Sulit Dihindari, Ini yang Paksa Giant Supermarket Tutup Toko

Dinar | Senin, 24 Juni 2019 14:36
Sulit Dihindari, Ini yang Paksa Giant Supermarket Tutup Toko

Reporter : Syahid Latif

Tak hanya Giant, masalah ini juga dihadapi pebisnis retail lain.

Dream - Keputusan mengejutkan dibuat pengelola supermarket Giant yang menutup sejumlah gerainya di Indonesia. Tak hanya yang kecil, sejumlah gerai Giant skala besar juga terpaksa berhenti beroperasi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menjelaskan pebisnis ritel saat ini memang menghadapi persaingan yang semakin ketat. Tak hanya dari sesama bisnis ritel, tantangan juga muncul dari beragam platform jual beli online.

" Saya kira Giant yang saat ini terkena dampak. Dampak dari apa? Ya atas persaingan itu sendiri," ujar Tutum dikutip Dream dari Liputan6.com di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Menurut Tutut, Giant kemungkinan menjual produk yang sama dengan peritel lainnya. Tak hanya itu, produk mereka juga dapat saingan baru dari toko online.

" Sehingga dia melakukan amputasi dengan menutup toko mereka," ujarnya.

Tutum meyakini pengelola Giant telah memiliki pertimbangan yang matang sebelum memutuskan menutup sejumlah tokonya. Salah satunya kemungkinan toko yang ditutup tidak mampu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, bahkan hanya menjadi beban bagi keuangan perusahaan.

" Karena image-nya kan sangat jelek (dengan menutup toko). Tetapi outlet tersebut sudah tidak bisa dipertahankan lagi, akan menggerogoti perusahaan secara keseluruhan. Tidak hanya Giant, perusahaan mana pun pasti begitu," jelas dia.

Meski menghadapi banyak persaingan, Tutum memastikan ritel masih akan menjadi bisnis yang menjanjinkan. Dia berharap apa yang dialami Giant tidak terjadi pada perusahaan lain.

" Ini karena Giant perusahaan publik, makanya mereka menginfomasikan kepada media bahwa dia akan tutup dan di toko-toko mereka diadakan diskon dengan penutupan tersebut," tandas dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Septian Denny)

2 dari 6 halaman

Jelang Penutupan Gerai, Giant Gelar Diskon Gede-Gedean

Dream - Retail modern Giant kembali akan menutup beberapa gerainya di kawasan Jabodetabek. Berdasarkan informasi, pada 28 Juli 2019 akan ada enam gerai yang berhenti beroperasi.

Jelang penutupan, beberapa gerai Giant Ekstra menggelar diskon gede-gedean. Salah satunya yaitu gerai Giant di Wisma Asri Bekasi.

Dikutip dari , gerai tersebut memajang spanduk ukuran besar. Spanduk ini berisi tulisan, " Kami tutup hanya di toko ini. Semua harus terjual habis. Diskon semua harga."

Spanduk tersebut berada di sejumlah titik di gerai tersebut. Diskon yang ditawarkan bervariasi namun menggiurkan, sebanyak 5-30 persen untuk beberapa jenis produk.

Gerai tersebut saat ini dipadati pengunjung. Mereka ingin berburu barang-barang diskon yang tersedia.

" Ya tertarik juga awalnya, karena diskon yang ditawarkan lumayan. Penasaran juga," ujar salah satu pengunjung, Putra.

Hal senada juga diungkapkan pengunjung lainnya, Yuli. Tetapi, Yuli tidak sedang berburu diskon melainkan berbelanja bulanan. Giant Ekstra Wisma Asri jadi tempat rutin bagi Yuli untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Yuli tidak terlalu khawatir dengan ditutupnya Giant. Dia akan mencari ritel lain sebagai alternatif belanja.

" Paling beralih ke Superindo yang di Bumi Anggrek, harganya juga tidak beda jauh," kata dia.

 

3 dari 6 halaman

Daftar Gerai Giant Akan Tutup

Terkait penutupan ini, PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group yang menaungi merek ritel Giant belum memberikan pernyataan resmi.

Berikut enam gerai Giant yang akan tutup pada 28 Juli 2019 nanti.

1. Giant Ekspres Cinere Mall di Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat.

2. Giant Ekspres Mampang, di Jalan Mampang Prapatan Raya No. 20, Jakarta.

3. Giant Ekspres Pondok Timur di Jalan Raya Pondok Timur 1, Jatimulya, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

4. Giant Ekstra Jatimakmur di Jalan Raya Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

5. Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Cileungsi KM 4, Kav 88-Jatirangga Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.

6. Giant Ekstra Wisma Asri di Jalan Perjuangan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Sumber: /Dwi Aditya Putra

4 dari 6 halaman

Hero PHK 532 Karyawan, Tutup 26 Gerai Giant Supermarket

Dream – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) merumahkan 532 karyawannya. Tak hanya itu, perusahaan ini juga menutup operasional 26 gerai Giant sepanjang 2018.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan kinerja keuangan perusahaan melemah sejak kuartal III 2018. Kondisi keuangan tersebut membuat perusahaan terpaksa memberhentikan karyawannya dari tugas.

" Sampai dengan kuartal ke-III 2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen atau senilai Rp9,849 triliun," kata Tony di Bintaro, Tangerang, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 13 Januari 2019.

Tony mengatakan penurunan kinerja itu disebabkan lebih rendahnya pendapatan dari penjualan pada bisnis makanan daripada tahun sebelumnya. Pada kuartal 2017, pendapatan Giant mencapai Rp9,96 triliun.

5 dari 6 halaman

Bisnis Non Makanan Tumbuh Kuat

Meski begitu, menurut Tony, lini bisnis non-makanan Hero tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perusahaan juga optimistis efisiensi tersebut sebagai langkah yang tepat.

“ Atas hal tersebut, perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan," kata dia.

Tony mengatakan Hero menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi.

" Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja," kata dia.

6 dari 6 halaman

Didemo Karyawan

Sementara 532 karyawan tersebut berasal dari 26 gerai ritel Giant Supermarket yang ditutup sepanjang 2018. Tony pun memastikan, semua hak karyawan yang diatur oleh pemerintah, sudah diberikan.

" Semua telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” kata dia.

Menurut dia, perusahaan saat ini menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan.

Seperti diketahui, dalam laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan membukukan laba tahun berjalan naik menjadi Rp 86,18 miliar hingga 30 September 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp70,40 miliar.

Sedangkan pendapatan perseroan turun tipis dari Rp 9,96 triliun hingga 30 September 2017 menjadi Rp 9,84 triliun hingga 30 September 2018.

Atas kebijakan ini, ribuan pekerja dari serikat pekerja hero supermarket (SPHS) berunjuk rasa, lantaran menolak pemutusan kerja sepihak oleh perusahaan.

" Ini tidak mendadak, kami sudah berikan pemberitahuan 3 bulan sebelum gerai di tutup. Dari jumlah itu, akhirnya 532 karyawan menerima dan menyepakati di PHK," kata salah seorang pendemo.

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier
Join Dream.co.id