Indeks Syariah Menguat Tinggalkan IHSG yang Melemah

Dinar | Rabu, 6 September 2017 16:53
Indeks Syariah Menguat Tinggalkan IHSG yang Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Indeks syariah kompak menguat.

Dream - Indeks syariah akhirnya bergerak menguat saat penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 6 September 2017. Penguatan indeks acuan saham syariah ini berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru ditutup melemah

Penguatan indeks syariah terjadi di saat sebagian besar bursa utama Asia justru mengalami koreksi. Berkurangnya aksi jual modal asing turut membantu naiknya indeks saham syariah

Dikutip dari data Kiwoom, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik 0,187 poin (0,10%) ke level 184,538. Indeks ISSI berhasil memperbaiki posisinya setelah dibuka melemah di level 183,907.Indeks ini menyentuh level tertinggi di 184,659 dan terendah di 183,750.

Penguatan juga dialami indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 1,697 poin (0,23%) ke 741,891. Indeks JII bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh level terendah di 737,378.

Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini sedikit mengalami penurunan. Investor hanya aktif melakukan transaksi sebanyak 165.113 kali dengan 40,99 juta saham berpindah tangan dan nilai perdagangan Rp 3,14 triliun.

Pemodal asing kali ini memang masih mencatat nilai jual bersih namun sudah mengurangi porsi lepas sahamnya. Nett sell asing pada saham syariah hingga sesi paska penutupan perdagangan mencapai Rp282 miliar. 

Investor memanfaatkan momentum aksi beli ini dengan mengoleksi saham-saham di sektor pertambangan yang naik 0,83 persen, infrastruktur, 0,84 persen, industri aneka, 0,11 persen, dan pertanian 0,08 persen.

Pasar modal Indonesia sebetulnya dipenuhi aksi jual terlihat dari indeks sektoral yang berguguran. Koreksi terbesar dialami emiten sektor keuangan yang turun 0,59 persen, properti 0,46 persen, dan perdagangan 0,18 persen.

Emiten-emiten keping biru syariah top gainer adalah ICBP yang harga sahamnya naik Rp200, AKRA Rp150, PTBA Rp125, EXCL Rp120, dan TLKM Rp60.

Sebaliknya, emiten-emiten JII top loser adalah UNVR yang harganya turun Rp400, AALI Rp125, LPPF Rp125, PTPP Rp80, dan UNTR Rp75.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 10 poin (0,07%) ke level Rp13.328 per dolar AS.(Sah)

Tunangan, Jessica Iskandar Siap Nikah April 2020?
Join Dream.co.id