Indeks Syariah Ditutup Menguat, Saham Properti Jadi Idola

Dinar | Rabu, 14 Agustus 2019 17:10
Indeks Syariah Ditutup Menguat, Saham Properti Jadi Idola

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Rupiah dan IHSG ikut tersenyum.

Dream - Bursa saham Indonesia bisa keluar dari tekanan sentimen negatif pasar saham global. Di tengah kecemasan pelaku pasar akan adanya koreksi, sejumlah indeks saham di Bursa Efek Indonesia justru ditutup menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Agustus 2019. 

Penguatan ini terjadi di tengah kabar Presiden Joko Widodo yang menyatakan telah siap dengan susunan kabinet baru untuk masa bakti 2019-2024 mendatang. 

Indeks saham syariah tak luput dari penguatan yang terjadi di lantai bursa. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 1,890 poin (1,02%) ke level 186,222.

ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 186,322 di sesi pembukaan usai menyentuh level 184,932 di sesi pra-pembukaan. ISSI menembus level tertinggi di saat sesi perdagangan berakhir.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turut naik 7,871 poin (1,18%) ke level 675,345. Begitu pula dengan indeks JII70 menanjak 2,419 poin (1,07%) ke level 229,048.

Pelaku pasar sepertinya melupakan sesaat kondisi pasar regional yang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menguat 56,373 poin (0,91%) ke level 6.267,335.

2 dari 6 halaman

Sektor Properti Jadi Idola

Sentimen positif ini membuat investor makin gencar melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham di sektor properti dan industri dasar. Indeks sektor properti melesat 2 persen dan industri dasar 1,52 persen.

Hanya dua indeks sektoral yang melemah, yaitu pertanian yang melorot 0,17 persen dan industri aneka 0,05 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya tumbuh Rp625, POLL Rp600, INTP Rp550, SMGR Rp450, dan UNTR Rp350.

Sebaliknya, harga saham FIRE turun Rp150, GHON Rp120, PAMG Rp80, SSTM Rp78, dan UNIC Rp70.

Pada pukul 16.36, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun 65 poin (0,46%) ke level Rp14.245 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Melemah, Sektor Industri Terkoreksi

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa 13 Agustus 2019. Pelemahan indeks ini mengekor apresiasi dolar AS.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,291 poin (0,69%) ke level 184,932. ISSI berfluktuasi setelah dibuka menguat di 186,621.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 8,159 poin (1,21%) ke level 667,474.

Indeks JII70 melorot 1,996 poin (0,87%) ke level 226,629.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 39,633 poin (0,63%) ke level 6.210,962.

4 dari 6 halaman

Hanya Dua Indeks Sektoral yang Menguat

Minimnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas sahamnya di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks sektoral ini terkoreksi masing-masing 2,29 persen, 1,5 persen, dan 1,26 persen.

Indeks sektor pertanian menguat 2,99 persen dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham AALI menguat Rp450, BLTZ Rp300, POLL Rp250, GMTD Rp200, dan MDKA Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah MKPI yang harga sahamnya melorot Rp1.600, UNIC Rp1.030, UNVR Rp700, ITMG Rp650, dan INTP Rp625.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot. Kurs dolar AS melesat 131 poin (0,91%) ke level Rp14.325 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Sama-Sama Lemas

Dream - Indeks syariah kembali merosot di perdagangan awal pekan ini, Senin, 12 Agustus 2019. Aksi beli pelaku pasar hanya berlangsung singkat di 1,5 jam perdagangan pertama.

Koreksi tak hanya terjadi pada bursa saham Indonesia. Di pasar keungan, laju mata uang Garuda sore ini juga mengalami pelamahan ke level Rp14.334 per dollar AS. 

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat bergerak menguat di awal sesi perdagangan. ISSI dibuka naik ke level 187,300 di sesi prambukanaan perdagangan. 

Masih adanya sisa aksi beli pada akhir pekan lalu membuat ISSI sempat bergerak positif namun dalam tren turun. Koreksi mulai terjadi setelah 1,5 jam perdagangan dibuka. 

ISSI akhirnya menghabiskan sisi perdagangan awal pekan ini di zona negatif. Tak bisa lagi menanjak ke zona positif, ISSI ditutup melemah 0,445 poin (0,24%) ke level 186,223.

Kondisi yang sama dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turut merosot 3,646 poin (0,54%) ke level 186,223. Sementara indeks JII70 melemah 0,949 poin (0,41%) ke level 228,625.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhir pekan kemarin sempat bergerak naik juga tak bisa melawan arus koreksi hari ini. IHSG terkoreksi 31,537 poin (0,50%) ke level 6.250,595.

6 dari 6 halaman

Investor Tahan Diri

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Para penanam modal menjual sahamnya di sektor pertambangan, keuangan, dan perdagangan. Ketiga indeks ini melorot masing-masing 1,24 persen, keuangan 0,99 persen, dan perdagangan 0,91 persen.

Indeks sektor infrastruktur melemah 0,5 persen dan barang konsumsi 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya menanjak Rp300, ISAT Rp250, POLL Rp250, ERAA Rp165, dan UNVR Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR melemah Rp1.475, ITMG Rp400, GMTD Rp300, INDR Rp200, dan TCPI Rp175.

Pada pukul 16.11, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi. Kursnya melorot 153 poin (1,07%) ke level Rp14.334 per dolar AS.

Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis
Join Dream.co.id