Tambah Modal, PTPN III Rilis Sukuk Rp1 Triliun

Dinar | Senin, 19 Agustus 2019 14:13
Tambah Modal, PTPN III Rilis Sukuk Rp1 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Selain tambah modal, PTPN III akan melakukan ini dengan dana sukuk.

Dream – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) mendiversifikasi pembiayaan dengan merilis sukuk. Untuk menerbitkan surat utang ini, PTPN III menggandeng PT PNM Management Investment.

Hingga saat ini, minat investor mencapai lebih dari sebesar Rp1 triliun. Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 19 Agustus 2019, Direktur Keuangan PTPN III, Mohammad Yudayat, mengatakan dana itu akan digunakan untuk menambah modal kerja dan investasi.

Hal ini seiring dengan transformasi bisnis perseroan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.

“ Perseroan terus meningkatkan semangat transformasi dan perbaikan kinerja. Hal ini tentu saja butuh dukungan dana,” kata Yudayat di Jakarta.

Dia mengatakan, penandatanganan perjanjian penerbitan sukuk ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan financial closing untuk preliminary investment agreement, antara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM).

Kesepakatan pada Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada 12-14 Oktober 2018.

2 dari 7 halaman

Optimistis Pasar Membaik

Direktur Utama PNM Investment Management, Bambang Siswaji, mengatakan, perolehan dana sebesar Rp1 triliun ini merupakan tahap awal dari mandat total fund raising sebesar Rp2 triliun.

BUMN ini mengemas penggalangan dana itu melalui produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), dengan underlying asset berupa Sukuk Ijarah II Tahun 2019 PTPN III.

Sukuk ijarah ini telah mendapat rating single A(sy) dari Pefindo, lembaga pemeringkat efek nasional.

“ Kami senang bisa mendukung PTPN III yang bisnisnya memiliki potensi besar untuk menghasilkan devisa. Kita akan terus berkomitmen meningkatkan peran pasar modal, khususnya reksa dana untuk mendukung sektor riil unggulan yang berorientasi ekspor,” kata Bambang.

Melihat kondisi pasar yang membaik, lanjut Bambang, pihaknya optimistis emisi sukuk ini bisa diserap pasar. Ini menyusul tingginya respons dan minat investor yang sudah masuk dari kalangan investor institusi.

Hal ini mengingat investor memandang PTPN III memiliki keunggulan kompetitif sebagai BUMN sektor perkebunan terbesar di Indonesia. Apalagi, PTPN III juga memiliki fundamental kinerja keuangan yang kuat.

Selain itu, ke depannya PTPN III akan mengembangkan produk biodiesel sebagai energi berkelanjutan. Hal ini memiliki prospek bisnis perkebunan yang kuat untuk tumbuh berkelanjutan ke depan.

3 dari 7 halaman

Mandiri Syariah Kembali Ditunjuk Jadi Agen Sukuk Tabungan ST005

Dream - PT Bank Syariah Mandiri kembali dipercaya Kementerian Keuangan untuk menjadi mitra distribusi penjualan Sukuk Tabungan Seri ST005 Tahun 2019. Sejak dua tahun terakhir Mandiri Syariah mengaku banyak menerima pemesanan produk investasi baru itu dari generasi milenial

Untuk diketahui ST005 adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam bentuk tabungan investasi yang ditawarkan pemerintah kepada WNI perseorangan.

Mengutip keterangan tertulis Mandiri Syariah, proses penawaran (book building) ST005 telah berlangsung sejak kemarin, (Kamis, 8 Agustus 2019), hingga 21 Agustus 2019.

Produk investasi ST005 ini memiliki tenor dua tahun dengan nominal per unit Rp1 juta. Sahabat Dream yang ingin memiliki produk investasi baru ini bisa memesan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Sukuk ST005 menggunakan margin floating dan akan disampaikan Pemerintah sebelum tanggal berlakunya periode ST005.

Nasabah dapat melakukan pemesanan ST005 melalui Mandiri Syariah Netbanking yang terhubung dengan sistem e-SBN Kementerian Keuangan.

Sebelum melakukan booking, nasabah akan memperoleh Single Investor Identity (SID) dan Sub Rekening Efek (SRE) melalui email. Kemudian nasabah memasukkan SID dan SRE untuk pemesanan lebih lanjut melalui Netbanking.

