ke dua ini menjadikan jumlah vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia dari COVAX fasility mencapai 4.965.600 dosis secara gratis.

" Jika kita gabungkan vaksin dari jalur multilateral dan jalur bilateral, sejauh ini vaksi yang telah tiba di Indonesia adalah berjumlah 67.465.600 dosis," kata Retno.

Dia melanjutkan, sejak awal pandemi Pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri sembari terus memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. Karena itu, Indonesia aktif dalam pembahasan isu vaksin dunia.

" Indonesia duduk sebagai salah satu co-chair dalam COVAX EMC Engagement Group," terang Retno.

6 dari 6 halaman

Terjadi Perlambatan Pengiriman Vaksin

Retno mengungkapkan terjadi peningkatan kebutuhan global akan vaksin. Sementara, terjadi pula perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia.

" Keadaan baru ini mengharuskan Pemerintah Indonesia bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin yang aman dapat tercukupi," ucap dia.

Pemerintah juga terus berupaya agar program vaksinasi nasional dapat terus berjalan. Upaya diplomasi terus dijalankan siang dan malam agat kebutuhan vaksin dalam negeri dapat tercukupi.

" Karena kegigihan ini maka Indonesia sejauh ini Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah pemberian vaksinasi terbesar di kawasan Asia, setelah RRT dan India," ucap dia.

Join Dream.co.id