Sedekah Koin NU Kini Bisa Lewat Gopay

Dinar | Selasa, 17 Desember 2019 19:14
Sedekah Koin NU Kini Bisa Lewat Gopay

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Cukup scan barcode, lalu infak terbayar.

Dream - Kini, warga Nahdatul Ulama (NU) makin mudah membayar sedekah. Mereka bisa beramal melalui Kotak Infak (Koin) NU dengan Gopay.

Ketua NU Care-LazisNU, Achmad Sudrajat, mengatakan, pengguna bisa memberikan sumbangan dengan memindai barcode yang ada di kotak amal.

“ Kami terus mendorong inovasi kemudahan zakat, infak, dan sedekah, melalui berbagai cara, termasuk kanal digital,” kata Sudrajat di Jakarta, Selasa 17 Desember 2019.

Ia mengatakan, program Koin NU ini sudah berjalan sejak 2016 dan diresmikan oleh Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj, pada 2017. Program Koin tersebut sudah bisa menghasilkan dana miliar rupiah.

" Kita setiap bulan di Klaten itu bisa mencapai Rp500 juta," tambah Sudrajat.

Bahkan, kata dia, koin yang terhimpun di Temanggung dari Januari-Agustus 2019 mencapai Rp24 miliar.

Kini, warga NU bisa infak dengan Gopay.© Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian

Head of Corporate Communication GoPay, Winny Triswandhani, mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan pengumumpulan infak hingga empat kali lipat.

" Kami berharap dengan adanya QRIS (QE Code Indonesian Standard) di Koin NU, donasi yang diterima bisa terus meningkat," kata dia.

2 dari 7 halaman

PayPal Beli 70 Persen Saham GoPay

Dream – Ada kabar mengejutkan dari Paypal. Platform ini membeli mayoritas saham GoPay.

Tapi tunggu dulu, GoPay ini bukan bagian dari Go-Jek milik Nadiem Makarim dari Indonesia. GoPay ini singkatan dari Guofubao Information Technology Co — platform pembayaran dari Tiongkok.

Dikutip dari Tech Crunch, Selasa 1 Oktober 2019, dengan akuisisi ini, Paypal menjadi platform pembayaran asing pertama yang melayani warga Tiongkok.

 

PayPal Beli 70 Persen Saham GoPay© Dream

 

GoPay Tiongkok memiliki lisensi transaksi online dan seluler, pembayaran digital e-commerce, perdagangan lintas batas negara, penerbangan dan lainnya.

Paypal akan mengambil alih 70 persen saham GoPay melalui anak usahanya, Yinbaobao Information Technology, seperti yang dikabarkan Guofubao dalam keterangan tertulisnya.

Sayangnya, perusahaan tidak mengabarkan detail pembelian saham lebih lanjut.

3 dari 7 halaman

Pasar `Gurih`

Kabar PayPal mengembangkan sayap di Tiongkok datang saat “ tensi” Amerika Serikat—Tiongkok memanas.

Nantinya, platform ini akan berhadap langsung dengan pemain dompet elektronik Tiongkok, yaitu AliPay dan WeChat Pay.

Dikatakan juga masih ada ruang yang besar untuk tumbuh dan bermanfaat bagi Tiongkok.

Pasar pembayaran di Tiongkok menjanjikan. Berdasarkan riset Forst&Sulivan, pasar ini akan tumbuh jadi US$96,73 triliun (Rp1.372.802 triliun) pada 2023. Pertumbuhannya didorong dari peningkatan transaksi e-commerce.

Dari laporan ini, disebutkan bahwa jumlah pengguna aktif pembayaran mobile melalui ponsel naik dari 562 juta pada 2017 menjadi 956 juta pada 2023.

4 dari 7 halaman

Pertama Dapat Izin BI, TCash Wallet Usung 3 Fitur Unggulan

Dream – Operator telekomunikasi, PT Telekomunkasi Seluler (Telkomsel) resmi memperkenalkan layanan mobile financial service, TCASH Wallet. Aplikasi dompet digital ini menjadi yang pertama mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI).

“ Aplikasi TCASH Wallet menjadi user interface utama layanan yang digunakan pelanggan. Kami mengembangkan aplikasi terbaru bertujuan untuk memberikan pengalaman transaksi non tunai lebih nyaman,” ujar Danu Wicaksana, CEO T-CASH, di Jakarta, Selasa 27 Maret 2018.

