Siap-siap! Kartu Prakerja Dibuka Minggu Depan

Dinar | Jumat, 3 April 2020 14:36
Siap-siap! Kartu Prakerja Dibuka Minggu Depan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Berapa insentif yang akan diterima per peserta?

Dream – Pemerintah membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja bagi para pencari kerja dan pekerja formal/informal yang terdampak pandemi corona. Pendaftaraannya berlangsung secara online mulai minggu kedua April 2020.

Dikutip dari setkab.go.id, Jumat 3 April 2020, pelaksanaan dan penyesuaian fokus dari Program Kartu Prakerja tersebut akan dipercepat.

Program ini sebagai salah satu langkah implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, tujuannya juga untuk memberi perlindungan sosial dan menanggulangi dampak negatif dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Program Kartu Prakerja kini telah disesuaikan.

Tak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda, namun juga mereka yang terkena dampak langsung dari kejadian luar biasa Covid-19.

“ Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk hal i EN ni. Kami berharap program ini dapat membantu daya beli para pekerja serta pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami penurunan pendapatan dan/atau kehilangan mata pencaharian,” kata Airlangga di Jakarta.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretaris Komite Cipta Kerja, Susiwijono menerangkan, pendataan penerima Kartu Prakerja yang terdampak wabah Covid-19 merupakan upaya lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

“ Untuk itu, harapannya dengan kerja sama yang erat antar K/L, program Kartu Prakerja dapat menyasar mereka yang paling membutuhkan,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Dapat Rp3 Jutaan

Program Kartu Prakerja akan menyasar sekitar 5,6 juta peserta di 2020, dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif yang diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp3.550.000.

“ Pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di laman resmi www.prakerja.go.id, mulai minggu kedua April 2020,” ungkap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari.

Apabila dirinci, manfaat Program Kartu Prakerja di 2020 yakni sebesar Rp3.550.000, terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta dan insentif pasca pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan (untuk 4 bulan), serta insentif survei kebekerjaan sebesar Rp50 ribu per survei untuk 3 kali survei atau total Rp150 ribu per peserta.

Setiap peserta program hanya dapat mengikuti program sebanyak 1 (satu) kali. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu (1) kali pelatihan.

Tentang Kartu Prakerja Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas melalui bantuan biaya pelatihan yang diberikan kepada semua WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah/kuliah, dan mereka yang terkena dampak langsung dari Covid-19. Jenis pelatihan yang dapat diambil dalam program Kartu Prakerja di masa wabah Covid-19 adalah yang berbasis daring (online).

Platform digital yang bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja sampai saat ini antara lain: Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

Kemenko Perekonomian sebagai Ketua Komite Cipta Kerja adalah penanggung jawab program Kartu Prakerja dan Manajemen Pelaksana adalah pelaksana operasional program.

3 dari 6 halaman

Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun Buat Kartu Prakerja

Dream – Pemerintah menganggarkan dana Rp10 triliun telah program Kartu Prakerja. Dana triliunan rupiah itu disiapkan untuk membiayai pelatihan bagi 2 juta orang peserta.

“ Dalam sistem ini, ada alokasi pendaftaran setiap minggunya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam live streaming Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Youtube, Jumat 20 Maret 2020.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menambahkan program ini bisa meningkatkan keterampilan para peserta yang sedang mencari pekerjaan. Dikatakan bahwa program ini juga bisa mempermudah para pencari kerja untuk meraih pekerjaan.

 

 Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun Buat Kartu Prakerja© Dream

 

Apalagi, lanjut Moeldoko, perusahaan mengajukan dua syarat minimum bagi para pencari kerja, yaitu pengalaman dan keahlian.

Jika tak mendapatkan pelatihan, para pencari kerja muda akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, di program ini, mereka akan dilatih dan ditambah keahliannya.

“ Anak-anak yang lulus ini bisa mendapatkan pekerjaan,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Tak Untuk Gaji Pengangguran

Moeldoko juga menegaskan program Kartu Prakerja bukanlah untuk menggaji pengangguran, melainkan memberikan bantuan biaya pelatihan kerja.

" Kartu Prakerja bukan menggaji pengangguran. Ini tidak seperti itu, tapi memberikan bantuan biaya pelatihan," kata dia.

“ Tugas pemerintah itu mendorong kepekerjaan dan kewirausahan, bukan menjamin (dapat kerja),” tambah Moeldoko.

5 dari 6 halaman

Gandeng 11 Startup, Peserta Kartu Prakerja Dapat Biaya Kursus Sampai Rp 7 Juta

Dream – Pemerintah resmi meluncurkan program Kartu Prakerja hari ini, Jumat 20 Maret 2020. Untuk melaksanakan program tersebut, pemerintah menggandeng sebelas platform digital.

“ (Program) Kartu Prakerja ini pertama kalinya pemerintah menggandeng unicorn/startup digital agar kami bisa mengakses masyarakat Indonesia lebih luas,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam live streaming peluncuran Kartu Pra Kerja, melalui siaran Youtube Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta.

Ada 11 platform digital yang digandeng, seperti Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Sisnaker, dan Tokopedia. Untuk mitra pembayaran, pemerintah menggandeng BNI, OVO, dan LinkAja.

 

 Gandeng 11 Startup, Peserta Kartu Prakerja Dapat Biaya Kursus Sampai Rp 7 Juta© Dream

 

Airlangga melanjutkan, orang-orang yang bisa mengikuti program ini adalah buruh, karyawan, korban PHK, serta lulusan SMA/SMK yang berusia 18 tahun ke atas yang tidak kuliah atau tidak. Untuk hal ini pemerintah memprioritaskan orang-orang yang sedang mencari pekerjaan.

Dikatakan bahwa ada 7 juta orang yang tidak mendapatkan pekerjaan dan 3,7 juta di antaranya berusia 18 tahun-24 tahun. Ada 64 persen di antaranya yang tinggal di perkotaan dan 78 persennya berpendidikan SMA ke atas.

Pemerintah mencatat sekitar 90 persen dari golongan masyarakat tersebut belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat. Dengan program ini, pemerintah berharap tenaga kerja bisa lebih kompeten dan berdaya saing, apalagi pelatihannya milik sendiri dan bisa dipilih sesuai minat.

6 dari 6 halaman

Plafonnya Berapa?

Program kartu prakerja ini menganggarkan satu orang mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta-Rp7 juta per orang. Dengan plafon ini, peserta bisa ‘belanja’ pelatihan di marketplace/platform sesuai dengan yang diinginkannya. Peserta juga bisa membandingkan pelatihan kerja melalui marketplace.

Airlangga mengatakan pendaftaran, pembayaran, dan pelatihan bisa dilakukan melalui startup. Pelatihannya pun bisa dilakukan secara online dan offline. Pelatihan secara offline dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

“ Karena ada covid-19, pelatihannya online dulu,” kata dia. 

Terkait
Join Dream.co.id