3 Alasan Milenial Jakarta Lebih Suka Sewa Apartemen daripada Beli

Dinar | Minggu, 15 September 2019 08:01
3 Alasan Milenial Jakarta Lebih Suka Sewa Apartemen daripada Beli

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mengapa?

Dream – Tak dapat dipungkiri properti menjadi salah satu kebutuhan yang dilirik oleh anak muda, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Survei menunjukkan anak muda di ibukota lebih suka menyewa apartemen daripada membelinya.

Dikutip dari keterangan tertulis Lamudi yang diterima Dream, Sabtu 14 September 2019, survei yang dilakukan oleh portal properti ini menunjukkan, ada 82 dari 100 responden yang menyewa apartemen. Sisanya, berminat untuk membeli.

Commercial Director Lamudi, Yoga Priautama, mengatakan sebanyak 2.900 orang per bulannya mencari informasi tentang sewa apartemen di Jakarta. Sementara yang mencari informasi penjualan apartemen hanya 700 orang per bulan.

Yoga mengatakan ada tiga faktor utama anak muda lebih memilih sewa daripada beli apartemen. Berikut ini adalah rinciannya.

2 dari 6 halaman

Harganya Terlalu Mahal

Pertama, harga apartemen di Jakarta dinilai terlalu mahal, tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatkan, walaupun banyak perbankan yang menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), tetapi bunganya dinilai masih cukup tinggi.

“ Awalnya cicilan memang terasa ringan karena bunganya flat, tetapi jika sudah floating, nilainya terasa cukup berat,” kata dia.

 Harganya Terlalu Mahal

Kedua, banyak anak muda yang belum tertarik untuk memiliki properti, mereka lebih senang untuk menghabiskan uangnya untuk kebutuhan sekunder seperti membeli gadget baru, pakaian baru ataupun traveling ke berbagai daerah.

Ketiga, mereka tak ingin direpotkan dengan perawatan. Membeli apartemen juga harus siap untuk memperbaikinya jika ada kerusakan. Misalnya, memperbaiki kebocoran, retak, lapuk, dan lain-lain. Masalahnya, sekarang tidak banyak anak muda yang ingin dipusingkan dengan urusan tersebut karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. 

3 dari 6 halaman

Bisnis Apartemen Kos, Untungnya Menggiurkan

Dream – Untuk memulai bisnis indekos, kamu tak perlu rumah besar. Mahasiswa dan pekerja professional saat ini cenderung menyukai apartemen sewa sebagai tempat tinggal.

Selain praktis dan mewah, apartemen umumnya dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap, seperti pusat kebugaran, kolam renang, taman, dan area komersial lainnya.

Hunian ini juga menyediakan area parkir yang lega. Kelebihan ini tak bisa ditemui di rumah kos.

Dikutip dari Rumah.com, Selasa 22 April 2019, kalau diperhitungkan, biaya keanggotaan gym per bulan mencapai Rp750 ribu. Kalau di apartemen, penyewa bisa menikmati semua fasilitas secara gratis. Tak ada ongkos keanggotaan karena sudah termasuk dalam biaya maintenance.

 

 Bisnis Apartemen Kos, Untungnya Menggiurkan

 

Bagi investor, bisnis apartemen kos sudah pasti mendulang keuntungan rutin setiap bulan. Misalnya, kamu membeli dua unit apartemen harga Rp350 juta di sekitar Jakarta. Satu unit bisa kamu sewakan sesuai harga apartemen pasaran semisal Rp4 juta per bulan.

Kalau dihitung, kamu hanya perlu mencicil sekitar Rp6 juta selama 15 tahun untuk dua unit sekaligus, sementara uang sewa yang didapat dari dua unit sebesar Rp8 juta. Masih ada untung Rp2 juta per bulan.

Selain meraih untung yang menggiurkan, apartemen juga akan menjadi milik kamu. Kalau cicilan sudah selesai, unitnya bisa dijual kembali dengan harga yang kemungkinan naik satu kali lipat.

4 dari 6 halaman

Selain keuntungan yang menggiurkan, ada tiga keuntungan lainnya.

Pertama, tingkat permintaan terhadap kamar kos tergolong tinggi, terutama di kawasan-kawasan apartemen dekat kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center. Kamu bisa menemukan apartemen pilihan di sini.

Ke dua, capital gain apartemen kos dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Dibanding investasi tanah kosong dan rumah sewa, capital gain apartemen kos rata-rata lebih tinggi.

 

 

Ke tiga, apartemen kos memiliki capital rate (cap-rate) 5 – 7 persen, jauh jika dibandingkan dengan rumah kos.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu satu tahun nilai jual apartemen dekat kampus umumnya tumbuh mencapai 23 persen. Apabila kenaikan ini konsisten terjadi tiap tahun, capital gain bisa dipastikan berada di posisi 100 persen saat lima tahun mendatang.

5 dari 6 halaman

Uniknya, beberapa pengembang ada yang menyediakan jasa rental-management untuk membantu para investor menemukan penyewa potensial.

 

 

Jasa rental-management memiliki pembagian keuntungan 90:10, di mana pemilik mendapat 90 persen dari hasil sewa. Sementara itu, service charge apartemen dibebankan kepada pemilik dan pemilik biasanya membebankan kepada penyewa.

6 dari 6 halaman

Berapa Harga Sewanya?

Untuk harga sewanya sendiri sekitar Rp2,5 juta-Rp3,5 juta per bulan, tergantung tipe. Perhitungan cepat, harga sewa apartemen studio adalah Rp30 juta per tahun, di mana Rp27 juta masuk ke kantong pemilik.

 

 Berapa Harga Sewanya?

 

Selanjutnya, jika harga jual apartemen studio mengalami kenaikan Rp10 juta per tiga bulan, dalam setahun harganya akan naik Rp40 juta. Dengan demikian, dalam satu tahun kamu bisa mengantongi keuntungan kurang lebih Rp67,8 juta per tahun.

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id