Ojek Online Jadi Moda Transportasi Favorit Publik, Pilih Gojek atau Grab?

Dinar | Rabu, 31 Juli 2019 18:36
Ojek Online Jadi Moda Transportasi Favorit Publik, Pilih Gojek atau Grab?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Angkutan umum malah berada di belakang transportasi online.

Dream - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) melakukan survei terkait moda transportasi darat urban pilihan masyarakat perkotaan. Dalam survei ini, KKI melakukan survei dengan 625 responden dari 15 kota/kabupaten di 6 provinsi.

Hasil survei dilakukan sejak Februari-April 2019 menunjukan masyarakat menilai moda transportasi perkotaan saat ini mulai membaik. 

" Semakin baik dibanding beberapa tahun lalu," ujar Ketua KKI, David M.L Tobing di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.

Dari survei yang sudah dilakukan terungkap peralihan moda transportasi masyarakat di perkotaan. Saat ini, masyarakat lebih banyak menggunakan jasa transportasi online, baik itu ojek online (ojol) ataupun taksi online untuk aktivitasnya.

 Survei: Transportasi Online Jadi Favorit Masyarakat

Sebanyak 91,7 persen dari sample survei menyatakan banyak menggunakan moda transportasi ojek online. Sementara 40 lainnya memilih memakai taksi online. 

Moda transportasi pilihan masyarakat perkotaan lainnya adalah kereta listrik sebanyak 33,4 persen dan Bus Trans sebesar 25,1 persen.

" Bus Trans ini bukan TransJakarta saja ya, karena ini di kota lain ada bus Trans," jelas Kepala Divisi Research and Development KKI, Imran Gunawan.

2 dari 7 halaman

Brand Ojol Mana yang Sering Dipakai?

Dari total 91,7 persen pengguna ojek online, KKI menemukan 36 persen diantaranya merupakan pengguna setiap Gojek. Sementara Grab banyak dipakai 32 persen sample. 

" Dan pengguna keduanya (Gojek dan Grab) 32 persen," ujar dia.

Saat menentukan brand Ojol yang akan digunakan, masyarakat memiliki beberapa kriteria dengan faktor utama terbesar adalah harga murah. Diikuti faktor keamanan, layanan lebih bisa diandalkan, lebih ramah pelayanannya, kenyamanan dan kebersihan.

Dari 625 respon yang disurvei, total ada 55 persen wanita lebih banyak menggunakan transportasi online dan pria sebanyak 45 persen.

Menurut Imran, seiring dengan lebih banyaknya perempuan menggunakan layanan transportasi online, sejalan juga dengan tingginya risiko lecelakaan yang akan mereka alami. Sebanyak 10,9 persen persen pengguna ojek online dari kedua brand besar di Indonesia pernah mengalami kecelakaan.

3 dari 7 halaman

Tak Ada Revisi, Tarif Baru Ojek Online Akan Diberlakukan?

Dream – Pemerintah menyatakan ketentuan tarif batas atas dan bawah ojek online akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi menegaskan tidak akan ada revisi dari ketentuan yang sudah dibuat kementeriannya.

“ Begitu kita melakukan uji coba lima kota besar, saya akan berlakukan secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Artinya, di situ untuk sementara saya belum akan melakukan revisi terhadap keputusan menteri," kata dia di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 Juni 2019.

Menurut Budi, Kemenhub sebelumnya memang membuat peluang adanya revisi dari kebijakan tarif atas dan bawah ojek online. Revisi itu dilakukan setelah didapat hasil evaluasi selama 3 bulan pertama penerapan tarif baru tersebut.

Namun untuk saat ini, Kemenhub tidak ada hal yang menunjukan harus dilakukan revisi tarif.

" Biaya minimal, biaya flagfall tadi dan batas maksimal sudah ada semuanya sampai dengan nanti kalau kita melakukan revisi di dalam regulasi mengatakan 3 bulan bisa dilakukan revisi atau akan dievaluasi sampai 3 bulan ke depan. Eggak ada (revisi)," kata dia.

4 dari 7 halaman

Akan Direvisi Jika Ini Berlaku

Budi mengatakan kementerian akan merevisi aturan jika ada respons yang kurang berkenan dari masyarakat, pasar, dan pengemudi.

Selama masa percobaan, tarif baru ojek online akan secara resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali sesuai dengan zonasinya.

Walaupun demikian, Budi belum bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberlakukan tarif baru.

“ Jadi, setelah sosialisasi, kami akan berlakukan. Saya lapor Pak Menteri dulu, nyari momentumnya kapan. Saya maunya secepatnya,” kata dia.(Sah)

5 dari 7 halaman

Jangan Kaget, Tarif Ojek Online Naik Drastis Mulai Hari Ini

Dream - Sejak 30 April 2019 malam, banyak pengguna ojek online yang mengeluhkan kenaikan tarif secara signifikan. Kenaikan tarif mencapai Rp5000 hingga Rp10.000 dari biasanya.

Rupanya hal ini karena mulai diberlakukannya aturan tarif ojek online terbaru yang diterapkan di 5 kota besar. Penerapan mulai efektif per hari ini, Rabu, 1 Mei 2019.

Keputusan tarif baru itu telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 347 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

" Peraturan terkait ojek online termasuk tarif (biaya jasa) mulai diberlakukan di 5 kota mewakili 3 zona, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, seperti dikutip Rabu 1 Mei 2019.

Adapun ketentuan tarif baru ini memang akan dibagi ke dalam 3 zona. Antara lain, Zona I Sumatera, Jawa dan Bali kecuali Jabodetabek, Zona II Jabodetabek, dan Zona III untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku. Ketentuan tarif ojek online ini juga berlaku nett untuk pengemudi, dengan pemberlakuan biaya jasa minimal di bawah 4 km.

6 dari 7 halaman

Detail Penyesuaian Tarif

Untuk Zona I, Tarif Batas bawah Rp 1.850 per km dengan tarif batas atas Rp 2.300 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sementara pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona II yakni Rp 2.000 per km dengan ketentuan tarif batas atas Rp 2.500 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

 Dibalik Batalnya Pengemudi Gojek Batal Mogok

Sedangkan pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona III Rp 2.100 per km dan tarif batas atas Rp 2.600 per km, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Penetapan biaya jasa batas bawah, batas atas maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi.

Biaya tak langsung merupakan biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20 persen, dengan sisa 80 persen menjadi hak pengemudi.

7 dari 7 halaman

Biaya Jasa Minimal

Selain biaya langsung dan tidak langsung, ada juga biaya jasa minimal (flag fall) yakni biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 km.

 Pengojek Diminta Jemput Putri, `Kok Namanya Faris?`

Lebih lanjut, Budi mengatakan, penerapan tarif ojek online di 5 kota ini akan dievaluasi dalam satu pekan ke depan untuk memperoleh masukan dari respon yang ada. Penentuan lima kota tersebut merupakan upaya mitigasi risiko dan manajemen dalam penerapan regulasi.

" Artinya, kalau di lima kota itu kita lihat bagaimana dinamikanya. Kalau dinamikanya baik dan tidak ada reaksi (negatif), langsung kita berlakukan (di kota lain)," ujar dia.

Laporan: Maulandy Rizky Bayu Kencana/ Sumber: Liputan6.com

Terkait
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id