Susul GoPay, OVO Siap Layani Bayar SPP

Dinar | Kamis, 20 Februari 2020 12:41
Susul GoPay, OVO Siap Layani Bayar SPP

Reporter : Arie Dwi Budiawati

E-wallet ini sudah mengirimkan surat dan menunggu perizinan.

Dream - Setelah Gopay, kini OVO siap menyusul untuk mempermudah pembayaran SPP sekolah. Dompet digital ini mendukung peraturan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang kemudahan pembayaran biaya SPP.

PT Visionet Internasional (OVO) menilai program itu membawa dampak baik.

“ OVO siap mendukung program Mendikbud agar penyedia uang elektronik (selain Gojek) bisa menunjang program digitalisasi di sektor pendidikan, dalam hal ini untuk pembayaran SPP,” kata President Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 20 Februari 2020.

Dia mengatakan dukungan program Nadiem juga didasari oleh visi dan misi OVO. “ OVO ingin menjadi partner pemerintah, juga menjadi aset strategis nasional,” kata Karaniya.

Dengan sejalannya visi misi dan program mendikbud, Karaniya mengatakan pihaknya bersedia bekerja sama dengan pemerintah dalam hal mempermudah sistem transaksi pembayaran di berbagai sektor, salah satunya pendidikan.

“ Kalau kami, jangankan diminta, bahwa menawarkan diri kalau memang OVO bisa dimanfaatkan pemerintah, oleh lembaga-lembaga non profit supaya terus mempermudah penyakuran, pembayaran, sistem transaksi pembayaran di berbagai sektor,” kata dia.

OVO juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membantu pemerintah dalam memudahkan pembayaran. Saat ini, sedang menunggu perizinan.

“ Mudah-mudahan bisa diterima dan kami siap,” kata dia.

Karaniya juga mengusulkan polisi bisa bekerja sama dengan OVO untuk pembayaran tilang. “ Lalu, ke Kementerian Keuangan. Kami ingin membantu mempermudah pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan ritel,” kata dia.

2 dari 7 halaman

Bayar SPP Pakai Gopay Jadi Kenyataan, Ini Kata Menteri Nadiem

Dream - Belakangan ini, pembayaran SPP sekolah menggunakan Gopay menjadi perbincangan warganet. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, angkat bicara tentang penerapan pembayaran SPP dengan dompet digital milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), perusahaan pemilik Gopay dan Gojek yang didirikannya.

Nadiem mengatakan implementasi pembayaran SPP pakai Gopay baru diterapkan di sekolah swasta. Itu pun tidak berada di bawah wewenang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“ Itu tidak ada urusannya sama Kemendikbud sama sekali,” kata Nadiem dalam acara “ Mata Najwa Satu Dekade” dikutip dari channel Youtube Mata Najwa, Kamis 20 Februari 2020.

 

 Bayar SPP Pakai Gopay Jadi Kenyataan, Ini Kata Menteri Nadiem© Dream



Nadiem mempersilakan sekolah-sekolah swasta untuk menggunakan pembayaran dan metodenya dengan cara apa pun.

Dia juga mengakui isu itu rawan untuk dipolitisasi. Bahkan, pendiri Gojek ini terkejut saat metode pembayaran SPP justru dipolitisasi.

“ Waktu itu syok. Apa pun yang kita lakukan bisa dipelintir tak sesuai dengan apa yang kita maksudkan,” kata Nadiem.

3 dari 7 halaman

Cerita di Balik Candaan Bayar SPP Pakai Gopay Jadi Kenyataan

Dream - Guyonan netizen yang memperkirakan para siswa akan membayar iuran sekolah melalui aplikasi berubah menjadi kenyataan. Nadiem Makarim yang diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dikabarkan mengeluarkan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) melalui aplikasi. 

Mengutip Liputan6.com, pembayaran SPP melalui Gopay ini merupakan kerja sama Gojek dengan Infra Digital Nusantara (IDN). Dalam kerja sama ini layanan GoBills di Aplikasi Gojek bisa menjadi salah satu merchant pembayaran biaya pendidikan.

Saat ini, tercatat lebih dari 180 unit institusi pendidikan, dengan total 180 ribu siswa dari 14 provinsi di Jaringan IDN yang terdaftar di GoBills, mulai dari sekolah, madrasah, universitas, pesantren dan bimbingan belajar yang dapat membayar tagihan biaya Pendidikan via Gobills.

 

 

 Cerita di Balik Candaan Bayar SPP Pakai Gopay Jadi Kenyataan© Dream

 

COO Infra Digital Nusantara Indah Maryani menjelaskan, IDN akan bekerja sama dengan semua pemain di dunia pembayaran untuk bekerja keras mewujudkan inklusi keuangan untuk lembaga pendidikan.

Dengan begitu, lembaga pendidikan menjadi self sustain dan dapat berkonsentrasi dalam pengembangan pendidikan di industri 4.0.

