Layar LED Tertinggi se-Jakarta Ada di Kantor Kemenparekraf, Bisa Promo Gratis!

Dinar | Rabu, 27 Juli 2022 14:37

Reporter : Dwi Ratih

"Nggak pakai lama, nggak pakai bayar," kata Sandiaga Uno.

Dream - Gencar mempromosikan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno memberikan lapak dengan meresmikan papan LED (Light Emitting Diode) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, sebagai media promosi.

" Fungsi ini adalah LED yang akan menjadi media promosi dan sosialisasi program Kemenparekraf tak berbayar dengan pengelolaan secara internal tanpa komersial," kata Sandiaga di video peresmian yang ia unggah di akun Instagram @sandiuno pada rabu, 27 Juli 2022.

 Peresmian LED di Gedung Sapta Pesona, Jakarta© Instagramm.com/sandiuno

Di unggahannya itu juga, Sandiaga menjelaskan bahwa LED ini adalah bagian dari inovasi dan usaha kami untuk mempromosikan sekaligus mensosialisasikan beragam program-program kementerian sehingga bisa tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu agar ekonomi masyarakat segera bangkit dan pulih kembali.

Layar LED Tertinggi se-Jakarta Ada di Kantor Kemenparekraf, Bisa Promo Gratis!
Foto: Instagram.com/sandiuno
2 dari 6 halaman

Sekaligus perilisan logo HUT RI ke-77

 Peresmian LED di Gedung Sapta Pesona, Jakarta© Instagramm.com/sandiuno

Papan LED berukuran 12 x 24 meter ini dipasang di ketinggian 40 meter dengan menghadap ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam peresmian LED sebagai media promosi wisata dan produk ekraf Tanah Air yang diadakan malam hari, Sandiaga juga merilis logo HUT Kemerdekaan RI ke-77 yang mengusung tema 'Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat'.

3 dari 6 halaman

Semangat Sandiaga Uno

"Semoga menjadi semangat kita bersama untuk terus bergotong royong di tengah tantangan kenaikan harga-harga berbagai kebutuhan pokok," ujarnya di akhir caption.

Seperti terlihat dalam video, peresmian LED berlangsung meriah dengan iringan musik marching band disusul dengan kembang api yang dilepaskan ke langit Jakarta malam hari.

      View this post on Instagram      

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno)

 

4 dari 6 halaman

Pulau Rinca Segera Dibuka, Alternatif Selain Pulau Komodo

Dream - Terkait adanya rancangan Pemerintah Republik Indonesia (RI) soal penerapan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau padar senilai Rp3,75 juta yang berlaku untuk setahun menuai percakapan di masyarakat.

Diketahui sebelumnya, untuk masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini para wisatawan cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp5 ribu-Rp200 ribu.

 Foto: Pulau Rinca TN Komodo/Kemenparekraf RI© Kemenparekraf RI

Penerapan tarif baru direncanakan mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Tak sedikit para masyarakat terutama turis lokal merasa keberatan dengan nominal yang ditetapkan.

Melihat hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo.

 

 

5 dari 6 halaman

Agar bisa diterima masyarakat

Usai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Kamis, 21 Juli 2022 kemarin, Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi agar bisa diterima masyarakat.

“ Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

“ Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” tambahnya menjelaskan.

6 dari 6 halaman

Pulau Rinca segera dibuka

Di sini, Sandiaga juga menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin melihat komodo juga bisa datang ke Pulau Rinca seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

" Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Sandiaga membeberkan kalau Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat karena ini sebuah alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Padar bagi wisatawan.

" Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” pungkasnya.

Join Dream.co.id