Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya

Dinar | Jumat, 23 Agustus 2019 10:24
Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mengapa demikian? Yuk cari tahu.

Dream – Memiliki bos yang kejam, suka menghina, dan mengerikan acapkali menjadi mimpi buruk bagi karyawan di perusahaan. Bagi karyawan, bos dengan gaya 'kejam' kerap membuat sulit bekerja.

Tapi, ada penelitian baru yang menunjukkan bahwa bos kejam tak selamanya buruk. Pimpinan seperti ini justru malah punya pengaruh baik bagi karier.

Dikutip dari Studyfinds.org, Jumat 23 Agustus 2019, ada kajian dari University of Central Florida, Amerika Serikat yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology. Kajian ini menunjukkan bahwa perilaku dan perlakuan buruk orang-orang di posisi manajemen tak selalu mengarah kepada perilaku yang sama kepada bawahannya.

Justru, mereka akan memperlakukan bawahannya lebih baik ketika menjadi pimpinan.

“ Beberapa karyawan yang dilecehkan oleh bos mereka, memutuskan untuk tidak mengulangi pola itu kepada bawahannya. Mereka menjadi pemimpin yang luar biasa dari tim,” kata salah seorang penulis kajian, Shannon Taylor—profesor University of Central Florida College of Business.

Taylor mengatakan penelitannya menyoroti orang-orang yang menjadi korban dari pimpinannya di tempat kerja. Para manajer yang dulunya jadi korban bisa menolak gaya kepemimpinan itu dan membingkainya menjadi gaya kepemimpinan yang lebih baik.

2 dari 6 halaman

Andalkan Integritas dan Moral

Taylor mengatakan para manajer yang dulunya korban ini, mengandalkan integritas dan moral untuk “ melawan” cara kepempimpinan bos mereka terdahulu. Mereka berjuang agar cara itu bisa “ terpotong”.

 Ini Cara Jadi Bos Ideal© MEN

Dia mengatakan penelitian ini merekrut 750 orang untuk mengikuti salah satu dari dua percobaan. Penelitian ini dilakukan bersama 500 orang karyawan dan penyelia dalam studi lapangan selama beberapa tahun.

Para peneliti memeriksa perbedaaan dalam sikap dan perilaku atasan yang memperlakukan bawahannya dengan buruk dari bos dan mereka yang tak mendapatkan perlakukan kasar. Pengawas yang diperlakukan buruk, menunjukkan rasa hormat dan baik hati kepada bawahannya meskipun mereka sendiri telah diperlakukan dengan buruk oleh bos lamanya.

“ Kamu bisa mengambil sikap, tak hanya melaporkan perilaku buruk dari atasan, tetapi aktif menolak gaya kepemimpinan yang kejam,” kata Taylor. (mut)

3 dari 6 halaman

5 Tipe Bos yang Dianggap Racun Oleh Bawahan, Buang Jauh-Jauh

Dream – Menjadi seorang pemimpin atau leader memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Tapi, bagaimana jika pemimpin ini membuat kondisi kerja menjadi tidak nyaman?

Dikutip dari Karir.com, Kamis 22 Agustus 2019, istilah toxic leader memang bukan hal yang baru di dunia kerja. Istilah ini sudah hadir sejak dulu dan sulit dihindari. Setiap organisai pasti memiliki pemimpin tipe ini.

Lalu, apa itu toxic leadership?

 5 Tipe Bos yang Dianggap Racun Oleh Bawahan, Buang Jauh-Jauh© Dream

Istilah ini merujuk kepada sebuah proses di mana pemimpin, melalui sikap atau perilaku mereka, menimbulkan kerusakan atau gangguan terhadap pengikut, organisasi dan lingkungan kerja.

Dalam jangka lama, proses ini bisa menimbulkan hasil yang tidak produktif terhadap perusahaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi seluruh bagian tim yang terlibat di dalamnya.

Ada beberapa ciri dari toxic leadership yang sering kita jumpai dalam sebuah organisasi. Berikut ini adalah rinciannya.

4 dari 6 halaman

Tipe Bos yang `Beracun`

1. Otokratis

Pemimpin cenderung lebih memilih menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam prosesnya, kegiatan komunikasi antar lini tidak bisa terjalin baik dan cenderung bersifat ‘up-bottom’.

2. Narsistik

Pemimpin cenderung lebih berfokus kepada kepentingan dan pencapaian yang bersifat personal. Mereka akan selalu berusaha untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar hanya untuk terlihat lebih baik tanpa memperhatikan kemampuan dari tim yang dipimpinnya.

 

5 dari 6 halaman

3. Manipulatif

3. Manipulatif

Sikap ini ditunjukkan dengan menyalahgunakan posisi, sistem organisasi dan juga hubungan yang dimiliki untuk mencapai keuntungan pribadi. Mereka cenderung menutupi berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh anggota lainnya di dalam tim.

 

 3. Manipulatif© Dream

 

4. Intimidatif

Pemimpin cenderung untuk melakukan intimidasi kepada anggotanya melalui kekuasaan yang dimilikinya. Hal ini akan berujung berhentinya proses komunikasi seperti memberikan pendapat karena ketakutan untuk dianggap tidak mampu atau konyol.
Terlalu Kompetitif

Kebutuhan mereka untuk terlihat penting dilakukan dengan melakukan banyak kompetisi tidak penting terutama dengan bawahannya. Mereka cenderung berusaha untuk memenangkan berbagai macam hal walaupun harus bersikap curang.

 

6 dari 6 halaman

5. Diskriminatif

Pemimpin tipe ini lebih senang dikelilingi oleh orang-orang yang bertipe sama dan memberikan apa yang ingin mereka dengar. Dengan melakukan hal ini bisa terjadi bias antara apa yang ingin dihasilkan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.

Sikap-sikap tersebut merupakan sebuah ciri dari seorang “ pemimpin beracun” yang mungkin sering kita temui di tempat kerja atau organisasi kita sendiri. Tentunya setiap pemimpin memiliki karakteristiknya masing-masing, tetapi bila sikap-sikap tadi sudah terlalu dominan berarti kita menghadapi pimpinan yang memiliki kecenderungan ‘beracun’ yang sangat tinggi.

Join Dream.co.id