Sentil Alumni 'Gaji Rp8 Juta', Raditya Dika: Jangan Belagu!

Dinar | Minggu, 28 Juli 2019 11:02
Sentil Alumni 'Gaji Rp8 Juta', Raditya Dika: Jangan Belagu!

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Raditya Dika mengingatkan dua hal kepada pengunggah status ini.

Dream Raditya Dika turut angkat bicara tentang viralnya lulusan Universitas Indonesia (UI) yang menolak gaji Rp8 juta dari sebuah perusahaan lokal.

Dia memberikan beberapa pandangannya tentang kasus ini. Salah satunya adalah nasihatnya kepada pengunggah snapgram.

Dikutip dari akun Youtube Raditya, Sabtu 27 Juli 2019, Radit mempertanyakan kebenaran unggahan status itu. Dikatakan, nama pengirimnya disamarkan. Bisa jadi itu adalah status orang yang iseng.

" Gue rasa kita harus menjaga kecurigaan bahwa itu nggak beneran, itu bukan anak UI asli, bukan anak yang melamar kerja, dan kejadiannya nggak seperti yang di Instastory," kata dia.

Penulis buku " Kambing Jantan" ini menegaskan para alumni tidak seperti itu. Misalnya, teman-temannya yang merupakan alumni UI. Menurut Radit, teman-temannya tidak arogan dan merasa sekeren itu.

“ Percayalah, teman-teman gue malah nggak ada yang kayak begitu. Nggak ada yang merasa sekeren itu, nggak searogan itu, nggak ada yang merendahkan universitas lain,” kata lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI ini.

Kalaupun benar, Raditya meyakini sikap si sender tidaklah mencerminkan anak UI secara keseluruhan. “ Sebagian saja,” kata dia.

Raditya juga punya pesan khusus kepada pengunggah status. Dia memberikan tiga pesan kepada warganet yang katanya alumni UI ini.

2 dari 7 halaman

Apa Nasihatnya?

Raditya meminta warganet ini tidak merasa jumawa, apalagi dirinya hanya seorang lulusan baru dan hendak masuk ke dunia kerja.

Ditambah, sikap arogan dan merasa jadi orang paling penting. “ Jangan belagu. Lu baru lulus kuliah, baru masuk kerja,” kata dia.

Raditya menekankan bahwa sikap dan perilaku yang seperti ini takkan membuat seseorang untuk berkembang.

“ Itu tidak akan membuat lu panjang secara karier,” kata dia.

3 dari 7 halaman

Hati-hati di Internet

Raditya juga mengingatkan si pengunggah untuk berhati-hati menuliskan sesuatu di internet, termasuk di status snapgram.

Perusahaan bisa saja menemukan rekam jejak yang negatif dari seseorang.

“ Apa pun yang ditulis di internet, akan terus ada,” kata dia.

Jika yang menulis macam-macam, apalagi yang bersifat menyerang, perusahaan akan berpikir panjang untuk merekrut si pengunggah.

“ Gue akan mikir berkali-kali kalau hire dia. Dia pernah begini. Gue nggak mau hire orang kayak gini,” kata dia. 

4 dari 7 halaman

Bukan Rp8 Juta, Ini Rata-rata Gaji Fresh Graduate di Indonesia

Dream – Belakangan ini, viral kasus seorang alumni mengaku dari Universitas Indonesia menolak gaji Rp8 juta dari sebuah perusahaan lokal. Dalam unggahan ini, si pelamar merasa gaji yang ditawarkan tak sepadan dengan nama beken universitasnya.

Tapi, tahukah kamu berapa gaji rata-rata lulusan baru dari universitas di pasar tenaga kerja Indonesia?

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 26 Juli 2019, berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2018, kisaran gaji rata-rata lulusan baru di Indonesia ialah Rp2.108.362. Angka ini berada dalam kelompok pekerja berusia 20 tahun—24 tahun yang menjadi kisaran usia lulusan baru dari universitas.

Kelompok kerja bidang tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan menempati urutan teratas gaji dengan upah sebesar Rp3.327.742. Sementara terendah berada pada kelompok kerja bidang tenaga profesional, teknisi dan yang sejenis dengan besaran upah Rp1.701.183.

Gaji terbesar pada data ini ditempati oleh bidang tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan dengan kelompok usia 55 sampai 59 tahun. Besaran gaji kelompok tersebut mencapai R7.830.255.

Data ini merupakan hasil survei pemerintah pada pekerja di perkotaan dan pedesaan. Data tersebut telah diperbarui pada 6 Maret 2019.

5 dari 7 halaman

Cuitan Kocak Akun @DitjenPajakRI Hitung Pajak #GajiRp8Juta, Ini Hasilnya

Dream - Viral unggahan netizen mengaku lulusan Universitas Indonesia yang menolak gaji Rp8 juta dari perusahaan lokal membuat pengelola akun Twitter Ditjen Pajak tak tahan berkomentar. Seperti biasa, sang mimin selalu memberi pencerahan dalam unggahannya. 

Lewat akun Twitter @DitjenPajakRI, mimin siap membantu menghitung pajak yang harus dibayar netizen yang disebutnya sebagai Fresh Graduate Inidia.

" Fresh Graduate Universitas Inidia, kerja di perusahaan dengan gaji #8juta, ini PPh-nya," tulis DJP mengawali cuitannya di akun Twitternya @DitjenPajakRI, Jumat 26 Juli 2019.

Sang Mimin lalu membuat simulasi penghitungan PPh dari seorang karyawan yang bergaji Rp8 juta. Dia menggunakan perhitungan dengan membayangkan si Freshgraduate Inidia berstatus single, tak dibayar lembur, dan tak ada program pensiun.

" Gaji 8 juta. Status JOMBLO. Sabtu Minggu lembur, tapi nggak dibayar. Nggak punya program pensiun. Begini Hitung Pajak Penghasilannya," cuit DJP.

DJP menyebut pajak PPh 21 dalam setahun yang harus dibayar sebesar Rp1,86 juta. Selama sebulan, gaji karyawan ini dipotong Rp155 ribu.

6 dari 7 halaman

Begini Rinciannya

Gaji bruto karyawan sebesar Rp8 juta. Dalam setahun, penghasilan bruto mencapai Rp96 juta.

Angka ini dipotong sebesar 5 persen dari gaji, yaitu Rp4,8 juta. Potongan ini berupa biaya jabatan.

Untuk penghasilan neto, karyawan yang bersangkutan mengantongi penghasilan sebesar Rp91,2 juta.

Hasilnya, gaji bersih sebesar Rp91,2 juta. Anga ini dikurang dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK 0 karena masih single, yaitu Rp54 juta.

Munculah angka Rp37,2 juta sebagai penghasilan kena pajak.

PPh 21 yang dibayar sebesar 5 persen dari penghasilan kena pajak, yaitu sebesar Rp1,86 juta.

" Kerja sebagai karyawan. Jadi, pajaknya dipotong perusahaan. Tinggal minta bukti potong 1721 untuk lapor SPT Tahunan," cuit DJP.

7 dari 7 halaman

Lebih Lengkapnya

 Rincian penghitungan PPh 21 untuk gaji Rp8 juta.

Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier
Join Dream.co.id