Apes! Sudah Siap Mau Tes CPNS 2019, yang Dibawa Malah Kartu Ujian Tahun Lalu

Dinar | Jumat, 7 Februari 2020 15:14
Apes! Sudah Siap Mau Tes CPNS 2019, yang Dibawa Malah Kartu Ujian Tahun Lalu

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Duh, jangan sampai kayak gini, ya?

Dream – Orang tua sering mengingatkan kita untuk selalu teliti dan mengecek dua kali saat hendak mengerjakan sesuatu. Petuah itu juga berlaku untuk kamu yang sedang atau akan mengikuti ujian seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).

Jangan sampai pengalaman apes seorang peserta seleksi CPNS yang satu ini menimpa kamu.  

 

Dikutip dari akun Twitter @BKNgoid, Jumat 7 Februari 2020, pengawas menemukan seorang peserta CPNS 2019 yang tidak membawa kartu ujian. Dia sebetulnya bukan tak membawa kartu sakti tersebut.

Diketahui peserta CPNS tersebut tak teliti mempersiapkan diri jelang mengikuti ujian. Dia membawa kartu ujian CPNS 2018.

“ #SobatBKN, mimin ingatkan kartu ujian untuk mengikuti SKD adalah kartu ujian CPNS 2019. Jangan sampai salah bawa kartu. Mimin temukan ada peserta yang membawa kartu ujian CPNS 2019. Padahal, jauh beda banget. Periksa lagi, ya, kartu ujian dan KTP-nya sebelum berangkat. Mimin love you all. #CPNS2019 #CATBKN,” cuit @BKNgoid.

 

2 dari 6 halaman

Kelar Kerjakan Soal Tes, Peserta CPNS Kontraksi Lalu Melahirkan

Dream - Selain peserta yang `melarikan diri` dari resepsi pernikahan, ada lagi cerita yang unik dari tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2019. Kali ini, ada peserta yang melahirkan setelah mengerjakan ujian.

(Baca: Mempelai Wanita Tinggalkan Resepsi, Demi Tes SKD CPNS)

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Antara, Jumat 7 Februari 2020, seorang peserta tes dari Probolinggo, Jawa Timur, melahirkan setelah selesai mengerjakan soal ujian.

Wanita bernama Cikita Dwi Kholishotunnur segera dibawa ke Rumah sakit Ibu dan Anak Fatimah Kraksaan, Probolinggo karena mengalami kontraksi.

 

 Kelar Kerjakan Soal Tes, Peserta CPNS Kontraksi Lalu Melahirkan© Dream

 

Cikita awalnya sempat ragu untuk mengikuti tes karena usia kandungannya sudah masuk trimester terakhir. Bahkan sebelum tes berlangsung, dia sudah mengalaman pembukaan satu. 

“ Saat mengerjakan soal-soal juga terasa sakit perut, tetapi Alhamdulilah soal-soal sudah saya kerjakan semua,” kata alumni Akademi Kebidanan Bina Husada.

Peserta tes CPNS 2019 yang berlangsung pada 4 Februari 2020 akhirnya melahirkan bayi laki-laki seberat 2,85 kilogram (kg). Dia berterima kasih kepada penyelenggara seleksi CPNS yang menyiapkan kursi roda dan ambulans.(Sah)

3 dari 6 halaman

Sudah Ada Tim Khusus

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo, Doddy Nur Baskoro, mengatakan panitian sudah mengantisipasi terjadinya kegawatdaruratan sejak awal. Tim medis sudah bersiaga di depan ruang tunggu dan ruang ujian selama tes berlangsung.

“ Jadi kalau ada peserta yang mengeluh sakit bisa segera tertangani, dan bagi yang difabel dan ibu hamil juga ada peralatan serta tim khusus,” kata dia.

Peserta tes CPNS yang melahirkan bayi itu merupakan satu dari 5.808 peserta tes SKD yang bersaing untuk mengisi 399 posisi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Tes SKD digelar selama delapan hari mulai 1 sampai 8 Februari 2020 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

(Sah/Sumber: Liputan6.com)

4 dari 6 halaman

Mempelai Wanita Tinggalkan Resepsi, Demi Tes SKD CPNS

Dream - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi impian banyak orang. Tapi, bagaimana jika waktu ujiannya berbarengan dengan hari pernikahan?

