Selama WFH, Perusahaan Ini Minta Karyawan Pasang CCTV di Dalam Rumah

Dinar | Senin, 16 Agustus 2021 09:12

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ini yang diinginkan oleh perusahaan terhadap para pegawainya.

Dream – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak karyawan harus bekerja dari rumah, termasuk mereka yang bergerak di sektor layanan pelanggan.

Namun, bukan berarti karyawan bisa bekerja di rumah dengan seenaknya. Bahkan, ada perusahaan yang dengan ketat memantau mereka. Seperti dilakukan perusahaan asal Kolombia, Teleformance, yang mewajibkan pegawainya memasang CCTV untuk memantau kinerja mereka.

Maklum saja perusahaan itu meminta pemasangan CCTV itu, sebab karyawan mereka memang memegang data-data rahasia. Perusahaan ingin memantau gerak-gerik karyawan setiap menit. Tujuannya agar data perusahaan tidak bocor.

Selama WFH, Perusahaan Ini Minta Karyawan Pasang CCTV di Dalam Rumah
Perusahaan Layanan Pelanggan Meminta Karyawan Memasang CCTV Di Dalam Rumah. (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Kontroversi

Kebijakan ini membuat kontroversi. Karyawan merasa privasinya terganggu.

“ Kontrak tersebut tidak hanya selalu memantau pergerakan kami, namun juga keluarga kami,” kata salah seorang karyawan kepada NBC News.

Yang lain mengaku menjalani shift malam. Tentu saja karyawan butuh tidur di kamarnya, tapi berbagi kamar dengan suaminya. Pegawai ini khawatir suaminya membuat suara-suara yang mengganggu, seperti telepon.

“ Itu termasuk melanggar hak asasi suami. Mertua juga tinggal di rumah saya,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Tak Hanya Diawasi dengan CCTV

Tidak hanya itu, memantau pekerjaan yang dilakukan pada kompuer saja, perusahaan juga dapat melihat siapa yang berada di sekeliling mereka.

Karyawan juga tidak diizinkan memakai barang-barang seperti alat tulis, komunikasi, dan piranti lainnya yang dikhawatirkan mencuri data klien.

Kebijakan ini membuat karyawan merasa dipenjara. Mereka tidak bisa berbuat apa saja, bahkan di rumah sendiri.

4 dari 4 halaman

Kliennya Bukan Sembarangan

Sekadar informasi, Teleperformance memiliki lebih dari 380 ribu orang karyawan di seluruh dunia. Ada 39 ribu di antaranya di Kolombia.

Kliennya pun bukan perusahaan sembarangan. Perusahaan ini memiliki klien perusahaan besar seperti Apple, Amazon, dan Uber. Perusahaan-perusahaan tersebut meminta datanya diawasi dengan benar dan mengikuti keamanan yang ketat. Mereka cemas data bocor dan pencurian data bisa merugikan perusahaan.

Sekretaris Global dari Global Uni, Christy Hoffman, mendukung karyawan Teleperformance. Dia menyebut kebijakan perusahaan adalah masalah yang serius dan bukanlah hal yang tepat.

Hoffman berharap perusahaan bisa memikirkan kembali kebijakan yang tepat dan menemukan jalan tengah yang tidak memberatkan satu sisi. (Sumber: Oddity Central)

 

(Laporan: Delfina Rahmadhani)

Join Dream.co.id