“ Sistem pembayaran biaya pendidikan metode cash dan laporan keuangan manual sering menimbulkan banyak masalah, terlebih jika terdapat banyak pos-pos pembayaran yang berbeda tiap siswa,” kata dia di Jakarta.

4 dari 7 halaman

Diharapkan Bisa Bantu Digitalisasi Keuangan di Institusi Pendidikan

Digitalisasi keuangan ini diharapkan bisa membantu sekolah untuk meningkatkan kualitasnya dengan efisiensi tugas administrasi. Dengan begitu, tenaga sekolah bisa fokus untuk menyelesaikan tugas sekolah yang lain.

Manfaat digitalisasi keuangan sangat dirasakan terutama dari sisi wali murid. Seperti yang dirasakan oleh salah satu wali murid SMK Madya Depok, Ernawati.

Dengan bergabungnya sekolah sang anak di Jaringan IDN, Erna bisa lebih mudah dalam membayar tagihan pendidikan anaknya, terlebih saat merchant Gobills di Aplikasi Gojek terhubung dengan Jaringan IDN.

“ Sekarang bisa bayar kapan saja dan di mana saja, apalagi sekarang ada gopay jadi tidak perlu repot keluar rumah untuk bayar,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon)

5 dari 7 halaman

Sekolah Termahal Sejagat, Iuran SPP-nya Bikin Jantungan

Dream – Apakah Anda membayangkan Oxford, Harvard, Sorbonne, sebagai sekolah termahal? Jika iya, maka dugaan Anda keliru.

Ada satu sekolah yang termahal di dunia. Namanya Institute Le Rosey.

Dilansir Business Insider, sekolah yang terletak di Swiss ini memiliki biaya yang cukup tinggi yaitu 108.900 france Swiss atau 87 ribu poundsterling (Rp1,5 miliar) per tahun. Sekolah ini memiliki dua kampus, satu di Chateu du Rosey untuk kampus musim panas dan dan satu di Gstaad untuk kampus musim dingin, yang dekat dengan tempat bermain ski.

Tercatat Raja Belgia Albert II, Shah Iran, Pangeran Rainier dari Monako, dan Raja Farouk dari Mesir pernah menjadi siswa sekolah tersebut.

 

 Sekolah Termahal Sejagat, Iuran SPP-nya Bikin Jantungan© Dream

 

“ Kami ini adalah sekolah asrama internasional yang tertua di Swiss. Kami memiliki ‘nama’ yang berkualitas,” kata juru bicara yang sekaligus alumni Le Rosey, Felipe Laurent.

Laurent mengatakan keluarga-keluarga kaya menyekolahkan anaknya di sini. Tujuannya agar anak-anak mereka bisa mewarisi kekayaan dan bisnis keluarga.

Seperti apa, sih, kemewahan sekolah termahal di dunia ini?

 

6 dari 7 halaman

Ganti Kampus Tiap Musim Berubah

Laurent mengatakan biaya pendidikan sebesar Rp1,5 miliar per tahun ini tidak termasuk karya wisata. Tetapi, biaya itu termasuk uang saku bagi pelajar. Besaran biaya pendidikannya pun bervariasi, tergantung pada usia peserta didik.

Dia mengatakan pelajar berganti kampus setiap musim panas dan musim dingin supaya bisa lebih fresh. Misalnya, saat musim dingin, mereka pindah ke kampus Gstaad selama 8-9 minggu.

Dengan begitu, mereka bisa belajar sambil berolah raga di musim dingin, seperti ski dan hoki pada Maret. Lalu, pada April-Juni mereka baru pindah ke kampus Le Rosey.

 salju© Business Insider

“ Sangat penting untuk beristirahat dan kembali ke kampus yang berbeda dengan pikiran yang segar untuk melanjutkan tahun ajaran baru. Lalu, pada akhir Juni, mereka libur musim panas.

 

7 dari 7 halaman

Bahasa Swahili pun Diajarkan

Sekadar informasi, Institut Le Rosey ini memiliki 400 siswa berusia 8-18 tahun. Mereka datang dari 67 negara dan bisa mempelajari empat bahasa sekaligus, termasuk bahasa Swahili.

Di sekolah itu, pakaian kasual seperti jaket denim, pakaian olah raga, sepatu hak tinggi, bahkan T-shirt dilarang saat kegiatan belajar-mengajar dan makan malam. Mereka boleh mengenakannya di luar dua agenda itu.

 belajar© Business Insider

“ Kami mencari murid yang pintar secara akademis, tetapi juga merupakan anak yang menyenangkan. Kami berpikir mereka punya potensi, baik menjadi pemimpin maupun olahragawan,” kata Laurent.

[crosslink_1]

Silaturahome (Silaturahmi From Home) Day 1
Join Dream.co.id