Dikutip dari situs Kementerian Agama, Rabu 5 Februari 2020, ini terjadi kepada seorang peserta CPNS bernama Meri Triana. Meri tak tahu jika hari ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD CPNS bersamaan dengan hari resepsi pernikahan dirinya. 

Perempuan kelahiran Tangkiling, Kalimantan Tengah, 23 tahun lalu ini pun terpaksa “ lari” dari resepsi pernikahannya, demi mengikuti SKD CPNS Kemenag 2019. Di tempat tes UPT BKN Palangka Raya, dia hadir dengan riasan pengantin.

 

 Mempelai Wanita Tinggalkan Resepsi, Demi Tes SKD CPNS © Dream


“ Walaupun sedang resepsi pernikahan, saya tetap usahakan menyempatkan diri mengikuti tes,” kata dia pada Kamis 30 Januari 2020.

Beruntung, keputusannya untuk lari sesaat dari resepsi pernikahannya ini pun didukung sang suami. 

“ Tadi dia antar saya ke tempat tes ini,” kata dia.

Sarjana Pendidikan Agama Kristen ini diketahui mengambil formasi Ahli Pertama Penyuluh Agama di lingkungan Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah.

SKD CPNS Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah sendiri telah dimulai sejak 29 Januari hingga 2 Februari 2020.

5 dari 6 halaman

Kisah Penyandang Disabilitas Ikut Seleksi CPNS: `Saya Takut Banget`

Dream - Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi abdi negara. Pemerintah juga membuka peluang bagi para disabilitas untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Tekad mengabdikan diri untuk negara inilah yang sedang diperjuangan Alia Nur Fatimah. Mengidap cerebral palsy atau gangguan syaraf dan otot tak membuatnya patah arang untuk menjadi PNS.

Mengutip laman menpan.go.id, Senin 3 Februari 2020, Alia semula pesimistis memgikuti seleksi CPNS 2020. Dia khawatir kondisi kesehatannya akan membuatnya gugur dalam penerimaan PNS.

 

 Kisah Penyandang Disabilitas Ikut Seleksi CPNS: Saya Takut Banget© Dream

 

Keraguan itu perlahan hilang saat Alia mengetahui pemerintah membuka kesempatan formasi khusus disabilitas.

“ Saya takut banget dengan tes kesehatannya. Tapi, ketika Pak Tjahjo Kumolo (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) mengatakan menerima yang disabilitas, saya ingin untuk lebih baik bagi Indonesia,” kata dia di Jakarta.

Dengan adanya formasi khusus, Alia yakin bisa mendorong penyandang disabilitas untuk maju, terutama mencari pekerjaan.

“ Disabilitas, kan, susah mencari pekerjaan,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Bagaimana Hasilnya?

Lulusan Universitas Padjadjaran ini mempersiapkan diri sebelum mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dia mengunduh soal-soal latihan tes CPNS yang tersebar di internet, bahkan menonton tayangan di YouTube tentang latihan soal.

Seperti diketahui, SKD menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT). Alia mengakui, sistem CAT mempermudahnya dalam mengerjakan soal. Sistem komputerisasi ini menjamin keamanan soal serta transparansi nilai peserta.

Sebelum masuk ke ruangan tes, Alia bersama peserta lainnya diberikan petunjuk teknis mengenai cara mengerjakan soal.

Seperti peserta lainnya, ada passing grade atau nilai ambang batas yang harus Alia lalui menuju tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Passing grade untuk formasi disabilitas sedikit berbeda dengan formasi umum. Pada formasi umum, nilai ambang batas untuk TIU adalah 80. Sedangkan pada formasi disabilitas, nilai ambang batasnya adalah 70. Sementara untuk nilai kumulatif minimal 260.

Usai melaksanakan SKD, Alia enggan mengungkapkan nilainya. Namun, dia mengatakan bahwa hasilnya baik. Selama pelaksanaan SKD, Alia menilai panitia bertugas dengan baik dan rapi.

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id