Sri Mulyani Perketat Perjalanan Dinas PNS, Ini Rinciannya

Dinar | Jumat, 13 Desember 2019 09:13
Sri Mulyani Perketat Perjalanan Dinas PNS, Ini Rinciannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Begitu pula dengan transportasinya, sehingga tak bisa sembarangan.

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merilis aturan tentang perjalanan dinas luar negeri. Peraturan Menteri Keuangan No. 181/PMK.05/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor: 164/PMK/05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Negeri bertujuan agar membuat perjalanan dinas luar negeri menjadi lebih efisien.

Dikutip dari setkab.go.id, Jumat 13 Desember 2019, ada perubahan-perubahan komponen biaya dalam dinas luar negeri.

Misalnya, perjalanan dinas jabatan saat bertugas terdiri atas biaya transportasi pegawai, uang harian, dan jumlah hari yang dibayarkan sesuai dengan hari pelaksanaan kegiatan.

Aturan ini juga mengatur uang perjalanan dinas pejabat yang mengikuti tugas belajar di luar negeri setingkat S-1 sampai post doctoral.

Komponen biayanya adalah biaya transportasi, uang harian, dan jumlah uang yang dibayarkan sesuai lama perjalanan.

Ada juga aturan berobat di luar negeri. Uang yang dibayarkan terdiri atas biaya transportasi pegawai, uang harian, dan jumlah hari yang dibayarkan maksimal 14 hari.

“ Uang harian paling tinggi 30 persen dari tarif yang diberikan kepada pelaksana SPD yang melaksanakan perjalanan dinas jabatan pada angka 7, 8, dan 9 dalam hal biaya akomodasi yang disediakan pengundang/pihak penyelenggara/pihak di luar negeri,” bunyi keterangan dalam lampiran ini.

Jenis kendaraan juga diatur dalam aturan ini. Misalnya, Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Negara termasuk golongan perjalanan dinas A menggunakan moda transportasi pesawat udara First/Eksekutif, dan transportasi darat Bisnis.

Sementara untuk Menteri, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, Duta Besar LBBP/Kepala Perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara termasuk pimpinan LPNK, anggota Lembaga Tinggi Negara, Pejabat Eselon I, dan pejabat lainnya yang termasuk termasuk golongan perjalanan dinas A, jenis kelas transportasi yang digunakan adalah bisnis untuk transportasi udara dan darat.

Bagaimana dengan PNS dan TNI/Polri? Pegawai Negeri Sipil Golongan III/c sampai dengan Golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri termasuk golongan perjalanan dinas C, dengan moda transportasi udara Ekonomi, dan transportasi darat Bisnis.

Selain itu, PNS dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada golongan B dan C, termasuk golongan pejalanan dinas D dengan moda transportasi udara Ekonomi, dan transportasi darat Bisnis.

“ Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II ayat (2) PMK Nomor: 181/PMK.05/2019, yang diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 5 Desember 2019.

2 dari 6 halaman

Sri Mulyani Temukan Keganjilan dalam Penyelundupan Harley Lewat Garuda

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, angkat bicara tentang penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda. Kecurigaan ini muncul saat ada pengakuan bahwa kuda besi ini dibeli melalui online.

Pada Kamis 5 Desember 2019, berdasarkan pemeriksaan terhadap SAS --karyawan Garuda, motor gede ini dibeli melalui aplikasi e-Bay. Saat Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan penelusuran, tak ada temuan data pembelian itu.

“ Waktu cek pengakuan dari Saudara SAS yang akan membeli Harley ini, kami tidak mendapatkan kontak dari penjual yang didapat dari e-Bay tersebut,” kata Sri Mulyani di Jakarta.

 

 Sri Mulyani Temukan Keganjilan dalam Penyelundupan Harley Lewat Garuda



Dia curiga dengan kondisi keuangan SAS. Pada Oktober 2019, SAS mencairkan pinjaman sebesar Rp300 juta untuk merenovasi rumah dan mentransfer tiga kali sebanyak Rp50 juta ke rekening sang istri.

Kecurigaannya bertambah saat mengetahui SAS tak hobi bermain moge. Berdasarkan riwayat yang diketahui, dia suka naik sepeda.

“ Kami cek SAS hobi motor dan kami ketahui dia tidak pernah punya hobi motor, tapi impor mungkin dari sepeda ke motor,” kata Sri Mulyani.

