Menkeu Sri Mulyani Bawa Kabar Baik Soal Kondisi Ekonomi RI

Dinar | Rabu, 8 Juli 2020 07:36
Menkeu Sri Mulyani Bawa Kabar Baik Soal Kondisi Ekonomi RI

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Dream - Pertumbuhan ekonomi global diprediksi akan menglami kontraksi cukup dalam sepanjang kuartal II-2020 kemarin. Pandemi virus Covid-19 yang memukul mesin ekonomi dunia juga turut berpengaruh pada perekonomian dalam negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi. Salah satu upayanya yakni mendukung pemberian dan restrukturisasi kredit UMKM.

" Pada akhirnya kita berharap kuartal III-2020 ekonomi kita bisa bangkit sehingga tidak lagi berada di zona kontraksi. Ada confidance di mana sektor usaha kecil menengah, korporasi, perbankan bisa bergerak," ujar Sri Mulyani dalam diskusi online, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020.

2 dari 6 halaman

Dukungan Besar Buat UMKM

Sri Mulyani melanjutkan, pemberian dukungan tidak hanya untuk nasabah perbankan tetapi juga UMKM yang mendapat pinjaman dari lembaga pembiayaan. Segmen ini juga mendapat restrukturisasi dan subsidi dari pemerintah.

" Kita juga mendukung UMKM yang berada di bawah lembaga pembiayaan seperti ojek dan lain lain. Itu semua diberikan dukungan berupa restrukturisasi dan subsidi. Kita juga memberikan UMKM yang ada di Pegadaian, yang ada di PMN Mekaar, ultra mikro, koperasi, bank wakaf juga kita cover," jelasnya.

Pemberian stimulus tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian.

" Kita harapkan, pemerintah sudah memberikan seluruh alokasi resources, policy, memberikan jaminan dan sumber dana yang murah agar ekonomi bergerak," jelas Sri Mulyani.

3 dari 6 halaman

Sebagai Stimulus Ekonomi Negeri

 Toko serba guna© Liputan6.com

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, selain memberikan stimulus untuk UMKM, pemerintah juga akan mempercepat realisasi belanja. Tujuannya untuk menambah daya dongkrak kebangkitan ekonomi.

" Pemerintah juga mempercepat belanja di APBN sehingga dia juga bisa menambah kebangkitan ekonomi agar dia bisa meningkat pada kuartal 3 dan 4," tandasnya.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

4 dari 6 halaman

Curhat Sri Mulyani: Bolehkah Saya Istirahat Setengah Hari untuk Ketemu Cucu?

Dream - Sri Mulyani harus bekerja keras selama masa pandemi virus corona, bahkan harus berfikir keras 24 jam dalam sehari selama satu minggu. Jarang libur. Maklum, selain mengancam jiwa, virus corona juga membuat ekonomi banyak negara rontok.

Saking sibuknya mengurus keuangan negara yang tengah menghadapi tantang berat, hampir-hampir tak ada waktu istirahat. Menteri Keuangan itu bahkan secara khusus meminta kepada Sekretaris Jenderal kementerian Keuangan untuk beristirahat.

" Saya kadang minta ke Pushaka (Sekjen), saya bisa tidak setengah hari di Sabtu ini jangan diganggu. Saya hanya ingin duduk, kosongkan pikiran dan berdiam," ujar Sri Mulyani, dikutip dari , Jumat 19 Juni 2020.

Sri Mulyani tidak akan kemana-mana. Dia hanya minta waktu setengah hari untuk bersama sang cucu yang sudah semakin jarang ditemui. " Saya bisa enggak setengah hari di Sabtu ini (bekerjanya) saya ingin ketemu cucu saya.Saya merasakan bekerja tujuh hari 24 jam penuh," sambung mantan Direktur Bank Dunia itu.

5 dari 6 halaman

Semenjak pandemi virus corona, kata Sri Mulyani, pemerintah harus bekerja ekstra dibandingkan dengan kondisi normal. Mereka memang bekerja dari rumah, namun tetap saja harus menyiapkan berbagai strategi ekonomi dengan melakukan berbagai rapat.

" Karena orang menganggap kalau dari satu meeting ke meeting lain enggak perlu travelling time, cuma pindah dari satu zoom to another zoom, padahal di Kemenkeu harus menyediakan bahan karena ada konsekuensi keuangan negara," jelas dia.

 

6 dari 6 halaman

Saat ini, imbuh dia, Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) menghadapi tantangan yang sangat berat. Salah satunya defisit yang mendekati 1,76 persen.

" APBN berubah luar biasa, bayangkan 2020 tadinya kita ini berharap APBN itu primary balance mendekati 0, sudah mulai sangat sehat di mana penerimaan dan belanja sudah mulai mendekat dan memiliki defisit hanya 1,76 persen dengan keseimbangan primer mendekati 0," jelasnya.

Peningkatan defisit itu tak lain disebabkan penggelontoran dana penanganan Covid-19 hingga Rp700 triliun. " Artinya keuangan negara mengalami tekanan sangat berat," ujar Sri Mulyani.

Join Dream.co.id