Susul Twitter, Perusahaan Ini Terapkan WFH Secara Permanen

Dinar | Rabu, 20 Mei 2020 10:12
Susul Twitter, Perusahaan Ini Terapkan WFH Secara Permanen

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Perusahaan ini ingin karyawannya bekerja di tempat paling produktif.

Dream – Perusahaan dompet digital, Square, mengizinkan karyawannta untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH). Perusahaan milik miliarder Twitter, Jack Dorsey, ini tak keberatan karyawannya melakukan bekerja remote meskipun pandemi corona telah berakhir.

Dikutip dari The Verge, Rabu 20 Mei 2020, Square akan menyusul Twitter sebagai perusahaan yang akan bekerja dari rumah secara permanen.

" Kami ingin karyawan dapat bekerja di tempat yang menurut mereka paling kreatif dan produktif,” kata juru bicara Square.

Perusahaan ini telah mempelajari apa saja yang diperluan orang untuk melakukan peran secara efektif di luar kantor. “ Kami akan terus belajar sambil berjalan,” kata dia.

Square dan Twitter menjadi dua perusahaan teknologi di Bay Area, San Francisco yang mengeluarkan kebijakan work from home secara permanen.

Sedangkan Google, Facebook, dan Microsoft telah mengumumkan kebijakan WFH hanya berlaku hingga akhir tahun 2020 ini. Dorsey sendiri memang telah lama menganjurkan untuk menerapkan kebijakan WFH/remote.

2 dari 4 halaman

Survei Buktikan 90% Karyawan Ingin Bekerja dari Rumah Usai Pandemi Berakhir

Dream – Pembatasan Sosial Berskala Besar ala Singapura yang dikenal sebagai circuit breaker membuat para pekerja bekerja dari rumah. Uniknya, ketika kebijakan ini berakhir mayoritas warga negara tersebut tetap ingin bekerja dari rumah.

Dikutip dari Straits Times, Minggu 3 Mei 2020, survei yang digelar oleh Engagerocket dan Singapore HR Institute dan Institute for HR Professional menunjukkan 90 persen karyawan tetap ingin melanjutkan bekerja dari rumah.

Dari 2.700 responden, ada 10 persen yang mengatakan ingin tetap bekerja dari rumah selama seperempat dari jam kerja mereka di kantor.

 

 Survei Buktikan 90% Karyawan Ingin Bekerja dari Rumah Usai Pandemi Berakhir© Dream

 

Sementara itu, ada 35 persen yang ingin bekerja dari rumah selama separuh dari jam kerja dam 33 persen ingin sepertiganya.

Ada pula 12 persen responden yang berharap bisa sepenuhnya bekerja dari rumah. Sementara 10 persen dari warga yang diteliti mengaku sudah tak ingin lagi menjalani sistem bekerja dari rumah. 

3 dari 4 halaman

Produktivitas Menurun dan Ini Penyebabnya

Survei ini dilakukan untuk meningkatkan rasa kesejahteraan karyawan. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas pengaturan kerja dari rumah. Terlepas dari kesediaan karyawan bekerja dari rumah, hampir setengah responden melaporkan produktivitas mereka menurun saat bekerja dari rumah.

Alasan yang diberikan untuk produktivitas yang lebih rendah ini sama-sama terbagi di antara aspek praktis bekerja dari rumah. Misalnya, kehadiran anggota keluarga, harus bekerja berjam-jam lebih lama dari biasanya, dan ketidakmampuan untuk mengakses sumber daya yang seharusnya mereka miliki di kantor.

Pendiri Engagerocket, Leon Chee Tung, mengatakan karyawan telah beradaptasi untuk bekerja dari rumah. Upaya untuk meningkatkan produktivitas akan menjadi tantangan setelah pandemi berlalu.

4 dari 4 halaman

Pandemi Pengaruhi Mental Karyawan

Survei juga menunjukkan bahwa pandemi telah mempengaruhi kesejahteraan mental karyawan. Hal ini ditandai dengan 26 persen dari semua responden mengatakan bahwa tingkat stres mereka lebih tinggi dari normal.

Alasan utama untuk ini adalah kekhawatiran mereka terhadap dampak ekonomi dan kesehatan Covid-19, risiko anggota keluarga terinfeksi, dan kekhawatiran bahwa bekerja dari rumah akan berdampak negatif terhadap produktivitas dan kinerja mereka.

Direktur Eksekutif SHRI, Alvin Goh, mengatakan ini mencerminkan kebutuhan yang lebih besar bagi perusahaan untuk membantu karyawan dalam mengatasi tekanan yang dihadapi saat ini. “ Tanpa kesehatan mental yang positif, hampir tidak mungkin untuk mewujudkan potensi penuh seseorang, bekerja secara produktif, atau menangani stres,” kata Alvin Goh. 

Terkait
Join Dream.co.id