Singapura Tutup Layanan ATM Kripto di Mal, Takut Masyarakat Kebablasan

Dinar | Kamis, 20 Januari 2022 19:48

Reporter : Alfi Salima Puteri

Menurut Otoritas Moneter Singapura, cara cepat dan mudah untuk memperdagangkan aset kripto bagi investor ritel ini tidak sesuai dengan regulator mereka.

Dream - Perusahaan penyedian mesin anjungan tunai mandiri (Automatic Teller Machine/ATM) khusus uang kripto di Singapura terpaksa menutup layanannya. Tindakan ini dilakukan setelah perusahaan mendapat perintah dari otoritas bank sentral setempat (MAS). 

Otoritas bank sentral Singapura beralasan penutupan diperintahkan sebagai langkah pembatasan perdagangan aset kripto sekaligus peringatan untuk masyarakat menghindari kerugian.

Dilansir dari AsiaOne pada Rabu, 19 Januari 2022, Daenerys & Co., operator mesin kripto terbesar di Singapura, menghentikan layanannya atas perintah MAS, kata perusahaan itu pada Selasa malam.

Selama ini perusahaan menyediakan lima unit mesin ATM yang kebanyakan berlokasi di mal. ATM ini dibuat untuk menawarkan cara yang mudah membeli token seperti Bitcoin dan Ether menggunakan mata uang fiat.

Namun cara cepat dan mudah untuk memperdagangkan aset kripto kepada investor ritel ini tidak sesuai dengan ketentuan regulator yang secara eksplisit menyebutkan ATM dalam pedoman yang dirilis Senin.

Singapura Tutup Layanan ATM Kripto di Mal, Takut Masyarakat Kebablasan
© MEN
2 dari 6 halaman

Otoritas Moneter Singapura (MAS) dalam pedoman barunya mengatakan bahwa akses mudah seperti itu dapat menyesatkan publik untuk berdagang secara impulsif.

Operator ATM uang kripto lainnya, Deodi Pte, juga telah mematikan mesinnya pada Selasa, katanya di situs webnya.

Daenerys adalah salah satu di antara lebih dari 100 perusahaan yang mengoperasikan berbagai layanan yang terkait dengan aset kripto selama masa tenggang sambil menunggu MAS untuk menyelesaikan proses lisensi.

3 dari 6 halaman

Coba-Coba Bermain Kripto Pas Lockdown, Emak-Emak Kini Bawa Cuan Rp1 M Sebulan!

Dream - Investasi mata uang kripto atau cryptocurrency sekarang ini sedang mengalami booming meski harga tukarnya sedang menurun. Banyak orang menuai sukses dari mata uang digital ini setelah beberapa bulan mencoba menanam modalnya dalam jumlah yang cukup besar.

Cuan dari hasil investasi kripto ini juga dirasakan Brenda Gentry asal San Antonio Amerika Serikat. Wanita berusia 46 tahun ini mendadak menjadi seorang miliarder setelah hasil investasinya terus mendatangkan keuntungan.

Mata uang digital itu telah mengubah hidup Brenda yang saat ini mendapat julukan sebagai ibu kripto.

Dilansir dari CNBC, Selasa, 21 Desember 2021, Gentry beralih bermain kripto sebagai pekerjaan penuh waktunya pada awal Oktober 2021. Sekarang, Gentry menjalankan perusahaan konsultan kripto, yang dia luncurkan setelah meninggalkan pekerjaannya.

Gentry melihat crypto sebagai cara untuk mengumpulkan dan meneruskan kekayaan untuk generasi berikutnya. Dia dan keluarganya sangat senang dengan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditawarkan oleh kripto.

4 dari 6 halaman

Awal Mula Investasi Kripto

Pada awalnya, Gentry mulai berinvestasi dalam cryptocurrency selama masa lockdown Covid-19 di tahun 2020. Dia memulai dari nilai nominal yang kecil, tetapi secara bertahap mulai berinvestasi lebih banyak.

Seperti pepatah Sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit, Gentry mulai menuai hasil panen di awal tahun 2021. Dia telah mengumpulkan keuntungan besar

Gentry  membandingkan hasil usahanya ini dengan tunjangan pensiun 401(k) yang diterapkan di Amerika Serikat. Dia mengungkapkan butuh waktu 11 tahun menggunakan sistem investasi tunjangan pensiun 401(k) untuk bisa menikmati masa pensiun dengan kekayaan US$200 ribu atau sekitar Rp2,86 miliar.

Menurutnya cryptocurrency adalah investasi yang berisiko, tetapi pengalamannya di bidang keuangan membantunya merasa nyaman berinvestasi di ruang tersebut.

5 dari 6 halaman

Sebulan Hasilkan Rp1 Miliar

Sekarang, Gentry dikenal sebagai ibu kripto online. Ia terus berinvestasi secara pribadi dalam aset digital, tetapi aset tersebut dikelola lebih banyak oleh Gentry Media Productions, perusahaan yang didirikan bersama putrinya, Cynthia dan Imani Gentry.

Perusahaan miliknya itu biasa menghasilkan antara 10 dan 20 eter, yaitu sekitar US$40 ribu (Rp570 juta) hingga US$80 ribu (Rp1,1 miliar) setiap bulannya.

Sebagai perbandingan, dia hanya menghasilkan sekitar US$75 ribu atau sekitar Rp1,07 miliar per tahun dalam pekerjaan sebelumnya.

Gentry melihat kripto sebagai cara untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

6 dari 6 halaman

Target Baru Bikin Saudara Pensiun Dini

Menurutnya, kripto telah menyebabkan perubahan nyata bagi keluarganya. Pada bulan September 2021, Gentry mengatakan dia dapat membantu orang tuanya yang sudah pensiun. Tujuan berikutnya adalah membantu saudara-saudaranya yang telah pensiun.

Meskipun cryptocurrency tidak stabil, Gentry berencana untuk membangun kekayaannya dengan menahan asetnya dalam jangka panjang.

Gentry telah sukses di bidangnya, namun apa yang telah ia capai tidaklah mudah. Ketika berencana untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, para ahli keuangan mengingatkan untuk berhati-hati. Meskipun beberapa koin dan proyek digital dapat melonjak nilainya dengan cepat, mereka juga dapat runtuh dengan cepat.

Terkait
Join Dream.co.id