Survei: Mayoritas Pegawai Gen Z dan Milenial Ogah Berpakaian Resmi Jika WFO Lagi

Dinar | Minggu, 26 September 2021 15:01

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pandemi Covid-19 tak hanya mengubah cara kerja. Mulai banyak pekerja dari generasi Z dan milenial yang berharap tak perlu lagi memakai pakaian formal saat bekerja di kantor

Dream – Perubahan sistem kerja selama masa pandemi Covid-19 ternyata tak hanya mengubah cara pegawai bekerja dari kantor menjadi di rumah. Saat ini mulai berkembang pemikiran dari pekerja yang mulai bosan bekerja dengan ketentuan seragam atau pakaian yang harus dipakai saat ke kantor. 

Dikutip dari World of Buzz, Minggu 26 September 2021, sejak pandemi Covid-19 menyerang, pegawai diminta untuk bekerja dari rumah. Banyak pegawai bernapas lega karena tidak harus lagi pusing saat memilih pakaian kerja. Mereka lebih sering memakai pakaian yang nyaman, seperti piyama.

Menurut survei produsen pakaian kebugaran, Lululemon Athletica, 4 dari 5 konsumen di seluruh Asia Pasifik berharap mereka bisa memakai kaos, celana pendek, pakaian yoga, atau celana jogging ketika bekerja di kantor.

Survei ini melibatkan lebih dari 6 ribu peserta dan mengungkapkan 96 persen respondennya memprioritaskan kenyamanan dalam berpakaian.

Para responden juga berharap pakaian kasual menjadi lebih umum di tempat kerja jika kebijakan bekerja dari kantor kembali diberlakukan

“ Hasil survei memperkuat keyakinan Lululemon bahwa memakai pakaian yang nyaman tidak bisa dinegosiasiakan,” kata Kepala Produk Lululemon Athletica, Sun Choe, seperti yang diberitakan South China Morning Post.

Sun Choe mengatakan pakaian kerja profesional harus fungsional, serbaguna, dan nyaman. Ketiganya ini bisa mempengaruhi kinerja dan kepercayaan diri.

Survei: Mayoritas Pegawai Gen Z dan Milenial Ogah Berpakaian Resmi Jika WFO Lagi
Pakaian Kantor Sering Digunakan Oleh Pegawai Ketika Bekerja Dari Rumah. (foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Manfaat Pakaian Kasual Bagi Pegawai dari Gen Z dan Milenial

Hasil survei itu juga menyoroti bagaimana pandemi berdampak kepada preferensi pakaian pekerja di seluruh dunia. Survei ini dilakukan pada Agustus lalu di 11 pasar yang berbeda, yaitu Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Taiwan. Para respondennya ini berasal dari pekerja muda, yaitu yang masuk ke generasi Z dan milenial.

Survei ini mengungkapkan pekerja yang lebih muda lebih senang berpakaian yang lebih nyaman. Di Taiwan, misalnya, lebih dari setengah pria milenial tidak berharap bisa memakai pakaian profesional ketika kembali bekerja di kantor.

Pakaian kasual, menurut survei ini, bisa membantu karyawan untuk membina hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja, menginspirasi rasa hormat terhadap perusahaan yang lebih fleksibel tentang pakaian kerja, dan membantu menghemat uang ketika berbelanja.

Sementara itu, hampir sepertiga karyawan usia milenial di Amerika Serikat akan mempertimbangkan untuk tidak berpakaian formal ketika bekerja di kantor. Lalu, ada 8 dari 10 responden mengaku kinerjanya lebih baik ketika berada di tempat kerja dengan gaya yang lebih santai.

3 dari 5 halaman

Ketentuan Baru WFO Pekerja di Jakarta Selama Masa PPKM Level 3

Dream – Para pegawai yang bekerja di sektor esensial di DKI Jakarta dan wilayah berstatus PPKM level 3 sebaiknya bersiap-siap mendapat giliran masuk kerja di kantor. Dengan pelonggaran ketentuan baru di masa perpanjangan sampai 13 September 2021, batas kapasitas pegawai yang bekerja dari kantor (WFO) diizinkan hingga mencapai 50 persen.

Dalam aturan sebelumnya, pemerintah hanya mengizinkan kapasitas pekerja di sektor esensial ini sebanyak 25 persen. 

Dikutip dari Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di Wilayah Jawa Bali, Selasa 7 September 2021, pemerintah masih mewajibkan para pekerja yang bergerak di sektor non-esensial memberlakukan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Untuk perusahaan yang menjalankan kegiatan di sektor esensial terdapat kelonggaran berupa 50 persen bekerja dari rumah dan 50 persen di kantor. Sektor-sektor esensial ini seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, perhotelan non penanganan Covid-19, serta teknologi informasi dan komunikasi.

4 dari 5 halaman

Ini Rinciannya

Khusus untuk pekerja di sektor keuangan dan perbankan, Instruksi Mendagri ini bahkan mengizinkan 25 persen pegawai yang melayani pelayanan administrasi perkantoran di sektor untuk bisa menjalani WFO.

Aturan berbeda juga diberikan untuk pekerja di sektor industri berorientasi ekspor. Selain maksimal 50 persen staf yang bekerja di fasilitas produksi/pabrik, sebanyak 10 persen dari total pegawai di bagian administrasi perkantoran juga diizinkan menjalankan WFO.

Protokol kesehatan turut diberlakukan di sektor-sektor ini. Karyawan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pengaturan masuk dan pulang. Serta, jam makan karyawan tidak bersamaan.

5 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Instansi Pemerintah?

Sektor esensial di instansi pemerintah pun turut diatur, seperti di bidang kesehatan, energi, hingga logistik, transportasi, dan distribusi. Sektor kesehatan dan keamanan bisa memberlakukan work from office (WFO) 100 persen tanpa pengecualian.

Sisanya, seperti penanganan bencana hingga utilitas dasar, yang bisa 100 persen WFO adalah staf di bagia produksi/konstruksi/layanan kepada masyarakat. Untuk bidang administrasi, maksimal 25 persen staf yang bekerja di kantor.

Join Dream.co.id