IMF Bawa Kabar Buruk, Indeks Syariah `Nyusruk`

Dinar | Jumat, 26 Juli 2019 16:55
IMF Bawa Kabar Buruk, Indeks Syariah `Nyusruk`

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG juga ikut terseret ke zona merah.

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan jelang akhir pekan, Jumat 26 Juli 2019. Sentimen koreksi pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan IMF membuat investor dilanda kecemasan.

Kekhawatiran pelaku pasar lokal dan asing itu terlihat dari laju semua indeks sektoral yang bergerak memerah.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 26 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), langsung terjun 2,301 poin (1,23%) ke level 185,339. ISSI melemah seharian setelah dibuka melemah di 187,200.

Posisi ISSI sempat terseret ke level terendah di 184,602 namun bergerak naik sedikit jelang sesi penutupan.

Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas sampai 12,775 poin (1,84%) ke level 681,257.

Indeks JII70 merosot 3,749 poin (1,62%) ke level 227,697.

Tanpa sentimen positif yang diterima pelaku pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 76,128 poin (1,19%) ke level 6.325,237.

2 dari 6 halaman

Sektor Industri Amblas

Semua indeks sektoral melemah. Indeks industri aneka anjlok 2,67 persen, manufaktur 1,9 persen, industri dasar 1,77 persen, barang konsumsi 1,74 persen, dan infrastruktur 1,43 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya naik Rp300, DIGI Rp275, PICO Rp235, PCAR Rp160, dan PRDA Rp130.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melemah Rp725, TCPI Rp425, UNTR Rp425, STTP Rp350, dan INDF Rp300.

Pada 16.23, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 8 poin (0,06%) ke level Rp13.985 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

BI Rate Berpeluang Turun, Indeks Syariah Rebound

Dream - Pasar menyambut baik wacana Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga, sehingga indeks pun menggeliat, Kamis 25 Juli 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 0,920 poin (0,49%) ke level 187,700. ISSI menguat seharian setelah dibuka di level 186,821 dan berada di posisi puncak di 187,947.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), naik 3,314 poin (0,48%) ke level 694,032. Indeks JII70 menanjak 1,433 poin (0,62%) ke level 231,4646.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 16,378 poin (0,26%) ke level 6.401,365.

Sekadar informasi, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bank sentral sudah melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga BI.

Ke depannya, Perry tak membuka kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 6 halaman

Investor Gemar Melantai

Wacana penurunan BI rate ini membuat investor getol membeli saham. Penanam modal menanamkan uangnya terutama di sektor properti, industri aneka, dan infrastruktur.

Indeks ketiga sektor ini meroket masing-masing 1,29 persen, 1,27 persen, dan 0,89 persen.

Indeks barang konsumsi melemah 0,44 persen dan pertambangan 0,41 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya naik Rp2.800, GMTD Rp725, INTP Rp575, UNIC Rp340, dan ISAT Rp310.

Sebaliknya, harga saham BRAM terkoreksi Rp1.475, UNVR Rp550, PRDA Rp260, FIRE Rp220, dan POLU Rp170.

Pada 16.11, nilai tukar dolar AS menguat 2 poin (0,01%) ke level Rp13.999 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Kompak Melemah, Sektor Infrastruktur Paling Terpukul

Dream - Tekanan jual masih belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat investor memilih menjauh dari lantai bursa saham.

Aksi tahan diri ini memaksa indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Koreksi juga dialami tiga indeks syariah yang kompak bergerak melemah.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu 24 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,627 poin (0,33%) ke level 186,780. ISSI lebih banyak menghabiskan sesi perdagangan di teritori negatif. Meski sempat masuk zona hijau, penguatan ISSI tak signifikan.

ISSI sempat dibuka menguat di level 187,593 saat sesi pra-pembukaan. Ketika bel perdagangan pagi berbunyi, ISSI masih bisa bergerak menguat ke level 187,621.

Namun 10 menit usai pembukaan, tekanan jual mulai menghampiri ISSI. Berulang kali bolak-balik di dua zona, ISSI tercatat menembus level tertinggi di 187,769 dan sempat terperosok ke level terendah 186,780

Saham-saham bluechips syariah yang kemarin menjadi buruan kali ini tak bisa berbuat banyak. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ikut menghadapi tekanan dan ditutup melemah 4,433 poin (0,64%) ke level 690,718.

Koreksi juga dialami Indeks JII70 yang merosot 0,678 poin (0,29%) ke level 230,013.

Tanpa sentimen positif yang cukup kuat, BEI akhirnya menutup perdagangan di zona hijau dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 18,823 poin (0,29%) ke level 6.384,987.

6 dari 6 halaman

Dolar AS Kembali di Level Rp14 Ribu

Sentimen yang minim membuat invesor ramai-ramai melepas saham di sebagian besar indeks sektoral. Indeks infrastruktur turun paling tajam, yaitu 1,49 persen, disusul oleh barang konsumsi 0,52 persen, dan pertambangan 0,41 persen.

Indeks sektor perdagangan naik 0,54 persen, pertanian 0,52 persen, industri aneka 0,34 persen, dan properti 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp325, LPPF Rp310, POLL Rp210, KDSI Rp140, dan MTPS Rp110.

Sebaliknya, harga saham BRAM anjlok Rp1.600 dan MKPI Rp1.000. Penurunan saham juga diikuti oleh GMTD sebesar Rp625, SHID Rp270, dan BYAN Rp250.

Pada 16.10, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Dolar AS kembali naik 107 poin (0,76%) ke level Rp14.072.(Sah)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id