Tantangan Perempuan Memimpin Perusahaan Teknologi yang Didominasi Kaum Pria

Dinar | Jumat, 18 Maret 2022 06:35

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Ekspektasi dan stigma masyarakat terhadap sosok perempuan telah mempengaruhi cara wanita menentukan masa depan

Dream - Perempuan memiliki hak untuk menentukan pilihan untuk kehidupannya. Pilihan untuk sukses dalam karier maupun pendidikan bisa dibuat tanpa harus terkurung oleh stigma keliru selama ini. Perempuan adalah sosok multitalenta karena bisa berperan dalam banyak peran.

Ekspektasi dan stigma masyarakat terhadap sosok perempuan telah mempengaruhi cara wanita menentukan masa depan.

Salah satu stigma yang masih berkembang di masyarakat itu adalah perempuan hendaknya tidak bersekolah atau memiliki karier tinggi karena akan membuat pasangan menjadi minder. Bahkan ada beberapa bidang kerja yang dianggap tidak cocok untuk para perempuan hanya karena melihat fisik semata.

Hari Perempuan Internasional di bulan Maret ini merupakan momen istimewa untuk mengingatkan dunia tentang kesenjangan gender dan bias gender, terutama terhadap perempuan. Momen ini menjadi waktu untuk merayakan berbagai pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik dan mematahkan bias terhadap perempuan di ranah teknologi.

Salah satu sosok wanita yang sukses bekerja di ranah teknologi adalah Fara Abdullah. Managing Director Bitsmedia ini masuk ke industri yang didominasi oleh laki-laki dan tentu menjadi tantangan baginya.

 Doc Bitsmedia© Doc Bitsmedia

" Sebagai seorang perempuan, masuk ke industri yang didominasi oleh laki-laki selalu menjadi tantangan. Kondisinya lebih rumit bagi perempuan yang memberanikan diri masuk ke ranah teknologi Muslim, apalagi untuk menjadi seorang pemimpin," jelas Fara pada rilis tertulis yang diterima Dream.

Dalam berkarir dan mempimpin perusahaan, sikap mau membuka diri, memanfaatkan peluang, dan selalu haus akan pengetahuan sangat dibutuhkan.

Tantangan Perempuan Memimpin Perusahaan Teknologi yang Didominasi Kaum Pria
Shutterstock
2 dari 4 halaman

Jalankan Peran Berkarir dan Mengurus Anak

 Shutterstock© Shutterstock

Terlepas dari komitmen tinggi untuk bekerja, dukungan dari keluarga juga menjadi hal yang penting. Fara merasa benar-benar bersyukur memiliki pasangan hebat yang memahami kebutuhannya dan memiliki peran setara dalam mengatur keluarga. Dia bahkan memuji dukungan sang suami yang bisa membuatnya bisa berada di posisinya saat ini.

“ Dukungan keluarga dan teman-teman memungkinkan saya untuk mencapai apa yang saya miliki saat ini, dan saya sangat bersyukur dan merasa diberkati,” tambahnya.

 

3 dari 4 halaman

Menentukan Prioritas

Bagi Fara, pesan paling penting bagi perempuan yang telah berkeluarga atau perempuan yang berencana untuk berkeluarga adalah membuat keputusan. Seorang perempuan harus bisa membuat keputusan dalam memprioritaskan satu hal yang lebih penting. Hal ini akan membuat tugas sebagai wanita karier dan ibu menjadi lebih seimbang.

“ Bagi saya, menjadi seorang ibu dan mengembangkan karir bukanlah peran yang saling eksklusif, tapi mengatur keduanya melibatkan kurva pembelajaran yang sangat besar," tambah Fara.

Fara menambahkan bahwa seorang perempuan tidak dapat mengundurkan diri dari peran sebagai ibu, tetapi jumlah waktu yang dicurahkan untuk peran ibu maupun wanita karir sangat tergantung pada dirinya sendiri.

4 dari 4 halaman

Membagi Waktu

Seberapa besar kesuksesan seorang ibu yang berkarir tergantung dari bagaimana ia mengatur dan membagi waktunya antara dua kegiatan tersebut.

" Saya melihat bahwa kebanyakan ibu yang berkarir profesional mengatur dan menggunakan waktu mereka dengan sangat cermat. Dari pengamatan saya selama ini, orang-orang yang tidak dapat mengatur waktu mereka akan memiliki masalah terbesar dalam menangani berbagai tuntutan hidup,” jelas Fara.

Sejalan dengan ini Bitsmedia meluncurkan #BreakTheBias mengajak dunia untuk tidak hanya mengenali perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lanskap teknologi global yang terus berkembang, tetapi juga membantu mengatasi masalah-masalah seperti budaya di lingkungan kerja, ketidaksetaraan dalam hal upah dan kesempatan, serta kurangnya inklusivitas gender. Hal ini mendukung para wanita untuk bisa terus berdaya dan berkaya lewat teknologi.

Join Dream.co.id