3 dari 6 halaman

Sri Mulyani `Tersindir` Nadiem Makariem

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berbagi cerita saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa hari yang lalu. Dia merasa tersindir ketika dilantik bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayan, Nadiem Makariem.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 29 Oktober 2019, keberadaan Nadiem mengingatkan Sri Mulyani bahwa dia tak lagi muda.

“ Saya berdiri berdampingan dengan Nadiem, saya realize I'm old now," kata dia saat memberikan paparan dalam acara Festival Transformasi 2019 di Gedung Dhanapala, Jakarta.

Mantan direktur Bank Dunia itu melanjutkan, keberadaan menteri muda mengisyaratkan perubahan adalah suatu keniscayaan. Hal ini mengingatkan semua orang harus berubah untuk negeri, baik muda maupun tua.

Keberadaan menteri muda di jajaran kabinet Jokowi-Maruf, lanjut Sri Mulyani, mengisyaratkan perubahan adalah suatu keniscayaan. Hal tersebut mengingatkan semua orang harus melakukan perubahan bagi negeri baik yang muda ataupun tua.

" Saya diskusi apa yang dia pikirkan, itu proses yang membuat kita sadar, perubahan adalah keniscayaan. Dilantik sama menteri yang muda, buat saya seperti mengusik, mengingatkan kepada saya," kata wanita yang gemar bermain voli tersebut.

Di depan jajaran Kementerian Keuangan, Sri Mulyani mengingatkan mereka harus terus melakukan perubahan. Perubahan tetap dilakukan walaupun institusi bendahara negara tersebut dipimpin oleh menteri yang sama sejak kabinet periode yang sama dengan sebelumnya.

" Mengingatkan kepada Kementerian Keuangan, walaupun punya menteri yang sama, dan wakil menteri dari dalam, terus menganggap hidupnya tenang saja. Itu tidak boleh. You better change atau kamu punah," kata dia.

4 dari 6 halaman

Pernah Diejek Pencetak Utang, Ini Kata Sri Mulyani Kerja Bareng Menhan Prabowo

Dream – Ada yang menarik di Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bekerja dengan rekan sesama menteri, Prabowo Subianto, yang didapuk sebagai menteri pertahanan.

Seperti yang diketahui, saat kampanye pilpres 2019, Prabowo beberapa kali melempar kritik kepada Sri Mulyani.

Salah satunya adalah kinerja utang Indonesia. Malah, mantan pejabat Bank Dunia disebut sebagai menteri pencetak utang.

Menanggapi hal itu, Sri Mulyani mengaku tak memiliki dendam kepada calon presiden nomor urut 02 dalam Pilpres 2019 itu. Dia malah siap bekerja sama dengan Prabowo.

" Ya tidak apa-apa kan kita kerja. Kita bekerja di bawah pimpinan bapak presiden," kata Sri Mulyani saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 23 Oktober 2019.

5 dari 6 halaman

Fokus Kerja

Sri Mulyani menyebut dirinya akan fokus kerja ke depannya. Dia ingin mendorong kualitas sumber daya manusia (SD)M, terutama di bidang pendidikan, tenaga kerja, sampai pengentasan kemiskinan. 

 Fokus Kerja

Penyabet gelar menteri keuangan terbaik dunia ini juga akan meningkatkan kompetensi, inovasi, dan daya saing Indonesia. Dengan begitu, angka defisit neraca berjalan bisa ditekan.

“ Tentunya melalui peningkatan kualitas dari proses industrialisasi di Indonesia, policy perdagangan,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Jangan Lagi Disebut Menteri Keuangan, Tapi Menteri Pencetak Utang

Sekadar informasi, saat berkampanye, Prabowo mengaku prihatin terhadap utang Indonesia yang cukup besar. Dengan banyaknya utang, dia ingin menyindir nama Menteri Keuangan diganti nama menjadi Menteri Pencetak utang.

Prabowo berjanji, jika terpilih sebagai pemimpin Indonesia, akan mengumpulkan putra dan putri terbaik bangsa bersama Sandiaga Uno.

" Kita akan kumpulkan yang terbaik dari semua kelompok etnis, dari semua suku, semua agama, dari semua latar belakang. Yang terbaik kita kumpulkan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia," kata dia.

Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir
Join Dream.co.id