44 Tahun Bekerja, Pegawai Toko Roti Dipecat Karena Terima Pembayaran Tunai

Dinar | Senin, 3 Agustus 2020 15:12
44 Tahun Bekerja, Pegawai Toko Roti Dipecat Karena Terima Pembayaran Tunai

Reporter : Ulyaeni Maulida

Ia telah menjalani sidang disipliner dan masuk dalam kategori pelanggaran berat.

Dream – Megan Mercalfe, 60 tahun, tak menyangka tindakan membantu seorang pembeli lansia membuatnya kehilangan pekerjaan. Wanita yang bekerja di sebuah toko roti itu menerima pembayaran uang tunai dari seorang lansia yang tidak memiliki kartu debit.

Toko roti, Birds Bakery memang telah berhenti menerima uang tunai sejak pandemi menyerang. Hal ini dilakukan demi menjaga kebersihan para staff dan pelanggan yang berkunjung.

Megan yang telah 40 tahun lamanya bekerja di Birds Bakery cabang Nottingham, harus menerima kenyataan bahwa ia diberhentikan karena menerima uang tunai dari pelanggan lanjut usia. Ia mengambil uang tunai tersebut dan kemudian menggunakan kartu debitnya sendiri sebagai pembayaran.

Megan berkata, “ Saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan ini bertentangan dengan kebijakan perusahaan. Namun, mereka telah mengambil barang-barang tersebut dan siap untuk membayar.”

“ Tidak mungkin bagi saya untuk membiarkan seorang pria atau wanita lanjut usia pergi karena mereka tidak dapat membelinya. Sebab mereka tidak memiliki kartu untuk membayar,” lanjut Megan.

2 dari 4 halaman

Jalani sidang indisipliner

Lansia© Pexels.com

Pada 19 Juni lalu, Megan sempat diskors. Hingga akhirnya ia dipecat setelah menjalani sidang disipliner karena masuk dalam kasus pelanggaran berat.

Megan meerasa hanya ingin melakukan tindakan yang menurutnya dianggap sebagai hal yang benar. " Saya sudah bekerja di Birds selama 44 tahun dan 25 tahun diantaranya saya menjabat sebagai manajer," ujarya. 

 

3 dari 4 halaman

Uang Langsung Masuk Dompet

Pengelola roti telah memberitahu Megan jika dia telah membahayakan nyawa anggota staf dengan menerima uang tunai dari pembeli. Namun menurutnya, proses transaksi itu berlangsung tanpa ada kontak dengan perlengkapan kantor.

" Uang itu langsung masuk ke dompet saya, kemudian saya melakukan pembayaran melalui kartu dan menunjukkan kepada mereka tanda terima,” Megan menjelaskan.

“ Saya seharusnya tidak melakukannya. Tetapi saya tidak ingin membuat para pelanggan lansis tersebut kecewa. Karena banyak dari pelanggan yang bergantung pada kami setiap hari,” tambah Megan.

 

 

4 dari 4 halaman

Perusahaan Bersikukuh Jalankan Aturan

Bakery© Pexels.com

Lesley Birs, Chief Operating Officer di Birds Bakery mengatakan, “ Di Birds kami menjaga keselamatan para staff dan pelanggan kami dengan sangat serius. Kami memiliki prosedur yang sangat ketat selama pandemi ini. Banyak pelanggan kami berasal dari kalangan usia tua dan mereka sangat rentan untuk terinfeksi. Untuk itu hal tersebut menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga mereka tetap aman.”

“ Seperti banyak outlet makana lainnya, selama pandemi ini kami telah meminta para pelanggan untuk hanya menggunakan kartu debut sebagai alat pembayaran. Karena uang kertas dan koin tidak bersih. Dan dapat menimbulkan risiko bagi staf kami yang menangani hal itu,” lanjut Lesley.

“ Dalam kasus Megan Metcalfe dia mengambil uang tunai dari pelanggan dan kemudian melakukan pembayaran dengan kartunya sendiri. Hal ini sangat bertentangan dengan kebijkaan perusahaan. Dan dengan menyesal kami harus meminta Megan untuk meninggalkan perusahaan karena masalah tersebut.”

(Sumber: metro.co.uk)

Join Dream.co.id