Pertama Dapat Izin BI, TCash Wallet Usung 3 Fitur Unggulan© Dream

Menurut Danu, aplikasi dompet digital Tcash Wallet mengusung fitur unggulan yang diklaim pertama di Indonesia. Salah satunya, teknologi video call yang bisa dipakai untuk proses validasi tatap muka dengan pengguna. 

Lewat fitur electronic-Know Your customer (e-KYC), pengguna akan mudah berbagi dana (P2P), menerima, dan menarik tunai dana. Pelanggan cukup mengisi biodata, mengunggah foto KTP, dan melakukan video call dengan agen TCASH melalui aplikasi di ponsel.

5 dari 7 halaman

Disematkan Fasilitas Ini

Tak hanya itu, Telkomsel juga tetap menyematkan fasilitas transaksi bayar beli apa pun melalui ponsel. Pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan internet, BPJS, PLN, Halo, pembelian voucher online, serta pulsa dan data Telkomsel.

Fitur unggulan lain yang memudahkan pengguna Telkomsel melakukan transaksi non-tunai adalah snap QR Code yang yang telah mendapatkan izin dari BI.

Telkomsel mencatat layanan Scan QR Code sudah dapat digunakan di sekitar 5 ribu outlet merchant. 

" Adanya Tcash aku jadi gak perlu bawa dompet, tinggal bawa HP dan Snap QR. Jadi tinggal snap aja. Ini mempermudah aku juga bayar tagihan listrik tanpa harus keluar rumah," ujar selebriti, Caca Tengker, yang hadir dalam peluncuran TCASH Wallet.

Aplikasi TCASH wallet ini diharapkan dapat turut mendukung perkembangan bisnis TCASH, yang kini telah menjangkau lebih dari 20 juta pelanggan di 34 provinsi di Indonesia serta memproses rata-rata lebih dari 10 juta transaksi bulanan.

Aplikasi dompet dgital Telkomsel ini telah tersedia di App Store dan Google Play dengan dilengkapi beberapa fitur terbaru.

(Sah, Sumber: Ferra Ferdiana)

 

[crosslink_1]

6 dari 7 halaman

`Google Wallet` Tak Tertarik e-Commerce Tanah Air?

Dream - Pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia ternyata belum sukses menarik minat Google untuk merilis layanan pembayaran uang digital. Perusahaan teknologi raksasa ini bahkan menyebut belum mengetahui kapan pastinya layanan Google Wallet akan dirilis di tanah air.

" Saat ini Google Wallet masih dalam tahap uji coba dan pengembangan, bahkan di Amerika Serikat. Bukan hanya Indonesia, layanan pembayaran digital ini juga belum dirilis bahkan di Jepang," kata Amy Kunrohpanya, Head of Communication Google Indonesia saat ditemui Dream di FX Mall, Jakarta, Selasa 16 September 2014.

 

Google Wallet Tak Tertarik e-Commerce Tanah Air?© Dream

 

Amy memastikan layanan uang digitalnya ini nantinya bukan hanya bisa digunakan untuk pembayaran bisnis skala besar. Saat ini Google Wallet masih dalam proses pengembangan dan mendapat umpan balik dari para konsumen dan retailer di negeri Presiden Obama tersebut.

7 dari 7 halaman

Pastikan Layanan Tak Hanya Menyasar Bisnis E-Commerce

Sejauh ini perusahaan yang dirintis oleh Sergey Brin dan Larry Page tersebut memastikan layanan miliknya bukan hanya menyasar bisnis ecommerce saja. Proses pengembangan ini disebut Amy menjadi kesempatan bagi Google untuk mealui proses edukasi ke para pengguna internet di seluruh dunia.

" Kesiapan dan kesempatan yang luas berkat penggunaan internet nantinya akan menjadi kesiapan besar bagi pengguna layanan Google. Sekedar ilustrasi, dahulu klien pertama Google Ads merupakan pelaku bisnis skala kecil dan menengah. Hal ini membuktikan kalau kami mendukung perkembangan perusahaan start up, bukan hanya perusahaan besar dan ternama dunia," ucap Amy lagi.

Join Dream.co.id