Sektor Pertambangan Laris-Manis, Indeks Syariah Ngebut

Dinar | Selasa, 25 Juni 2019 17:17
Sektor Pertambangan Laris-Manis, Indeks Syariah Ngebut

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG dan rupiah juga ikut menguat.

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Selasa 25 Juni 2019. Sektor pertambangan jadi motor utama perdagangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,658 poin (0,91%) ke level 184,440. ISSI terus menguat setelah dibuka di 183,306 dan terus menanjak. Jelang perdagangan berakhir, ISSI semakin merangkak naik.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 6,611 poin (0,99%) ke level 673,163.

Indeks JII70 menanjak 1,613 poin (0,73%) ke level 223,558.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 31,980 poin (0,51%) ke level 6.320,445.

2 dari 6 halaman

Sektor Pertambangan `Tancap Gas`

Sebagian besar indeks sektoral bergeliat. Sektor pertambangan meroket 5,12 persen, disusul oleh industri dasar 1,14 persen.

Pelemahan indeks properti sebesar 0,36 persen dan industri aneka 0,08 persen tak mempengaruhi kinerja perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah saham BYAN yang harganya meningkat Rp1.300, ITMG Rp975, UNVR Rp550, UNTR Rp350, dan INDY Rp340.

Sebaliknya, harga saham BRAM melemah Rp1.900, SILO Rp310, JECC Rp150, GMTD Rp100, dan HEAL Rp100.

Pada pukul 16.15, dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.122.

3 dari 6 halaman

Minim Sentimen Positif, Indeks Syariah Tertekan di Zona Merah

Dream - Indeks syariah kompak melemah di pembukaan perdagangan pekan terakhir Juni 2019. Tanpa sentimen positif baru yang menyambangi lantai bursa, indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum bisa beranjak dari zona merah. 

Sentimen ngeatif membuat pelaku pasar tak ingin ambil risiko pada sesi perdagangan Senin, 24 Juni 2019. Harga minyak yang tinggi karena krisis teluk dan isu perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok masih menjadi isu yang dipantau pelaku pasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat koreksi sebesar 1,016 poin (0,55%) ke level 182,782. ISSI menguat tipis setelah sempat dibuka melemah di level 183,607 di sesi pembukaan perdagangan.

ISSI menjalani sesi perdagangan awal pekan ini di zona merah dengan level tertinggi hanya dicetak di 183,806. Tekanan jual sempat menyeret ISSI jatuh ke level 182,509.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga beringsut 5,089 poin (0,76%) ke level 666,652 poin. Sementara Indeks JII70 melemah 1,610 poin (0,72%) ke level 221,945.

Tanpa sentimen positif yang menyapa lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 26,971 poin (0,43%) ke level 6.288,645.

4 dari 6 halaman

Sektor Industri Terjun Bebas

Sentimen ini membuat penanam modal melepas saham-sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan aneka. Kedua indeks sektoral ini melemah masing-masing sebesar 1,04 persen dan 0,88 persen. Lalu diikuti oleh properti 0,87 persen, manufaktur 0,84 persen, dan infrastruktur 0,78 persen.

Penguatan indeks sektor pertanian sebesar 2,2 persen dan pertambanan 0,14 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ERAA yang harga sahamnya naik Rp260, MDKA Rp210, PTSN Rp190, TCPI Rp150, dan BYAN Rp125.

Sebaliknya, harga saham UNVR merosot Rp625, FIRE Rp350, INTP Rp250, BSSR Rp130, dan AKRA Rp120.

Pada 16.18, rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 27 poin (0,19%) ke level Rp14.156 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Ditutup Melemah, Indeks Syariah Cuma Kuat di 10 Menit Awal Perdagangan

Dream - Keputusan Bank Indonesia yang tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen sepertinya mengejutkan pelaku pasar. Sempat yakin bank sentral akan menurunkan suku bunga, BI 7-Days Reserves Repo Rate, investor hari ini, Jumat, 21 Juni 2019, menjauh sementara dari pasar modal. 

Sentimen negatif juga datang dari bank sentral AS, The Federal Reserves, yang mempertahankan suku bunga acuannya. 

Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan jelang libur akhir pekan ini di zona negatif. Tiga indeks acuan saham syariah hanya bisa bergerak menguat di 5 menit perdagangan sesi pembukaan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menutup perdagangan dengan melemah 0,866 poin (0,47%) ke level 183,798. ISSI sempat bergerak menguat di 10 menit awal perdagangan usai dibuka naik ke level 185,024.

Hingga 45 menit waktu perdagangan sesi awal pembukaan, ISSI masih bergerak fluktuatif di dua zona. Namun jam-jam berikutnya, ISSI menghabiskan waktu perdagnagan di zona merah dengan posisi terendah di level 182,383.

Kondisi serupa dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 6,434 poin (0,95%) ke level 671,641. Sementara indeks JII70 melorot 1,643 poin (0,73%) ke level 223,555.

Munculnya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri turut memaksa Indeks Harga Saham Gabungan merosot 20,262 poin (0,32%) ke level 6.315,436.

6 dari 6 halaman

Tiga Indeks Sektor Ini Rontok

Sentimen-sentimen negatif ini membuat investor melepas sahammya. Mayoritas di sektor industri aneka, properti, dan barang konsumsi. Indeks industri aneka terkoreksi 1,74 persen, properti 1,22 persen, dan barang konsumsi 0,99 persen.

Penguatan indeks sektor pertambangan sebesar 1,49 persen, pertanian 0,46 persen, dan 0,07 persen tak cukup kuat menopang pelemahan perdagangan.

Harga saham BYAN meroket Rp2.350, LINK Rp180, AMFG Rp175, INTP Rp175, dan ISAT Rp170.

Sebaliknya, harga saham UNVR turun Rp800, POLL Rp450, JSMR Rp200, PCAR Rp160, dan ASII Rp150.

Pada pukul 16.23, nilai tukar rupiah merontokkan dolar AS. Kurs dolar AS terjun bebas 268 poin (1,93%) ke level Rp13.902.

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id