Survei: Gegara Pandemi Covid-19, Jumlah Pencari Kerja Meroket 89 Persen

Dinar | Selasa, 8 Juni 2021 13:13

Reporter :

Ditambah lagi, separuh lebih masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan karena badai COVID-19.

Dream – Pandemi Covid-19 membuat jumlah pencari kerja meningkat. Maklum, selama pandemi banyak orang kehilangan pekerjaan. Selain itu, pergeseran tren ke arah automatisasi atau digital membuat banyak lapangan pekerjaan hilang.

Country Manager Jobstreet Indonesia, Faridah Lim, mengatakan, pihaknya menggandeng Boston Consulting Group (BCG) dan The Network untuk mensurvei tren pekerjaan saat ini. Berdasarkan hasil survei, angka PHK sangat tinggi dan terjadi risiko penerapan sistem otomatis yang menggantikan sumber daya manusia.

Menurut hasil survei, ada 52 persen masyarakat Indonesia terkena PHK, terutama yang memiliki tingkat edukasi rendah dan generasi muda. Selain itu, ada 44 persen pekerja merasakan risiko pekerjaan akan digantikan dengan sistem otomatis.

Survei: Gegara Pandemi Covid-19, Jumlah Pencari Kerja Meroket 89 Persen
Jumlah Pencari Kerja Meningkat Di Tengah Pandemi COVID-19. (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Jumlah Pelamar yang Getol Cari Kerja Juga Naik

Kemudian, angka kandidat yang aktif mencari kerja naik dari 11 persen pada 2020 menjadi 51 persen ada 2021. Angka pelamar kerja pun naik sebesar 89 persen dan jumlah lowongan kerja juga ikut meningkat 31 persen dari tahun lalu.

“ Selain itu, saat ini, angka pencari kerja meningkat dengan signifikan karena sudah tersedia vaksin Covid-19 yang membuka semakin banyak peluang bagi masyarakat Indonesia,” kata Faridah dalam konferensi pers “ Virtual Career Fair 2.0”, ditulis Selasa 8 Juni 2021.

Dia juga mengatakan 75 persen masyarakat Indonesia bersedia untuk belajar demi mengembangkan diri dan pekerjaan baru dan 67 persen meluangkan waktu untuk belajar.

 

3 dari 3 halaman

Fasilitasi Para Pencari Kerja

Melihat tingginya angka PHK dan pencari kerja, Jobstreet membuka bursa karier secara virtual, yaitu Virtual Career Fair. Acara ini berlangsung pada 9-11 Juni 2021.

“ Jobstreet menyadari tingginya angka pencari kerja saat ini. Sebagai partner karier, Jobstreet ingin membantu menyediakan peluang kerja bagi masyaraat Indonesia,” kata dia.

Faridah mengatakan, sebenarnya, acara serupa pernah digelar pada Maret lalu. Ada 38 perusahaan yang bergabung ke dalam bursa karier virtual dan program itu telah diikuti lebih dari 410 ribu para pencari kerja.

“ Kami melihat bahwa Virtual Career Fair telah membantu banyak masyarakat Indonesia dalam menemukan pekerjaan untuk meningkatkan karier mereka,” kata dia.

Selain aman dan efisien di tengah pandemi Covid-19, Faridah mengatakan Virtual Career Fair menawarkan sejumlah hal, seperti lebih dari 1000 lowongan yang ditawarkan lebih dari 100 perusahaan, virtual booth yang menampilkan perusahaan seperti di job fair offline, serta konten multimedia dan sesi livestream bagi para pencari kerja.

“ Setelah melihat hasil yang baik dari Virtual Career Fair pertama, kami berharap Virtual Career Fair kedua bisa membantu lebih banyak lagi pencari kerja dalam menemukan pekerjaan yang dapat membantu mengembangkan karier mereka,” kata dia.

Join Dream.co.id