‘’Setelah proses booking melalui Net Banking, nasabah dapat melakukan pembayaran baik melalui ATM, Mandiri Syariah Mobile dan Mandiri Syariah Netbanking. Atau juga pembayaran melalui teller di kantor cabang kami,’’ kata Senior Executive Vice President Distribution and Services Mandiri Syariah, Anton Sukarna, di Jakarta.

4 dari 7 halaman

Cara Memesan dan Mencairkan ST005

Anton mengatakan nasabah yang belum memiliki aplikasi Mandiri Syariah Netbanking dapat melakukan booking dengan mendatangi outlet terdekat. Petugas customer service akan membantu pemesanan dan memberikan link url untuk proses lebih lanjut.

Dia mengatakan ST005 ini tidak dapat diperdagangkan (non tradable) dan dialihkan serta memiliki fasilitas early redemption yaitu fasilitas yang diberikan kepada investor untuk mencairkan kepemilikan Sukuk Tabungan sebelum masa jatuh tempo sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Investor dapat mencairkan sukuk tabungannya satu kali dengan besaran maksimal 50 persen dari total nilai sukuk pada bulan ke-12.

“ Saat ini telah banyak masyarakat yang paham dan memilih sukuk sebagai salah satu jenis investasi yang layak dimiliki. Kami berharap dapat mendistribusikan ST005 kepada nasabah sebanyak mungkin. Terlebih, metode booking ST005 dapat dilakukan sendiri oleh nasabah melalui net banking,’’ kata dia.

 

5 dari 7 halaman

Mayoritas Pembeli dari Generasi Milenial

Anton mengatakan Mandiri Syariah pernah menjadi mitra distribusi penjualan ST003 dan ST004 secara online dengan total nilai penjualan sekitar Rp450 miliar dengan porsi pembeli terbesar dari kalangan millenial.

Penunjukkan Mandiri Syariah sebagai mitra distribusi ST005 semakin meningkatkan corporate image Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar yang mendukung dan berperan serta dalam program Pemerintah khususnya industri keuangan syariah.

6 dari 7 halaman

Maksimalkan Tanah Wakaf, OJK Terbitkan Sukuk

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tanah wakaf yang masih menganggur. OJK mengusulkan sesuatu agar potensi tanah wakaf bisa lebih optimal. Caranya, menerbitkan sukuk wakaf.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadhilah Kartikasasi, mengatakan, menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah wakaf Indonesia seluas 4,1 miliar meter persegi. Mayoritas tanah wakaf digunakan untuk pembangunan masjid, mushola dan sekolah.

“ Sisanya berupa tanah,” kata Fadhilah di Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.

Dia mengatakan banyak aset wakaf berupa tanah karena masyarakat Indonesia menganggap wakaf merupakan aset yang tidak bergerak.

“ Sementara, wakaf uang belum populer,” kata dia.

Fadhilah mengatakan tanah wakaf ini bisa dioptimalkan nilai dan potensinya. Misalnya, dibuat untuk hotel syariah.

“ Padahal, tanah wakaf bisa dibuat menjadi aset komersial dan meningkatkan manfaat wakaf,” kata dia.

7 dari 7 halaman

Gunakan Sukuk Wakaf

Fadhilah mengatakan aset wakaf bisa dioptimalkan nilainya dengan sukuk wakaf. Nazir alias pengelola wakaf tidak bisa menerbitkan instrumen keuangan syariah itu. Mereka harus bermitra dengan perbankan untuk merilis sukuk wakaf.

“ Wakaf ada yang terorganisasi dan perorangan. Itu mesti gandeng (perbankan) dulu,” kata dia.

Fadhilah mengatakan pembuatan sukuk wakaf masih dalam tahap studi. Dia optmistis sukuk tersebut akan dirilis tahun ini.

Dikatakan bahwa sukuk wakaf bisa diluncurkan di tanah yang tempatnya strategis. Produk keuangan syariah ini nantinya akan memberikan permodalan untuk mengelola aset wakaf.

“ Kami melihat potensi lokal yang strategis bisa menjadi aset komersial. Tanah yang tidak bisa digunakan untuk apa pun, (dengan) sukuk ini, bisa digunakan untuk membangun hotel syariah, misalnya, yang menghasilkan sewa, kata dia. (ism)

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id