Sholat Munfarid adalah Ibadah yang Dikerjakan Secara Individu, Ketahui Hukumnya Menurut Ulama

Dinar | Rabu, 13 Juli 2022 17:01

Reporter : Arini Saadah

Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Dream – Menunaikan sholat fardhu lebih utama dijalankan secara berjamaah karena memberikan pahala 27 kali lipat lebih banyak. Namun ketika berhalangan, seorang muslim dan muslimah diperbolehkan mengerjakan sholat wajib ini sendirian. Sholat fardhu yang dikerjakan sendiri disebut dengan istilah sholat munfarid.

Sholat munfarid adalah sholat yang dikerjakan secara individu atau sendirian. Sholat munfarid adalah sholat yang bisa dikerjakan berdasarkan jenis sholatnya. Sebab tidak semua sholat bisa dikerjakan secara munfarid, misalnya sholat Jumat, sholat Istisqa dan Sholat Ied.

Keadaan sempat berubah ketika datang wabah virus corona yang menjamah seluruh dunia. Sholat yang mulanya tidak boleh dilaksanakan secara munfarid, berdasarkan kesepakatan ulama menjadi boleh dalam situasi tersebut.

Dari segi wajib dan tidaknya, sholat dibedakan menjadi dua macam yaitu sholat fardhu (Wajib) dan sholat sunah. Kedua jenis sholat tersebut secara umum bisa dilaksanakan secara munfarid.

Dalam artikel kali ini, Dream akan memaparkan tentang pengertian sholat munfarid dan sholat apa saja yang boleh dilaksanakan secara individu. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Sholat Munfarid adalah Ibadah yang Dikerjakan Secara Individu, Ketahui Hukumnya Menurut Ulama
Ilustrasi Sholat Munfarid. (Foto: Pexels.com)
2 dari 4 halaman

Hukum Sholat Wajib Munfarid

Sholat fardhu lebih diutamakan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “ sholat berjamaah lebih utama 25 derajat daripada sholat sendiri (munfarid).” (HR. Muslim)

Akan tetapi mengenai hukum sholat wajib secara munfarid ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama madzhab.

  1. Menurut sebagian ulama madzhab Syafi’i dan Maliki, hukum sholat fardhu secara berjamaah adalah fardhu kifayah. Namun sebagian ulama dari kedua madzhab tersebut berpendapat hukumnya sunah muakkad.
  2. Menurut ulama madzhab Hanafi, hukum sholat fardhu berjamaah adalah wajib.
  3. Merujuk pendapat dari ulama madzhab Hambali, hukum sholat wajib berjamaah adalah fardhu ‘ain terutama bagi muslim laki-laki yang sudah mukallaf. Jika mereka meninggalkannya, maka akan berdosa.

Sholat fardhu boleh dikerjakan secara munfarid apabila berada dalam kondisi udzur syar’i, salah satunya jika muslim laki-laki berada dalam kondisi sakit parah. Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah (diriwayatkan), ia bersabda: Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi saw., dan berkata: “ Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki penuntun yang akan membawaku ke masjid.” Ia pun memohon keringanan kepada Rasulullah saw. agar diizinkan mengerjakan sholat di rumahnya. Nabi Muhammad saw. mengabulkan permintaannya. Ketika orang itu pergi, beliau memanggilnya dan bertanya: “ Apakah kamu mendengar azan?” Ia menjawab: “ Ya” Lalu Nabi saw. bersabda: “ Kalau begitu, sambutlah panggilan itu.” [HR. Muslim)

3 dari 4 halaman

Anjuran Rasulullah SAW Soal Sholat Berjemaah

Sholat wajib memang sebaiknya dikerjakan secara berjamaah daripada munfarid. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda kepada para sahabat tentang anjuran sholat berjamaah untuk sholat fardhu. Bahkan jika muslim laki-laki sudah mendirikan sholat fardhu secara munfarid, kemudian ia mendapati pelaksanaan sholat fardhu berjamaah, maka dianjurkan untuk mengikuti sholat lagi.

Dari Jabir bin Yazid bin Aswad dari ayahnya, (diriwayatkan) bahwa ia pernah salat subuh bersama Rasulullah saw ketika masih remaja. Ketika beliau selesai salat, (ketahuan) ada 2 orang yang tidak salat di sudut masjid. Lalu beliau memerintahkan memanggil mereka, lalu dibawalah mereka dalam keadaan gemetar daging rusuknya.

Rasulullah saw. bertanya: “ Apa yang menghalangi kalian berdua turut salat bersama kami?” Mereka menjawab, “ Kami telah salat di tempat kami.” Beliau bersabda, “ Jangan kalian berbuat demikian. Apabila kamu telah salat di tempatmu, kemudian kamu bertemu imam yang belum sholat, maka hendaklah kamu salat beserta dia, karena yang demikian itu jadi (salat) sunah untukmu.” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

4 dari 4 halaman

Jenis-jenis Sholat Sunnah yang Boleh Munfarid

Selain sholat fardhu, sholat sunah juga terdapat ketentuan mengenai pelaksanaannnya. Berikut macam-macam pelaksanaan sholat sunnah secara berjamaah dan munfarid dirangkum dari berbagai sumber:

1. Sholat Sunah yang Dilakukan Berjamaah

Sholat sunah yang sebaiknya dilakukan berjamaah adalah:

  1. Sholat Idul Fitri
  2. Sholat Idul Adha
  3. Sholat Istisqa
  4. Sholat Gerhana matahari
  5. Sholat Gerhana bulan

2. Sholat Sunah Berjemaah dan Munfarid

Sholat sunah yang boleh dikerjakan secara berjemaah atau munfarid adalah sebagai berikut:

  1. Sholat Tarawih
  2. Sholat Witir
  3. Sholat Dhuha
  4. Sholat Tahajud
  5. Sholat Tasbih

3. Sholat Sunnah yang Dilaksanakan Munfarid

Sholat sunnah yang sebaiknya dilaksanakan secara individu adalah:

  1. Sholat Rawatib
  2. Sholat Istikharah
  3. Sholat Tahiyat Masjid

Demikian itulah ulasan tentang pengertian, hukum dan macma-macam sholat munfarid. Biasanya dengan menjalankan sholat munfarid, seseorang bisa menjadi lebih khusyuk kepada Allah SWT. Sholat munfarid adalah sholat yang dikerjakan sendiri, dengan begitu semestinya seseorang tidak mengabaikan kekhusyukan dalam ibadah sholat wajib.

Join Dream.co.id