Penjual Jamu Dadakan Raup Rp30 Juta Selama Pandemi Corona

Dinar | Jumat, 3 April 2020 17:37
Penjual Jamu Dadakan Raup Rp30 Juta Selama Pandemi Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pendapatan hariannya lumayan juga.

Dream – Merebaknya penyebaran virus corona atau Covid-19 berdampak pada pendapatan pekerja dan pelaku usaha. Berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah membuat kegiatan jual beli terdampak cukup berat. Pengusaha kecil kali ini tak cukup kuat menahan efek yang terjadi.

Namun di balik cobaan yang sedang dihadapi Indonesia, ada hikmah yang diambil untuk para pengusaha atau pedagang jamu tradisional. Pesanan yang membludak dari masyarakat membuat penghasilan mereka bertambah. 

Jamu sudah sejak lama diyakini sebagai ramuan yang bisa menjaga daya tahan tubuh manusia. Selain membeli produk vitamin C dan E, masyarakat juga banyak yang mengonsumsi jamu untuk menjaga imunitas menghadapi ancaman tertular corona.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 April 2020, seorang penjual jamu bernama Koko meraup keuntungan sangat besar setelah banyak orang memesan produk minuman tradisional ini. Bisnisnya semula berawal dari keisengan berbelanja bahan-bahan rempah. 

" Iseng-iseng aja awalnya, Alhamdulillah laku ternyata. Kalau pemasukan dari awal semakin naik dan langganan makin nambah," kata dia.

Koko mengaku mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp30 juta perbulannya dengan menjual jamu tradisional. Jenis jamu yang ia jual seperti kunyit, kencur, temulawak, jahe, sereh, dan gula aren.

Dia menjual segelas besar jamu seharga Rp8 ribu. Itu bisa dicampur gula aren dan susu. Seharinya Koko bisa meraup untung Rp1 juta dan pendapatan bersih yang dikantongi bisa Rp300 ribu.

“ Lumayanlah sebulan bisa buat nyicil mobil kali ya," candanya saat ditemui Merdeka.com di Jalan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

2 dari 5 halaman

Jamu Tradisional Untuk Tingkatkan Imun Tubuh

Koko sebagai pedagang jamu tidak meyakini jamu dapat menjadi obat penyembuh corona. " Jamu buat penyembuh Corona, saya jawabnya, ini buat ningkatin imun aja. Karena sampai sekarang belum ada obatnya juga kan," jelasnya.

Menurut Koko, jamu tradisional sangat bagus manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan efek samping yang lebih kecil.

" Ada istilah barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka ia bersiap-siap. Nah persiapan itu dengan menjaga daya tahan tubuh," kata dia.

(Sah)

3 dari 5 halaman

Bank Dunia Gelontorkan US$160 Miliar Buat Hadapi Dampak Wabah Corona

Dream – Hampir seluruh negara-negara di dunia sedang berfokus pada pencegahan penyebaran pandemi Corona Covid-19. Organisasi internasial juga memberikan perhatian besar salah satunya rencana Bank Dunia membantu negara-negara berkembang dalam sektor perawatan kesehatan.

Bank Dunia kabarnya akan menggelontorkan dana hingga US$ 160 miliar untuk mendukung keuangan jangka panjang selama 15 bulan ke depan. Pembiayaan tersebut dimaksudkan untuk membantu pembiayaan terkait kebijakan negara dan melindungi rumah tangga miskin.

 

 Bank Dunia Gelontorkan US$160 Miliar Buat Hadapi Dampak Wabah Corona© Dream

 

Selain itu, Bank Dunia juga akan membantu negara berkembang terkait akses pasokan medis yang dibutuhkan di tengah – tengah pandemi. Seperti masker, alat pelindung diri, dan juga obat-obatan medis.

“ Bank dunia berkomitmen untuk membantu mempersingkat waktu pemulihan. Bantuan ini akan memberikan dukungan mendesak kepada bisnis dan pekerjanya untuk mengurangi dampak finansial dan ekonomi dari penyebaran COVID-19, ” ungkap David Malpass, Presiden Bank Dunia.

“ Bank Dunia berkomitmen terhadap respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara-negara berkembang. Operasi dukungan sudah berlangsung, dan alat pendanaan akan membantu menopang ekonomi, perusahaan dan pekerjaan" tambahnya

4 dari 5 halaman

Bank Dunia Beri Bantuan untuk Sarana Kesehatan

 Bantuan Medis© Pixabay.com

Bank Dunia akan memberikan bantuan di bidang kesehatan demi menyelamatkan banyak nyawa. Bantuannya berfokus pada beberapa hal:

  1. Mencegah dan membatasi transmisi lokal, melalui peralatan laboratorium, meningkatkan sistem pengawasan kesehatan dan menyediakan alat kesehatan seperti sarung tangan, masker, dan ventilator portabel.
  2. Membangun atau memperluas fasilitas perawatan klinis, seperti perbaikan unit perawatan intensif atau fasilitas rawat inap di rumah sakit dan menyiapkan fasilitas karantina.
  3. Membangun sistem untuk pengawasan penyakit berbasis komunitas real-time dan melalui keterlibatan warga negara secara proaktif dan berbasis bukti.
  4. Memperkuat kolaborasi untuk penelitian dan respons untuk memfasilitasi pengembangan vaksin, terapi, dan tindakan lain.
5 dari 5 halaman

Bank Dunia menggandeng sektor swasta

 Sektor Swasta© Pixabay.com

Dalam menghadapi situasi berat di saat pandemi, Bank Dunia menggandeng sektor swasta. International Finance Corporation akan mendukung perusahaan untuk terus beroperasi dan mempertahankan para pekerjaan.

Adapun bantuan yang akan diberikan adalah:

1. Bantuan sebesar US$ 2 milyar untuk Fasilitas Penanggulangan Krisis Sektor Riil

Bantuan ini akan mendukung klien yang berada di industri infrastruktur, manufaktur, pertanian dan jasa yang rentan terhadap pandemi. IFC akan menawarkan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, dan jika perlu, melakukan investasi ekuitas. Instrumen ini juga akan membantu perusahaan-perusahaan di sektor perawatan kesehatan yang mengalami peningkatan permintaan.

2. Bantuan sebesar US$ 2 miliar dari Global Finance Finance Program

Bantuan itu nantinya akan menanggung risiko pembayaran lembaga keuangan sehingga mereka dapat memberikan pembiayaan perdagangan kepada perusahaan yang mengimpor dan mengekspor barang. IFC berharap ini akan mendukung perusahaan kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasokan global.

3. Bantuan dari program Solusi Modal Kerja, sebesar US$ 2 miliar

Bantuin ini akan menyediakan dana kepada bank-bank pasar berkembang untuk memberikan kredit guna membantu bisnis menopang modal kerja mereka. Kumpulan dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihan mereka dan memberi kompensasi kepada pekerja.

4. Program Likuiditas Perdagangan Global, dan Program Keuangan Komoditas Kritis sebesar US$ 2 miliar

Program ini akan menawarkan dukungan pembagian risiko kepada bank-bank lokal sehingga mereka dapat terus membiayai perusahaan-perusahaan di pasar negara berkembang. Komponen baru ini diinisiasi atas permintaan klien dan disetujui pada 17 Maret 2020.

(Sah, Sumber World Bank)

Join Dream.co.id