Tak Tahan Lagi Hidup Sengsara, 400 Pilot 737 MAX Tuntut Boeing

Dinar | Selasa, 25 Juni 2019 07:36
Tak Tahan Lagi Hidup Sengsara, 400 Pilot 737 MAX Tuntut Boeing

Reporter : Syahid Latif

Mereka mengaku kehidupan semakin susah sejak maskapai dunia mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX

Dream - Lebih dari 400 pilot pesawat Boeing 737 Max menuntut perusahaannya karena telah menyebabkan hidup mereka sengsara. Kehidupan mereka berubah sejak banyak pesawat dikandangkan karena dua kecelakaan fatal salah satunya menimpa Lion Air.

Para pilot ini menuduh perusahaan menyembunyikan informasi penting tentang kesalahan dalam desain pesawat yang membuat Boeing 737 Max dikandangkan. Alhasil mereka menganggur dan keuangan terganggu.

Mengutip laporan dari firma hukum berbasis di Chicago dan Australi, tuntutan class action itu ditujukan kepada Boeing pada Jumat pekan lalu karena alasan keuangan dan kerugian lain akibat dikandangkannya armada Max.

Meski belum ada perhitungan resmi, para pilot diduga mengalami kerugian hingga jutaan dollar akibat lama menganggur.

Seperti diketahui armada Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah terjadi kecelakaan fatal kedua yang menewaskan 157 orang di Ethiopia. Di Oktober 2018, musibah serupa dialami Lion Air yang menewaskan 189 orang.

Dalam laporannya, firma hukum ini melaporkan dampak dari larangan terbang 737 MAX telah mengganggu pendapatan dan masa depan karier para pilot.

Tuntutan sendiri sengaja diajukan saat perhelatan Paris Air Show untuk memberikan pesan bahwa tingkat penjualan takkan lagi mengabaikan faktor keselamatan.

Sementara dalam dokumen di pengadilan, tuntutan pilot menyebutkan mereka kehilangan sumber pemasukan secara signifikan diantara kerugian ekonomi dan non ekonomi lainnya sejak maskapai penerbangan dunia mengandangkan pesawat 737 MAX.

Manajemen Boeing sendiri belum berkomentar terkait munculnya laporan tuntutan hukum tersebut.

(Sah, Sumber: bussinessinsider.com)

2 dari 6 halaman

Pengakuan Mengejutkan Pilot AS yang Terbang dengan Boeing 737 Max 8

Dream - Keamanan Boeing 737 Max tengah dipertanyakan. Dua musibah fatal maskapai Ethiopian Airlines dan Lion Air dalam kurun waktu lima bulan merenggut seluruh awak dan penumpang di dua pesawat buata Boeing itu.

Di awal kemunculannya, Boeing 737 Max berhasil memikat pengelola maskapai penerbangan. Janji kenyamanan dan efisiensi bahan bakar membuat jumlah pemesan pesawat ini mencapai 5000 unit..

Tetapi reputasi burung besi canggih ini ternoda oleh dua kecelakaan baru-baru ini yang telah menarik perhatian internasional.

Pihak Boeing sendiri sudah membantah kabar soal keamanan pesawat terlaris tersebut. Namun badai sepertinya takkan cepat berlalu.

Setelah banyak maskapai mengandangkan pesawat ini, muncul keluhan tentang Boeing 737 Max 8 dari para pilot di tanah kelahiran Boeing, Amerika Serikat.

3 dari 6 halaman

Sudah 5 Kali Dilaporkan

Keluhan tentang keamanan Boeing 737 Max 8 sebenarnya sudah disuarakan beberapa pekan setelah terjadi kecelakaan Lion Air JT610.

The Dallas Morning News mengungkapkan lima pilot AS sudah melaporkan keluhan tersebut kepada Federal Aviation Administration (FAA), pengawas penerbangan di AS.

Mereka mengeluhkan sistem penerbangan autopilot dan fitur The Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang sangat mengkhawatirkan.

MCAS merupakan fitur keamanan baru pada Boeing 737 Max 8 yang secara otomatis mengembalikan pesawat pada posisi yang normal setelah lepas landas.

Ketika pesawat lepas landas, MCAS akan mengambil alih kontrol agar hidung pesawat tidak berada dalam kondisi menukik ke atas terus.

Menurut satu insiden di AS pada November 2018, seorang pilot maskapai penerbangan komersial melaporkan bahwa saat lepas landas, autopilot dinyalakan.

" Dalam 2 hingga 3 detik, pesawat tiba-tiba menukik tajam ke bawah hingga memicu sistem peringatan pesawat 'Don't sink, don't sink!'," kata pilot tersebut.

Namun setelah sistem autopilot dengan cepat dimatikan, pesawat naik seperti biasa dan penerbangan berjalan normal. Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah kecelakaan Lion Air JT610 di Jawa Barat.

