Terseok-seok di Sesi Pagi, Indeks Syariah Ditutup Naik Tipis

Dinar | Rabu, 4 September 2019 16:55
Terseok-seok di Sesi Pagi, Indeks Syariah Ditutup Naik Tipis

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sentimen positif untuk sektor pertambangan.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan tengah pekan ini, Rabu, 4 September 20019 di zona hijau. Tanpa sentimen positif yang berarti, tiga indeks acuan saham syariah sempat tertekan dan bolak-baik zona merah.

Penguatan mulai terjadi di sesi siang. Aksi beli investor mendorong tiga indeks saham syariah di BEI ke zona hijau dan menutup perdagangan dengan kenaikan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan menguat tipis 0,267 poin (0,14%) ke level 191,342. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di level 191,055 saat sesi prapembukaan.

Sesi pagi dilewati ISSI dengan dua kali mendekam di zona merah dengan tekanan jual pertama muncul usai 50 menit sejak perdagangan dimulai. Baru di sesi siang, ISSI mendapat energi baru untuk menembus zona hijau tepatnya 45 menit usai pembukaan sesi kedua.

Kenaikan tipis juga dicetak indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang kali ini menanjak 0,172 poin (0,02%) ke level 692,649.

Sementara indeks JII70 bergerak lebih baik dengan menguat 0,348 poin (0,15%) ke level 235,649.

Meski tanpa sentimen positif yang berarti, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil ditutup menguat. Dengan tren teknikal yang cenderung menguat, IHSG menanjak pelan 8,704 poin (0,13%) ke level 6.269,664.

2 dari 6 halaman

Sektor Pertambangan Paling Dilirik

Saham-saham dii sektor pertambangan tengah menjadi primadona pelaku pasar usai meroket 1,15 persen. Penguatan ini diikuti oleh indeks sektor perdagangan yang naik 0,74 persen, industri dasar 0,22, dan properti 0,19 persen.

Sementara tekanan terkadi pada indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,38 persen, pertanian 0,36 persen, dan barang konsumsi 0,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp575, PICO Rp430, MINA Rp200, PDES Rp190, dan ERAA Rp125.

Sebaliknya, yang terkoreksi adalah BRAM yang indeksnya melorot Rp1.400, POLU Rp320, POLL Rp225, TCID Rp200, dan FASW Rp150.

Kabar penghapusan subsidi listrik juga mengerek rupiah. Pada 16.17, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 39 poin (0,27%) ke level Rp14.188.(Sah)

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham

Dream - Pasar modal Indonesia kembali dihempas ketidakpastian. Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang penuh ketidakjelasan dimanfaatkan pemodal asing untuk menyelamatkan diri dari bursa saham dunia.

Aksi jual oleh pemodal asing marak terjadi di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 September 2019. Akibatnya, indeks saham kembai berguguran ke zona merah.

Koreksi juga dialami tiga indeks acuan di bursa saham nasional. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 1,026 poin (0,53%) ke level 191,0745.

ISSI sempat memulai perdagangan dengan bergerak menguat ke level 192,429 di sesi pra-pembukaan. Saat bel perdagangan berbunyi, laju ISSI kembali naik ke level 192,430.

 Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham

Laju positif ISSI hanya berlangsung singkat sekitar satu jam usai bel tanda perdagangan dimulai. Memasuki perdagangan pukul 10, ISSI mulai mengalami tekanan dan bergerak terbatas di zona merah. 

Hingga sesi perdagangan ISSI hanya sekali dua kali muncul sedikit di teritori merah. Tekanan jual jelang penutupan membuat ISSI tak lagi berdaya dan menutup perdangagan di zona merah.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun lebih dalam sebesar 6,043 poin (0,86%) ke level 692,699. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,889 poin (0,79%) ke level 235,501.

Tekanan jual yang dilakukan pemodal asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut tak berdaya. IHSG terkoreksi 28,956 poin (0,46%) ke level 6.261,956.

Sepanjang hari ini perdagangan saham cukup dengan total frekuensi saham 542.718 kali dan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun.

Namun raminya aksi beli itu diwarnai dengan langkah investor asing yang melakukan aksi jual saham Rp 319 miliar di pasar regular.

4 dari 6 halaman

Sektor Infrastruktur Terkoreksi

Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor infrastruktur, industri aneka, dan keuangan. Indeks sekor infrastruktur terkoreksi 1,29 persen, industri aneka 1,07 persen, dan keuangan 0,8 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu properti sebesar 0,19 persen, barang konsumsi 0,19 persen, dan perdagangan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya menguat Rp2.600, STTP Rp770, POLU Rp240, MDKA Rp200, ITMG Rp125, dan PCAR Rp115.

Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp475, TCID Rp300, FIRE Rp230, ISAT Rp230, danb FASW Rp200.

Pada 16.07, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 54 poin (0,38%) ke level Rp14.248 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Perang Dagang AS-China Memanas (Lagi), Indeks Syariah Melemas

Dream - Bursa saham Indonesia tak sempat merasakan sentimen penguatan Wall Street pada akhir pekan kemarin. Aksi beli investor di perdagangan pekan I September 2019 justru dihadang oleh isu perang dagang AS-China yang semakin memanas. 

Trump dan Xi Jin Ping kembali membuat ekonomi global dilanda kecemasan karena aksi saling menaikkan tarif impor tambahan. Sentimen tersebut langsung menyurutkan minta investor melantai di bursa saham. 

Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah mendengar sentimen perang dua negara besar tersebut.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,761 poin (0,39%) ke level 192,101. ISSI sempat dibuka menguat ke level 193,111 di sesi prapembukaan. ISSI sempat kembali menguat ke level 193,214 saat bel perdagangan dibunyikan.

 Perang Dagang AS-China Memanas (Lagi), Indeks Syariah Melemas

Namun laju menanjak itu hanya berjalan sesaat. ISSI langsung terjun ke teritori negatif saat perdagangan baru berjalan 5 menit. ISSI yang sempat jatuh ke level terendah 191,937, mendekam di zona merah hingga sesi penutupan berakhir.

Kondisi serupa dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang tiarap di teritori merah. Indeks berisi 30 emiten syariah ini turun 3,848 poin (0,55%) ke level 698,742.

Indeks JII70 merosot 0,859 poin (0,36%) ke level 237,190.

Sentimen negatif dari isu perang dagang -ChinaAS yang kembali menghadang membuat IHSG tak bisa berbuat banyak. IHSG melorot 37,924 poin (0,60%) ke level 6.290,546.

6 dari 6 halaman

Investor Jadi Malas Beli Saham

Memanasnya situasi perdagangan membuat investor enggan melantai di bursa. Para penanam modal cenderung menjual sahamnya, terutama di sektor industri aneka, properti, dan manufaktur. Ketiga indeks ini turun masing-masing 1,41 persen, 1,10 persen, dan 1,07 persen.

Hanya ada dua indeks yang menguat sektor industri dan perdagangan masing-masing sebesar 0,38 persen dan perdagangan 0,26 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLU yang harga sahamnya naik Rp500, INCO Rp440, SILO Rp300, EMTK Rp250, dan KEEN Rp194.

Sebaliknya, emiten pencetak top loser hari ini yaitu UNVR yang harganya melemah Rp900, ITMG Rp550, INTP Rp325, UNTR Rp325, dan MKPI Rp250.

Pada 16.08, kurs dolar AS terhadap rupiah cenderung melemah. Dolar AS terkoreksi 46 poin (0,32%) ke level Rp14.151 per dolar AS.

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id