Susul Bank Aceh, Bank Nagari Konversi Jadi Syariah

Dinar | Senin, 2 Desember 2019 10:48
Susul Bank Aceh, Bank Nagari Konversi Jadi Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bank ini harus sudah beroperasi secara syariah selambat-lambatnya tahun 2021.

Dream - Perbankan syariah kedatangan “ pemain baru”. PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau dikenal dengan Bank Nagari resmi berkonversi menjadi bank syariah full fledged.

Dikutip dari Langgam.id, Senin 2 Desember 2019, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, sebagai pemegang kuasa atas saham Pemkot Padang di bank itu menyatakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyatakan Bank Nagari resmi berubah menjadi syariah. Keputusan itu diambil setelah mendapat persetujuan secara aklamasi dari seluruh peserta RUPS.

“ Secara aklamasi disetujui (konversi menjadi bank syariah) oleh peserta RUPS, tepat pukul 14.40 WIB, Sabtu 30 November 2019," kata Mahyeldi.

RUPS juga memberikan tenggat waktu untuk proses peralihan dari bank konvensional menjadi bank syariah selama dua tahun terhitung dari tanggal dilaksanakan dan ditetapkannya hasil RUPS. Bank Nagari harus beroperasi menggunakan sistem syariah penuh selambat-lambatnya pada 30 November 2021.

Mahyeldi mengatakan rencana konversi Bank Nagari sudah diwacanakan sejak lama namun baru terealisasi pada RUPS kali ini. Ini disebabkan oleh kalkulasi dan pertimbangan yang matang.

Harapannya, Bank Nagari syariah akan memberikan dampak maksimal bagi kinerja bank dan perekonomian Sumatera Barat.

2 dari 5 halaman

Sepakat Konversi

Direktur Utama Bank Nagari, Dedy Ihsan, mengatakan seluruh pemegang saham sepakat memilih opsi konversi menjadi bank syariah.

“ Semua pemegang saham sepakat, aklamasi memilih konversi menjadi bank umum syariah,” kata dia.

Dedy mengatakan manajemen bank telah mengkaji konversi syariah, termasuk survei kepada masyarakat Sumatera Barat. Manajemen akan mempersiapkan secara matang proses peralihan Bank Nagari dari konvensional menjadi syariah.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Darwisman, mengatakan peralihan atau konversi Bank Nagari ini merupakan hak pemegang saham.

“ Prosesnya (penetapan RUPS) baru dimulai, dan akan memakan waktu yang panjang. Karena semuanya beralih dari konvensional ke syariah, jadi tidak gampang,” kata Darwisman.

3 dari 5 halaman

Siap-siap

Setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, manajemen harus siap-siap dan sosialisasi secara masif. Jika sosialisasi terutama kepada nasabah dianggap minim, kelanjutan bisnis akan terdampak.

Mulai dari perubahan SOP, manajamen, sumber daya manusia, teknologi yang juga harus menyesuaikan dengan skema syariah. Yang terpenting memastikan nasabah mendapatkan pemahaman yang baik mengenai konversi tersebut.

Ia mencontohkan Bank NTB termasuk berhasil meningkatkan kinerja setelah konversi ke syariah. Karena persiapan yang matang dan masifnya sosialisasi, bank tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat dan stakeholder lainnya.

“ Bank Nagari juga harus begitu. Jangan sampai untuk menjalankan konversi persiapannya tidak maksimal,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Ajukan 5 Direksi

Selain konversi, RUPS Bank Nagari mengajukan lima nama calon direksi periode 2020-2024 untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari lima nama yang muncul, terdapat dua orang direksi periode sebelumnya yang kembali diajukan pemegang saham untuk mengisi jabatan periode berikutnya. Direktur utama sebelumnya tidak lagi diajukan.

Lima nama tersebut adalah M. Irsyad (Direktur Keuangan) diajukan menjadi Direktur Utama, Irwan Zuldani (Pemimpin Cabang Utama) diajukan menjadi Direktur Kredit dan Syariah, dan Indra Rivai (Pemimpin Divisi SDM) diajukan menjadi Direktur Keuangan.

Kemudian, Syafrizal (Direktur Operasional) kembali diajukan menjadi Direktur Operasional dan Restu Wirawan (Pemimpin Divisi Kredit Komersial) diajukan menjadi Direktur Kepatuhan.

Tiga direksi periode 2016–2020 tidak lagi diajukan pemegang saham, yakni Dedy Ihsan (Direktur Utama), Hendri (Direktur Kredit dan Syariah) dan Endrizanof (Direktur Kepatuhan).

“ Saya memang tidak mengajukan diri untuk periode berikutnya. Masa jabatan kami berakhir Februari 2020,” kata Direktur Utama Bank Nagari, Dedy Ihsan.

Dedy membenarkan kelima nama ini diajukan oleh pemegang saham untuk mengikuti fit and proper test di OJK.

5 dari 5 halaman

OJK Sumbar Belum Terima Hasil RUPS Bank Nagari

Pemegang saham sebelumnya sudah melakukan penjaringan bakal direksi untuk mencari nama 10 calon yang akan diajukan ke OJK. Hasilnya, ada 19 nama yang muncul saat mengikuti proses penjaringan.

Yang berbeda pada RUPS kali ini, dari 10 nama calon hasil penjaringan, hanya ada lima nama yang diajukan ke OJK. Padahal, seperti pengajuan periode sebelumnya, 10 nama hasil penjaringan itu (dua calon untuk masing-masing jabatan direksi) diserahkan ke OJK untuk dipilih calon terbaik.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Darwisman, mengaku belum menerima secara resmi laporan hasil RUPS Bank Nagari tersebut.

“ (Laporan) belum. Baru informasi dari media, seperti ketentuannya hasil RUPS harus disampaikan ke OJK,” kata Darwisman.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id