Tahu Akan Punya Anak, Ini Beda Sikap Pegawai Pria Vs Perempuan

Dinar | Selasa, 10 September 2019 09:36
Tahu Akan Punya Anak, Ini Beda Sikap Pegawai Pria Vs Perempuan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kehamilan tentu kabar baik bagi pasangan suami istri. Tapi kalau bicara tentang pekerjaan, ternyata hasilnya berbeda.

Dream – Dibandingkan pria, meniti karier sebagai seorang karyawan bagi seorang perempuan mungkin lebih berat. Di tengah tekanan kerja, para wanita karier -terutama yang sudah berkeluarga- juga harus tetap memperhatikan pasangan atau keluarganya. 

Persoalan semakin membuat stres karena wanita juga kerap menghadapi masalah sakit bulanan atau tengah menjalani kehamilan. Beruntung jika perusahaan, atau atasan, memberikan kelonggaran bagi pekerja perempuan. 

Kondisi menjadi menyulitkan karena sikap dan budaya kerja yang kadang tak adil bagi wanita pekerja. 

Dikutip dari studyfinds, Selasa 10 September 2019, riset yang dilakukan oleh Florida State University di Amerika Serikat, menemukan banyak pekerja wanita yang merasa `seperti dipaksa berhenti dari pekerjaannya ketika dia sedang hamil. Sebaliknya, calon ayah justru melihat kehadiran sang buah hati menjadi dorongan dalam meniti karier. 

Peneliti FSU, Samantha Paustian-Underdahl, menganalisis dua teori tentang ibu lebih cenderung meninggalkan pekerjaan daripada ayah. Satu teori menyebut wanita merasa didorong keluar dari tempat kerja saat hamil.

Alasan kedua adalah wanita bebas untuk keluar karena nilai-nilai pribadi dan karier berkembang setelah melahirkan.

“ Kami menemukan wanita hamil, mengalami penurunan dorongan karier di tempat kerjanya setelah mengungkapkan sedang mengandung. Sebaliknya, calon ayah justru didorong dalam karier,” kata Samantha.

Dalam riset yang terbit dalam Journal of Applied Technology, tim peneliti menggambarkan bias yang melekat terhadap ibu hamil di tempat kerja membuat mereka merasa diinginkan dan tidak diinginkan.

Secara keseluruhan, penulis penelitian menemukan bahwa ibu baru atau hamil memilih keluar jika didorong untuk meninggalkan pekerjaannya.

2 dari 4 halaman

Gaji Perempuan yang Punya Anak Turun

Samantha mengatakan gaji wanita yang telah memiliki anak akan cenderung turun, sementara gaji karyawan pria meningkat.

Sebagian besar wanita hamil sebenarnya tak kehilangan semangat bekerja. Tapi, semangat mereka bisa turun jika dilarang bekerja. Ini membuat para wanita kurang terhubung dan puas terhadap karier.

Sebaliknya, laki-laki mendapatkan lebih banyak dukungan dari atasan atau perusahaan mereka dan acapkali menjadi lebih berkomitmen untuk karier.

Tim peneliti menawarkan pedoman baru tentang cara memperlakukan ibu hamil dan ibu baru di tempat kerja. Mereka merekomendasikan agar semua pengusaha dan manajer berhenti membuat asumsi tentang ambisi karyawan mereka semata-mata berdasarkan gender.

" Jika pengusaha ingin mempertahankan talenta terbaik, mereka harus melakukan percakapan jujur dengan karyawan tentang tujuan dan rencana karier mereka, dan kemudian manajer perlu memberikan dukungan untuk membantu karyawan mencapai tujuan itu," kata dia.

3 dari 4 halaman

Sri Mulyani: Pegawai Hamil dan Melahirkan Layak Dapat Bonus

Dream – Di dunia karier, wanita punya hak yang sama dengan pria untuk meniti karier. Wanita karier berhak mendapatkan apresiasi, kenaikan gaji, dan promosi kedudukan yang lebih tinggi.

Namun, ada satu hal yang menjadi tantangan utama wanita karier, keluarga.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, pada dasarnya, wanita lebih pintar secara akademis daripada pria. Jumlah lulusan pria dan wanita juga hampir sama.

Namun, ketika masuk dunia kerja, usia karier wanita bisa jadi lebih pendek daripada lelaki.

 Sri Mulyani: Pegawai Hamil dan Melahirkan Layak Dapat Bonus

“ Lima tahun pertama, para wanita dapat bertahan, tapi ketika memasuki lima tahun berikutnya, perempuan harus menghadapi pilihan sulit antara keluarga atau melanjutkan karier,” kata Sri Mulyani ketika menjadi pembicara dalam acara “ GE Women’s Network Luncheon” di Jakarta, dikutip dari akun Instagramnya, @smindrawati, Jumat, 21 April 2017.

Dengan begitu, kata dia, semakin tinggi pilihan karier bagi seorang wanita akan semakin banyak pula yang memutuskan untuk berhenti bekerja.

4 dari 4 halaman

Wanita Karier Diminta Bangun Komunitas

Selain itu, Sri Mulyani juga juga meminta wanita karier untuk membangun komunitas dan jaringan sejak awal berkarier. Dengan jaringan yang kuat, peluang mereka dipromosikan pun semakin kuat.

“ Anda tidak bisa meminta kesetaraan untuk tingkat menengah dan tinggi, kecuali jika Anda benar-benar memiliki jaringan yang kuat sejak dari awal karier,” kata dia.

Mantan pejabat Bank Dunia ini pun juga menyinggung masalah kesetaraan gender. Menurt dia, kesetaraan ini sudah lebih baik sejak 10 tahun yang lalu. Contohnya, sudah ada tempat menyusui dan tempat penitipan anak di area perkantoran, seperti di Kementerian  Keuangan.

“ Hal ini sepertinya merupakan hal yang kecil, tapi sangat berarti. Perempuan yang bekerja tidak boleh disalahkan ketika mereka hamil dan melahirkan bayi, bahkan mereka layak mendapatkan bonus,” kata dia.(Sah)

[crosslink_1]

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id