Dalam sebuah insiden terpisah di AS pada bulan November 2018, seorang pilot melaporkan bahwa masalah dimulai ketika ia menggunakan autopilot untuk menstabilkan posisi pesawat setelah lepas landas.

" Co-pilot berkata 'DESCENDING,' yang langsung disusul peringatan 'Don't sink, Don't sink!'. Namun pesawat bisa distabilkan kembali setelah sistem autopilot dimatikan," kata pilot itu.

4 dari 6 halaman

Pelatihan dan Manual Penerbangan yang Tak Memadai

Dalam laporan lain, seorang pilot maskapai komersial mengeluh tentang bagaimana FAA dan Boeing menangani masalah fitur MCAS.

" Meski telah mengeluarkan arahan darurat pada 7 November 2018, FAA tidak melakukan apa pun untuk mengatasi masalah sistem," tulis pilot itu.

Pilot tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa petunjuk manual penerbangan belum diperbarui dengan informasi yang memadai pada waktu itu.

" Sungguh sangat riskan ketika pabrikan, FAA, dan maskapai menyuruh pilot terbang tanpa pelatihan yang baik, atau bahkan memberikan penjelasan melalui manual bahwa model ini lebih kompleks dari sebelumnya," katanya.

 

5 dari 6 halaman

Laju Pesawat Tak Sesuai Perintah

Dalam laporan terpisah dari Oktober 2018, seorang pilot mengeluh bahwa sistem autothrottle Boeing 737 MAX 8 tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Autothrottle adalah bagian kendali pesawat yang memerintahkan pesawat untuk berakselerasi ke kecepatan yang ditetapkan dalam parameter tertentu.

Padahal, kru sudah yakin telah menggunakannya sesuai dengan manual yang ada. Beruntung, sang pilot menyadarinya dengan cepat, dan dapat menyesuaikan dorongan secara manual agar pesawat bisa mendaki.

" Tidak lama kemudian saya mendengar tentang kecelakaan (JT610) dan saya bertanya-tanya apakah ada kru lain yang mengalami insiden serupa dengan sistem autothrottle pada MAX?" kata pilot tersebut.

Dalam laporannya, pilot itu menulis bahwa dia dan kaptennya masih baru menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8.

" Jadi, saya tidak dapat mengidentifikasi apakah itu masalah pada pesawat atau saya yang tidak tahu caranya," pungkasnya.

(Sah/ Sumber: Dallas News)

6 dari 6 halaman

Pengakuan Mengejutkan CEO Boeing Soal Boeing 737 MAX yang Dipakai Lion Air

Dream – CEO Being, Dennis Muilenburg, mengakui perusahaan telah membuat kesalahan dalam menangani sistem peringatan kokpit yang bermasalah di pesawat 737 sebelum dua kecelakaan nahas yang menewaskan 346 orang terjadi.

Muilenburg berjanji akan lebih bersikap transparan dan berharap pesawat yang pernah menjadi armada paling laku Boeing itu bisa kembali beroperasi.

Dikutip dari Yahoo News, Senin 17 Juni 2019, Muilenburg mengatakan selama ini komunikasi antara Boeing, pelanggan dan publik tidak konsisten. “ Ini tidak bisa diterima,” katanya.

Sekadar informasi, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menghukum Boeing karena tak memberi tahu regulator lebih dari setahun tentang indikator keamanan di kokpit tidak bekerja semestinya.

Para pilot juga marah Boeing tidak menginformasikan software baru yang menyebabkan kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia.

Boeing dan FAA menyebut lampu peringatan tak penting untuk keselamatan penerbangan. Tak jelas juga apakah salah satu tabrakan bisa dicegah kalau sistem peringatan kokpit bisa bekerja dengan benar.

Produsen pesawat asal Amerika Serikat ini mengatakan semua pesawatnya, termasuk MAX, memberikan semua informasi penerbangan kepada pilot, termasuk kecepatan, ketinggian, dan kinerja mesin.

Sayangnya, komunikasi yang gagal telah mengikis kepercayaan terhadap Boeing. Perusahaan ini berjuang bangkit kembali dari kecelakaan jet penumpang di dua negara.

“ Kami bersalah dalam implementasi kesalahan,” kata dia.

Muilenburg optimistis MAX 737 bisa terbang kembali tahun ini oleh regulator Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. “ Kami akan fokus untuk memastikan MAX aman,” kata dia.

Model ini “ dikandangkan” selama tiga bulan di seluruh dunia. Regulator meminta Boeing untuk memperbaiki piranti lunak sebelum mengudara.

Muilenburg mengatakan kecelakaan jet Lion Air dan Ethiopian Airlines sebagai momen yang menentukan bagi Boeing. Tapi, dia yakin musibah itu akan menjadikan perusahaannya menjadi lebih baik dan kuat.(Sah)

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id